» » » Curah Hujan Tinggi Perajin Gerabah Mengalami Penurunan Produksi Hingga 50%


SJO PURWAKARTA - Para perajin gerabah tradisional, di Kampung Keramik Desa Mulya Mekar Kecamatan Babakan Cikao Kabupaten Purwakarta, mengalami hambatan. Dalam proses penjemuran, karena tingginya curah hujan hingga hasil produksi turun 50%. "Kampung keramik, merupakan perkampungan sentra produksi gerabah tradisional, yang telah berproduksi secara turun temurun."

Menurut Aisyah (50) perajin gerabah tradisional, mengatakan bahwa, dengan tingginya curah hujan saat ini, memperburuk proses produksi gerabah tradisional, seperti pembuatan cobek dan pot kembang. Karena para perajin tidak bisa menjemur secara maksimal, hingga terjadi penurunan produksi 50%. Kamis (19/11).

Sambung Aisyah, dari harga tanah liat yang mencapai 20 Ribu Rupiah per pikul, dengan berat 80 Kg, para perajin dalam satu kali produksi per harinya, bisa menghabiskan tanah liat sebanyak 160 Kg, dengan hasil produksi sebanyak 150 Cobek. "Cobek ini bisa di jual perajin ke kios-kios keramik di kisaran 2500 Rupiah per Cobeknya."

Namun kini jumlah perajin semakin menyusut di perkampungan keramik ini, akibat persaingan dengan hasil produksi berbahan plastik. Hingga keterpurukan para perajin gerabah ini, di perparah ketidak perdulian Pemerintah Daerah, untuk memberikan bantuan dana kepada para perajin. "Demi keberlangsungan mata pencahariannya di bidang produksi gerabah tradisional." (DeR)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: