» » » Breket Batubara Menjadi Alternatif Bahan Bakar Pembakaran Keramik Di Musim Hujan


SJO PURWAKARTA - Unit Pelayanan Tingkat Dinas (UPTD) Litbang Keramik Plered Kabupaten Purwakarta, mengantisipasi turunnya musim penghujan, menguji coba pengalihan bahan bakar pembakaran keramik dari kayu bakar ke Breket batu bara.

Dikhawatirkan, tibanya musim penghujan, akan berkurangnya energi matahari dan sulinya kayu untuk pembakaran keramik. Maka pihak UPTD Litbang keramik Plered, lebih merespon di musim hujan akan menggunakan bahan bakar keramik menggunakan breket batubara.

"Dinilai breket batubara lebih ekonomis dan efisien." Jelasnya. Selasa (10/11).

Menurut Bangbang Mega Wahyu Kepala UPTD Litbang Keramik Plered, mengatakan bahwa, bahan bakar kayu di musim penghujan ini sangat sulit dan memakan waktu. Karena untuk mengejar proses produksi itu sangatlah lamban, maka kami mengujicoba dalam pembakaran keramik menggunakan breket batu bara ternyata lebih instan apalagi di musim hujan akan lebih ekonomis dan efisien.

"Karena dinilai dari hasil uji pembakaran antara kayu 30% dan breket batu bara bisa 20%." Jelasnya.

Sambung jujun pengrajin Keramik Plered, dibandingkan dengan kayu untuk proses pembakaran keramik lebih instan menggunakan breket batubara. Karena kalo kayu tidak bisa langsung di gunakan, harus menempuh proses pemotongan, pembelahan, dan penjemuran, tapi kalo menggunakan breket batu bara itu lebih instan.

Dari Kapasitas 3 kubik keramik, didalam tungku api berbalik, bila menggunakan bahan bakar kayu, mencapai 16 jam dengan kapasitas suhu 900 derajat celsius, sesuai standarisasi tanah plered.

Bilamana menggunakan briket proses produksi pembakaran akan lebih cepat mencapai 10 jam hingga 12 jam. Namun untuk segi efisiensi bahan bakar breket lebih ekonomis, bebas polusi, dan instan. Hingga di tingkat perbandingan kebutuhan pembakaran keramik untuk kapasitas 3 kubik bisa mencapai 30% kayu, dan 20% Breket batubara. Pungkasnya. (DeR)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: