» » 4 Tahun Komitmen Jabar Membenahi Sungai Citarum

SJO KAB. BANDUNG - Tepat pada tanggal 22 Juni 2014 lalu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, masyarakat, serta para pemangku kepentingan lainnya berkomitmrn untuk mengubah Citarum agar Bersih, Sehat, Indah, dan Lestari (Bestari). Berbagai gerakan serta acara pun digelar, salah satunya Festival Budaya Citarum Tahun 2015 yang digelar di Lapangan Larareun, Desa Rancakasumba, Kec. Solokanjeruk, Kab. Bandung pada Kamis (5/11/2015).

"Ini pertaruhan. Tanggal 22 Juni 2014 lalu kita canangkan Citarum Bestari dan kita lihat nanti 22 Juni 2018 Citarum seperi apa. Ini pertaruhan untuk kita dan masyarakat di sekitar Citarum," ungkap Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar ketika membuka acara tersebut.

Wagub pun ingin memperkuat komitmen tersebut melalui berbagai hal, seperti lomba bertemakan Citarum. "Coba kita buat Mars Citarum, kita lombakan. Ini untuk menyegarkan kita, menyemangati kita, memperkuat komitmen kita, sehingga ini tidak hanya wacana-wacana saja," kata Wagub dalam sambutannya.

"Juga kita coba buat lomba desa yang terbaik dan terburuk mengelola sampah, untuk mengadili diri kita sendiri," tambah Wagub.

Sungai Citarum sepanjang 300 km ini melewati 11 kabupaten/kota di Jawa Barat. Hulu sungai ini berada di Situ Cisanti, Kab. Bandung dan bermuara ke hulunya di Muara Gembong, Bekasi. Wagub pun mengungkapkan Citarum merupakan sungai strategis bagi masyarakat Jawa Barat. "Wajah kita dan cermin masyarakat Jawa Barat ada di sekitar Citarum. Sebab sungai ini pusat peradaban manusia, sebagai sumber air, sarana transportasi, pertanian, sumber kehidupan," ujar Wagub.

"Barangkali kita sekarang sudah tidak perlu citarum, sehingga kita jadikan sebagai tempat buang sampah, tempat buang tinja. Kita akan ubah Citarum seperti yang pernah kita kenal dulu," ajak Wagub di hadapan ratusan masyarakat yang hadir dalam acara tersebut.

Acara Festival Budaya Citarum ini dibuka oleh sendra tari "Handaru Citarum" (Gema Citarum) yang diciptakan sendiri oleh Kepala Desa Rancakasumba Jajat Sudrajat.

Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Provinsi Jawa Barat Anang Sudarna mengatakan, acara tersebut merupakan salah satu dari sekian banyak rangkaian program Pemprov Jawa Barat melalui BPLHD dalam memperkuat serta mendorong komitmen masyarakat, khususnya masyarakat di sekitar Citarum untuk menjaga lingkungan hidupnya.

"Acara ini digelar untuk terus mengajak dan mendorong masyarakat untuk aktif dalam mengelola lingkungan hidup, khususnya yang ada di Das Citarum," tutur Anang dalam sambutannya.

Selain itu, melalui berbagai acara yang digelar, Anang pun berharap hal tersebut bisa mengubah pola pikir masyarakat dan para pemangku kepentingan lainnya agar bisa hidup berbudaya lingkungan.

Dan untuk mendukung berbagai program terkait Citarum Bestari, pada kesempatan ini Anang pun mengungkapkan bahwa pihaknya akan mencetak buku khutbah Jumat berbasis lingkungan. Selain itu, pada tahun ini BPLHD juga telah memfasilitasi 105 dari 122 sekolah se-Jawa Barat untuk mengikuti lomba  sekolah berbudaya lingkungan tingkat nasional.

Dalam Festival Budaya Citarum ini, digelar pula dialog atau diskusi yang diharapkan bisa melahirkan ide-ide cemerlang terkait pengelolaan Citarum. Ada pula lomba-lomba untuk menggugah karaktarer masyarakat, khususnya anak-anak agar berbudaya lingkungan seperti lomba menggambar dan menulis puisi, serta digelar pula stand pameran dari instansi atau organisasi lingkungan.(R)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: