» » » Rencana Siaran Tunda Debat kandidat Cabup Pangandaran Oleh TV Berlangganan Menuai Kritik



SJO PANGANDARAN - Rencana kegiatan Debat Kandidat Cabup Pangandaran di Gedung Islamic Center Pangandaran Selasa (03/11) yang akan diliput stasiun Kompas TV dengan siaran tunda menuai berbagai kritikan. Pasalnya selain tidak live (langsung) siaran tersebut hanya bisa dinikmati sebagian kecil masyarakat yang berlangganan TV cable.

Abdi Maliki (39) warga Desa Pangandaran, Kecamatan Pangandaran, mengatakan kegiatan tersebut sangat penting diketahui masyarakat Pangandaran. Masyarakat harus mengetahui sejauh mana pengetahuan seluruh calon bupati da lam memaparkan visi misinya.

Namun dengan disetujuinya pihak stasiun Kompas TV untuk menayangkan siaran tunda kegiatan Debat Kandidat tersebut sangat disayangkan. Pasalnya hanya sebagian kecil masyarakat yang berlangganan TV cable.

“Kalau disiaran stasiun TV lainnya, siaran tunda pun tidak apa-apa. Sekarang siapa yang akan menonton? Sebab di antena parabola saja tidak ada. Apalagi dengan antena biasa,”kata Abdi Maliki.

Menanggapi kritikan tersebut, Ketua KPU Ciamis Kikim Tarkim mengatan, permasalah mou antara KPU dengan pihak Kompas TV untuk melakukan siaran tunda acara Debat Kandidat telah ditempuh sesuai dengan aturan.

“Saat rapat koordinasi dengan semua stakeholder termasuk tim sukses ketiga pasangan calon Bupati dan wakil Bupati Pangandaran, masalah tersebut telah dikemukakan dan mendapat berbagai masukan.”kata Kikim.

Menurutnya, seluruh peserta rakor telah sepakat dan menyetujui penunjukan Kompas TV untuk melakukan siaran tunda. Banyak pertimbangan yang menjadi acuan sehingga akhirnya menyepakati bahwa acara Debat Kandidat dilaksanakan secara tunda.

“KPU akan berupaya agar acara tersebut sampai dan ditonton semua masyarakat Pangandaran. Salah satunya dengan mengadakan nonton bareng disetiap kecamatan se Kabupaten Pangandaran.”ujarnya singkat.

Sementara itu Ketua Panita Pengawas Pemilu, Imam Ibnu Hajar menyatakan, bahwa penyelenggaraan acara debat kandidat ada di ranah KPU termasuk persetujuan siaran tunda acara tersebut oleh Kompas TV.

“Memang harapan kami bahwa acara tersebut dapat siarkan secara langsung dan dilaksanakan oleh TV yang dapat diakses oleh seluruh masyarakat Pangandaran.”kata Imam.

Namun karena permasalahan anggaran dan saat dilakukan rapat koordinasi dengan semua pihak yang berkepentingan dengan Pilkada Pangandaran beberapa waktu yang lalu. Semua dapat memahami keputusan tersebut.

“Kewenangan Panwaslu hanya sebatas mengawasi hasil kesepakatan bersama termasuk dengan ketiga Cabup. Jika terjadi pelanggaran baru kami bertindak sesuai aturan yang berlaku.” pungkas Imam. (iwn)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: