» » » Catatan Gotrasawala 2015, Bangkitkan Spirit Berseni & Berbudaya

SJO CIREBON--Dijamu Gala Dinner di Keraton Kecirebonan, Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar lanjut membuka Festival Akbar GOTRASAWALA 2015, di Taman Goa Sunyaragi, Kelurahan Sunyaragi, Kesambi, kota Cirebon, Jumat (30/10) lalu.

Tarian Selamat Datang Sekar Keprabon dan Bedug Kecirebonan, menjadi pembuka fantastis awali pembukaan event Internasional itu.

Wagub Deddy memandang Gotrasawla sebagai peristiwa budaya yang luar biasa. Menurutnya, event ini adalah musyawarah budaya kaliber Internasional. Gelaran ini merupakan ruang festival juga seminar, yang memperkenalkan keberagaman seni budaya khas Jawa Barat ke pasar internasional.

Disini para direktur festival, dan media internasional bergengsi berkumpul untuk terlibat kedalamnya. Sehingga Goalnya, Gotrasawala bisa dinikmati oleh orang-orang Indonesia dan luar. Maka baginya, event akbar budaya ini adalah suatu peristiwa penting di Nusantara, yang berperan mengembalikan spirit Berseni dan Berbudaya.

"Kenapa Gotrasawala di Cirebon? Gotrasawala ini, memang sebuah peristiwa budaya yang luar biasa di abad ke-17. Yaitu tentang bermusyawarahnya, jadi pertemuan agung antara tokoh-tokoh pengamat, sejarawan, budayawan Mancanegara, plus Asia, itu berkumpul di kota Cirebon, yang diprakarsai oleh Pangeran Wangsakerta. Ini sebuah peristiwa penting di Nusantara! Jadi bagaimana kita mengembalikan semangat tadi, sebuah musyawarah, sebuah pertemuan agung membahas peradaban Nusantara dan dunia waktu itu, di kota Cirebon. Mari kita kembalikan spirit itu! Kota Cirebon ini memiliki nilai strategis di Nusantara ini," Papar Wagub Deddy pada Press Conference sebelum membuka acara.

"Dengan event seperti inilah, kita bisa menghidupkan kembali budaya-budaya atau seni, yang selama ini tersimpan dan pernah ada di Cirebon. Nah itulah sebabnya kita membuat Past, Present, and Future, bagaimana seni tari atau musik yang tradisional seperti apa, yang saat ini dikembangakan seperti apa, dan juga masa depan kedepannya akan seperti apa," Terang Deddy.

Maka untuk mewakili tema PAST, Gotrasawala 2015 akan menampilkan Seni Klasik dari Kraton Keprabon dan Kraton Kacirebonan. Untuk yang mewakili tema PRESENT, akan ditampilkan karya tari Mesu Budi dan grup musik Kunokini dari Depok yang sudah memiliki reputasi internasional. Untuk tema FUTURE, Gotrasawala akan menampilkan karya terbaru dari Gotrasawala Dance Company. Kelompok tari ini merupakan hasil kerjasama para penari dan pemusik Jawa Barat bersama dengan seorang koreografer ternama Kanada, Peter Chin menggarap karya tari kontemporer.

Sementara Sultan Kecirebonan IX Pangeran Raja Abdul Ghani Natadiningrat, mengucapkan terimakasih atas terselenggaranya Gotrasawala di tahun 2015. Senada dengan Wagub Jabar, menurutnya event ini mempunyai manfaat strategis. Karena selain untuk memperingati peristiwa sejarah peradaban Nusantara. Kedepannya kegiatan seperti ini dapat menjadi prospek yang baik, di bidang wisata budaya, bagi pasar internasional maupun domestik. Hingga pada akhirnya, juga dapat meningkatkan aktivitas perekonomian masyarakat di BKPP Wilayah III pada umumnya, dan khususnya bagi warga sekitar Cirebon.

"Kami mengucapkan terima kasih (kepada Pemerintah Provinsi Jabar) acara Gotrasawala bisa terselenggara kembali. Karena menurut hemat kami acara Gotrasawala mempunyai banyak manfaat strategis. Satu diantaranya, kita mengingat masa lalu, dalam pengertian kita mengambil momentum sejarah. Karena Gotrasawala pada masa lalu merupakan kejadian yang luar biasa, hadir tokoh Cirebon yaitu Wangsekerta yang mencetus Gotrasawala. Ini merupakan  momentum bersejarah untuk ditiru generasi penerusnya, ahli warisnya, dan seluruh masyarakat agar agar kita bisa terus berkarya untuk kemajuan bangsa," Terangnya.

"Momentum Gotrasawala ini mudah-mudahan dapat menjadi sarana pengembangan destinasi wisata dengan sentuhan pengemasan acara yang apik. Mudah-mudahan mendapat respon positif dari wisatawan mancanegara maupun domestik," Tambahnhya.

Tahun ini, Gotrasawala akan di selenggarakan di beberapa tempat di Cirebon mulai dari tanggal 30 Oktober - 1 November 2015. Di tahun ini berbagai segmen acara diperluas dengan menyajikan macam-macam kesenian rakyat, ritual, kerajinan dan kulinari dari wilayah CIAYU MAJAKUNING (Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan). Kegiatan yang di kemas dalam bentuk Pesta Rakyat ini akan bertempat di Alun-Alun kompleks Pemakaman Sunan Gunung Jati yang memang sudah menjadi pusat kegiatan budaya masyarakat sekitarnya.

Sementara acara utama festival Gotrasawala tahun ini akan bertempat di Kraton Kasepuhan dan Goa Sunyaragi. Kraton Kasepuhan akan menjadi lokasi acara Pameran yang secara khusus akan memamerkan: Perlengkapan kehidupan sehari-hari para Sultan sejak dahulu hingga sekarang, Disain Batik kraton moderen Cirebon karya seorang perancang Batik ternama: Komarudin Kudiya, Koleksi Topeng Cirebon dari Museum Topeng Cirebon milik Iman Taufik.(R)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: