» » » Budi Youyastri, Kembali Lakukan Sosialisasi Konstitusi Di Pangandaran


SJO PANGANDARAN - Anggota Komisi I DPR RI Budi Youyastri mengingatkan masyarakat akan munculnya gelombang krisis yang melanda  negeri ini.

Gelombang krisis tersebut bermula dari krisis moral dan selanjutnya berkembang menjadi krisis hukum, krisis ekonomi, krisis politik, krisis kepemimpinan dan termasuk salah satu di antaranya adalah krisis identitas.

Peringatan ini disampaikan Budi kepada anggota masyarakat yang menjadi para peserta Sosialisasi Konstitusi Pancasila,  UUD NRI 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika. Kegiatan sosialisasi ini berlangsung di Aula Desa Babakan Kecamatan Pangandaran, Jumat (20/11).

Dalam kesempatan tersebut, Budi juga mengingatkan masyarakat bahwa krisis - krisis yang ada tersebut berpotensi melemahkan bangsa dan negara. Dalam realitanya, masyarakat tidak lagi memiliki kesamaan pandangan dan wawasan dalam memandang bangsa dan negara Indonesia.

Oleh karenanya, dalam kapasitas sebagai salah seorang anggota MPR RI, Budi mengaku mempunyai misi untuk menyebarluaskan pandangan-pandangan tentang kehidupan berbangsa dan bernegara kepada segenap masyarakat.

Lebih jauh Budi berharap bahwa dari tiap-tiap upaya  mensosialisasikan Pancasila,  UUD NRI 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika,  akan timbul  kesadaran dan semangat baru di jiwa masyarakat untuk bangga berbangsa dan bernegara Indonesia serta  bangkitnya keberanian dan semangat untuk ikut aktif berpartisipasi di dalam proses pembangunan dengan segala potensi yang dimiliki masyarakat.

Budi juga menerangkan bahwa masyarakat memiliki hak untuk ikut mengawasi jalannya proses pembangunan di segala lini dan di setiap sektor, termasuk ikut  serta melakukan koreksi terhadap jalannya pembangunan dan pemerintahan. Masyarakat berhak untuk merasakan pembangunan dan hasil-hasilnya sesuai kebutuhan mereka.

Sementara itu terkait pilkada Pangandaran yang sedang berjalan dan sudah didepan mata, Budi menjelaskan pemimpin yang ideal adalah pemimpin yang tidak tersandera oleh masa lalu, serta pemimpin yang dipilih secara murni oleh masyarakat.

“Pemimpin seperti ini adalah pemimpin yang mendapatkan amanah bukan karena uang dan bukan karena membeli jabatan,” tegas Budi kepada seputarjabar.com.

Budi juga meyakini masyarakat Pangandaran sudah cerdas dalam memilih pemimpin mereka. Pilihlah pemimpin yang nantinya diyakini mampu membawa kemajuan dan kesejahteraan bagi masyarakat Pangandaran. (iwn)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: