» » » Terdakwa Kasus Pembantaian Satu Keluarga Di Vonis Mati


SJO PURWAKARTA - Ketua majelis hakim ketua Pengadilan Negeri (PN) Purwakarta, dalam perkara sidang kasus pembantaian satu keluarga, dengan pembacaan putusan, memvonis hukuman mati, terhadap terdakwa tunggal, Muhamad Veri Maulana. "Pihak keluarga korban yang menghadiri persidangan, merasa lega atas keputusan majlis hakim, karena dinilai sepadan dengan perbuatan terdakwa.

Putusan Vonis mati yang di sampaikan ketua majlis hakim, Febri Purnamavita, terhadap Muhamad Very Maulana, terdakwa kasus pembantaian satu keluarga, merupakan pertama kalinya dalam sejarah persidangan di PN Purwakarta. Selasa (6/10) sore.

Ketua majlis hakim, Febri Purnamavita, dengan dua anggota majlis hakim, Eva Meita Theodora Pasaribu, dan Ngurah Suradatta, menilai putusan vonis mati terhadap terdakwa Muhamad Very Maulana, telah pantas. Karena perbuatan terdakwa sadis, telah menghilangkan nyawa anak-anak, termasuk janin di dalam kandungan korban, Sri Rosmawati yang tengah hamil 6 bulan. "Sehingga kami keluarga korban tidak memaafkan perbuatan terdakwa," jelas Widodo Suami Korban. Selasa (6/10) sore.

Meski di vonis mati, majlis hakim menawarkan pengajuan banding kepada terdakwa, sehingga terdakwa pun akan mengajukan banding atas putusan vonis mati. Jelasnya

Sehingga terdakwa Muhamad Veri Maulana, dijerat Pasal berlapis yakni Pasal 340 KUHP Tentang pembunuhan berencana dan Pasal 80/UU/RI/Nomor 35 Tahun 2014, Tentang perlindungan anak.

"Akibat rasa dendamnya kepada Widodo selaku atasan terdakwa di sebuah pabrik ban. Yang menggemparkan warga Kabupaten Purwakarta."

Karena Terdakwa tergolong pembunuh yang sadis dan tega telah membantai nyawa Sri Rosmawati yang tengah halim 6 bulan dan putri sulungnya Amelia (10). "Istri dan anak Widodo, di Kampung Pasir Kihiang Desa Lebak Anyar Kecamatan Pasawahan Kabupaten Purwakarta, yang terjadi minggu 15 Febuari 1015 dini hari lalu."

Sedangkan anak bungsunya Alfian (6), mengalami luka berat tusukan di tubuhnya, meski nyawanya nyaris terancam, saat terdakwa membantai keluarganya. Pungkasnya. (DeR)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: