» » » Wagub Jabar Dedy Mizwar Portal Jalur Parungpanjang Bogor


SJO BOGOR -- Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar memportal jalur Pertambangan di ruas jl. Raya Mohamad Toha Kampung Malang Tengah RT 01/01, Desa Parungpanjang, Kecamatan Parungpanjang Kab. Bogor, Selasa (6/10).

Ini berdasar pada UU No. 22 Tahun 2009, yang terdiri dari pasal 6 tentang urusan pemerintah provinsi dalam melakukan pembinaan lalu lintas dan angkutan jalanan. Pasal 133, mengenai manajemen kebutuhan lalu lintas. Dan pasal 213, yang mewajibkan pemerintah mengawasi kepatuhan pengguna jalan untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup dalam penyelenggaraan lalu lintas dan angkutan jalan.

Bersama Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat Dedi Taufik, serta Kepala Badan Koordinasi Pemerintah dan Pembangunan (BKPP) Wil.I Supriyanto, portal setinggi 2,9 meter dioprasikan. Arah masuk ke parungpanjang ditutup mulai (6/10/2015). Dan mulai (10/10/2015) akan ditutup arah keluar dari parung panjang.

Setelah penutupan portal, akan ada petugas jaga yang dengan sistim buka-tutup akan malarang pengoprasian kendaraan angkutan barang diatas ketinggian 3 meter. Kecuali kendaraan pemadam kebakaran dan angkutan BBM.

"Bahwa yang kita lakukan ada dasar hukumnya dulu, tetapi selanjutnya bagaimana operasi ini bisa berkesinambungan itu tergantung dengan petugasnya nanti, petugas dilapangannya," ungkap Wagub Jawa Barat Deddy Mizwar di lokasi pemortalan.

"Kedisiplinan petugas di portal nanti harus tinggi, ini menjadi kuncinya," tambahnya.

Menurut Wagub Deddy, pemasangan portal ini dilatar belakangi persoalan transportasi di daerah tersebut. Dimana setiap harinya ada sekitar 3235 kendaraan pengangkut tambang tanah pasir dan split dari galian C Gunung Sindur dan Rumpin, yang selama 24 jam berlalu-lalang di jalan provinsi sepanjang 11 KM itu.

Deddy menegaskan pengusutan akan dilakukan dari hulu ke hilir. Di hulu, akan disisir dari aspek regulasi, perizinan, institusi, tata ruang dan infrastruktur. Dari tengah, edukasi perilaku berlalu lintas, dan kelengkapan angkutan. Dan di hilir akan dianalisis dari segi kemacetan, polusi, keselamatan, ketertiban, keamanan, dan dari sisi ekonomi.

"Ribuan Truk yang lewat jalan kita ini itu tonasenya melampaui dari kelas jalan.  Akibatnya berkali-kali kita benahi jalan, tapi terus hancur, akibatnya merugikan masyarakat. Jalan kan bukan cuma buat truk tambang, tapi masyarakat sekeliling Parung ini juga pengguna jalan ini. Waktunya sudah tepat sekarang, kita coba tertibkan, paling tidak bukannya tidak boleh menambang disini. Tetapi, ada aturan bagaimana kelas jalan harus sesuai angkutan jalannya, tonasenya. Jalan rusak banyak yang celaka kan, jalan rusak debunya luar biasa, nah ini mengobati orang sesak napas lebih mahal kan yah, sakit ISPA jauh lebih mahal," Jelas Deddy.

Turut hadir pada aksi tersebut Kepala BPLHD (Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah) Provinsi Jawa Barat, Aparat Desa Setempat, unsur Kepolisian, Instansi serta OPD terkait.(Slr)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: