» » » PPS Kesulitan Merekrut Anggota KPPS


SJO PANGANDARAN - Sejumlah panitia pemungutan suara (PPS) di tingkat desa di Kabupaten Pangandaran mengaku kesulitan untuk merekrut anggota kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) yang akan bertugas di tiap tempat pemungutan suara (TPS) pada pelaksanaan pilkada Pangandaran 2015.

Dalam ketentuan PKPU terbaru, masyarakat yang pernah menjadi KPPS, selama dua periode pemilihan kepala daerah (pilkada) tidak diperbolehkan lagi.

“Selama ini kita selalu menggunakan anggota KPPS yang lama. Pertimbangannya mereka sudah memiliki pengalaman dan SDM nya juga memadai. Selain itu untuk mencari anggota yang baru sangat susah. Minat menjadi anggota KPPS sangat kurang.”kata Asep, Ketua PPS Desa Purbahayu, Kecamatan Pangandaran, kepada seputarjabar.com, Kamis (15/10).

Menurut Asep, dengan rakrutmen anggota KKPS yang baru pihaknya sangat khawatir pada kinerja mereka.

“Anggota KPPS yang sudah berpengalaman saja sering mengalami kesulitan dalam rekapitulasi, apalagi yang baru,”ujarnya.

Asep mengaku kurang tahu pertimbangan KPU mengenai hal ini. “Mungkin untuk penyegaran serta menjaga integritas dan independensi anggota panitia,” katanya.

Namun dirinya berharap, ada kebijakan agar satu atau dua orang orang yang berpengalaman dari anggota KPPS lama dapat diperbolehkan kembali menjadi anggota.

“Semuanya demi kelancaran pelaksanaan pilkada perdana di Pangandaran.”pungkasnya.

Sementara itu menurut Ketua PPK Pangandran Dindin Sahrudin, seperti pilkada sebelumnya, jumlah panitia yang dibutuhkan adalah 7 orang per KPPS.

“Saya sudah cek beberapa desa dan memang banyak kami temui kendala keterbatasan jumlah SDM. Meskipun demikian kita tidak ingin melanggar aturan yang ada. Kami tetap yakin akan dapat membentuk anggota KPPS sebagaimana mestinya.”tegas Dindin.

Sementara itu Ketua KPU Ciamis, Kikim Tarkim menjelaskan, klausul dua periode yang disebutkan dalam ketentuan tersebut patokannya adalah pilkada.

“Jadi, kalau sudah pernah menjadi panitia dalam pilkada 2005 dan 2010, tahun ini sudah tidak bisa ikut dan beri kesempatan pada yang lain. Kalau jadi panitia pada pilkada 2010 dan panitia saat pileg dan pilpres 2014, tahun ini masih bisa jadi panitia.”jelasnya.

Kikim juga mengingatkan pihak penyelenggara, dalam hal ini pihak PPS jangan melanggar ketentuan yang ada.

”Laksanakan saja, kita tetap yakin kok meskipun nantinya sebagian besar anggota KPPS adalah orang-orang yang baru berkecimpung dalam pemilu. Namun dengan bimtek yang akan kita adakan mereka akan belajar dan dapat menjalankan tugas sebagaimana mestinya,”tegas Kikim.(iwn)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: