» » » PERISTIWA SUMPAH PEMUDA PENTINGNYA SEBUAH VISI IMPLEMENTASI DARI PEMAHAMAN ILMU SEJARAH

Oleh : Eko Ismadi

Hikmah, Takdir, Dan Anugerah Dalam Kehidupan Kebangsaan
Oleh : Eko Ismadi

Peringatan Hari Sumpah Pemuda selalu dilaksanakan oleh bangsa Indonesia rutin dalam setiap tahun. Diantara generasi muda sekarang Sekalipun dilaksanakan rutin dan melibatkan peranan pemuda, masih bersifat ceremonial. Tetapi dibalik peristiwa Sumpah Pemuda sebenarnya merupakan landasan dan tonggak kokoh visi perjuangan serta keyakinan akan sebuah kebenaran dari perjuangan itu sendiri. Visi itu adalah persatuan dan kesatuan, menemukan sarana untuk menyatukan, dan Identitas yang tepat digunakan sebagai symbol kebangsaan.

Bila ditilik dari sejarah perjuangan Bangsa Indonesia, perjalanan hidup bangsa Indonesia tidak terlepas dari apa yang dinamakan kekuatan spiritual dan keimanan bangsa Indonesia kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Setelah Sumpah Pemuda, Bangsa Indonesia dianugerahi Tuhan dengan menemukan Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945 melalui seorang Genius yang bernama Soekarno, Dan di Tahun 1966 menemukan cara untuk menyelesaikan permasalahan bangsa denganmengucapkan, ”Bismillahirrochmanirrochim.” yaitu lahirnya Surat Perintah 11 Maret 1966.

Oleh karenanya menyikap munculnya permasalahan bangsa sekarang ini bukan karena bangsa Indonesia bodoh atau kurang pintar tetapi lebih disebabkan kepada penyerahan diri dan permohonan kuasa dari Tuhan Yang Maha Kuasa tidak terlihat. Penyerahan diri bukan dengan hanya berdoa dan mencari kebenaran akan agama masing-masing, tetapi penyerahan diri yang dimaksud adalah memahami agamanya dengan baik, bertanggung jawab sebagai warga Negara Indonesia yang berdasarkan Pancasila, serta bermanfaat bagi sesama.
Semoga moment Sumpah Pemuda sekarang ini menjadi cermin bagi kita untuk tetap teguh memegang visi kebangsa Indonesia itu yaitu menjadikan Pancasila Dan Undang Undang dasar 1945 sebagai Dasar Negara dan Falsafah hidup bangsa Indonesia. Berpikir secara fundamental bagi kelangsungan hidup bangsa dan Negara, menghindari terjadinya rotasi sejarah, dan membangun kebersamaan dan perdamaian serta kejayaan bangsa Indonesia.

LATARA BELAKANG
Sebuah ide didapat karena ada yang dilihat. dirasakan, dan digunakan, serta diketahui manfaatnya, dan itulah sejarah. Akhir dari sebuah peristiwa atau kejadian yang menimpa kita adalah sebuah takdir, namun takdir itu bukan untuk disesali tetapi lebih untuk dijadikan pelajaran agar kita bias menghargai sang pemiliki takdir dan kita bias bersyukur dapat menerima dan menghadapinya. Sumpah Pemuda dapat terlaksana karena adanya tuntunan Tuhan Yang Maha Kuasa. Sekalipun demikian tetaplah ada peristiwa lain yang menjadi perntaranya.
Politik Etis.

Tanpa adanya kebijakan Politik etis oleh pemerintah hindia Belanda pada masa itu sangat tidak mungkin sumpah pemuda akan lahir dan tercipta. Ini terbukti apa yang terjadi di Timor Timur, begitu kuat kungkungan Penjajah dan Pemerintah koloninya menjadikan bangsa itu tidak memiliki sma sekali untuk membangun kebangsaan. Politik Etis kemudian oleh rakyat Indonesia lebih dikenal sebagai politik balas budi. Sistim politik ini merupakan suatu pemikiran oleh kolonial yang memegang tanggung jawab atas kesejahteraan wilayah jajahannya.
Brooshooft yang merupakan pelopor dari pemikiran etis ini dinegeri Belanda. Setelah melalu diskusi panjang dalam Dewan Pemerintahan Belanda barulaha pada diterima pemikiran tersebut untuk dilaksanakan. Kemudian pada 17 September 1901, Ratu Wilhelmina yang baru saja naik tahta, dalam sebuah pidato parlemen Belanda ia menegaskan bahwa pihak Belanda memiliki panggilan moral terkait hutang budi pada bangsa bangsa Indonesia terutama pribumi Hindia Belanda.

Kebijakan memiliki tiga program pokok yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat diwilayah jajahan yang kemudian dikenal dengan Trias Van deventer yang meliputi:
1. Membangun fasilitas dan sarana prasaran umum dalam rangka meningkatkan kesejahteraan rakyat.
2. Memberi kesempatan untuk memperoleh kesempatan pendidikan bagi rakyat diwilayah Jajahan.
3. Tidak menghilangkan Identitas Kebangsaan Wilayah yang dijajahnya.

Kembali kepada sifat dan perilaku kolonialisme yakni tidak akan memberi kesempatan kepada wilayah jajahannya untuk mengecap kebahagiaan. Maka dalam pelaksanaan Politik Etis oleh pemerintah Belanda pembangunan hanya diarah atau ditujukan untuk kepentingannya saja bukan kepentingan rakyat yang dijajahnya. Seperti Fasilitas umum hanya ditujukan untuk membangun Jalan utama yang menghubungkan antara kota praja satu dengan kota praja yang lain, juga demikian halnya dengan Kereta Api, dan Pelabuhan Laut. Berikutnya Pendidikan yang diberi kesempatan hanya mereka yang bekerja untuk Belanda dan keturuna bangsawan saja, tidak dari golongan lain, dan yang terakhir pelajaran sejarhpun diputar balikan tidak sesuai dengan kenyataan. Yang konsisten dari sikap Kolonial Belanda adalah di Indonesia diberi kesempatan untuk berdirinya sebuah Partai Politik.

Zaman Kemajuan.
Sekalipun program pemerintahan Belanda secara kwantitas hanya hanya menjangkau lingkup kecil, namun secara kwalitas kebutuh bangsa Indonesia pada masa itu terhadap pendidikan sudah terpenuhi. Dengan begitu banyaknya sekolah dan sara pendidikan didirikan, melalui sarana inilah wawasan kebangsaan Indonesia jadi terbuka, pengetahuan tentang lehidupan kebangsaan juga berubah. Yang pada akhirnya keinginan itu menyadi menyebar dan tumbuh subur disetiap daerah Indonesia sehingga bias menjadi harmonisasi kehidupan kebangsaan yang Baru. Atau oleh sejarawan disebut Majapahit Baru.
Wawasan dari hasil belajar dan baca buku itu kemudian munculnya kaum terpelajar, hingga pada tahun 1905, dan tahun itu Indonesia mengalami perubahan keadaan yang disebut Zaman Kemajuan. Munculnya istilah tersebut karena segala bidang yang ada mulai maju, terutama dalam bidang pendidikan. Sebagai contoh, didirikan sekolah yang diperuntukkan bagi kaum wanita yang bernama Hoofdenschool, kemudian Sekolah Dokter Jawa (STOVIA). Pada abad ini juga berdiri sebuah perkumpulan yang bernama “BUDI UTOMO” pada tanggal 20 Mei 1908 yang diilhami Dr. Wahiding Sudirohusodo. Tujuan yang hendak dicapai Wahidin adalah meningkatkan derajat pribumi melalui pendidikan.

PERISTIWA SUMPAH PEMUDA
Peristiwa sejarah Soempah Pemoeda atau Sumpah Pemuda merupakan suatu pengakuan dari Pemuda-Pemudi Indonesia yang mengikrarkan satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa. Sumpah Pemuda dibacakan pada tanggal 28 Oktober 1928 hasil rumusan dari Kerapatan Pemoeda-Pemoedi atau Kongres Pemuda II Indonesia yang hingga kini setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda

Kongres Pemuda II dilaksanakan tiga sesi di tiga tempat berbeda oleh organisasi Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia atau disingkat PPPI yang beranggotakan pelajar dari seluruh wilayah Indonesia. Kongres tersebut dihadiri oleh berbagai wakil organisasi kepemudaan yaitu Jong Java, Jong Batak, Jong, Celebes, Jong Sumatranen Bond, Jong Islamieten Bond, Jong Ambon, dsb serta pengamat dari pemuda tiong hoa seperti Kwee Thiam Hong, John Lauw Tjoan Hok, Oey Kay Siang dan Tjoi Djien Kwie.

Gagasan penyelenggaraan Kongres Pemuda Kedua berasal dari Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia disingkat PPPI, sebuah organisasi pemuda yang beranggota pelajar dari seluruh Indonesia. Atas inisiatif PPPI, kongres dilaksanakan di tiga gedung yang berbeda dan dibagi dalam tiga kali rapat.

Rapat pertama, Sabtu, 27 Oktober 1928, di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond atau KJB, Waterlooplein sekarang menjadi Lapangan Banteng. Dalam sambutannya, ketua PPPI Sugondo Djojopuspito berharap kongres ini dapat memperkuat semangat persatuan dalam sanubari para pemuda. Acara dilanjutkan dengan uraian Moehammad Yamin tentang arti dan hubungan persatuan dengan pemuda. Menurutnya, ada lima faktor yang bisa memperkuat persatuan Indonesia yaitu sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan, dan kemauan.

Rapat kedua, Minggu, 28 Oktober 1928, di Gedung Oost-Java Bioscoop, membahas masalah pendidikan. Kedua pembicara, Poernomowoelan dan Sarmidi Mangoensarkoro, berpendapat bahwa anak harus mendapat pendidikan kebangsaan, harus pula ada keseimbangan antara pendidikan di sekolah dan di rumah. Anak juga harus dididik secara demokratis.
Pada rapat penutup, di gedung Indonesische Clubgebouw di Jalan Kramat Raya 106, Sunario menjelaskan pentingnya nasionalisme dan demokrasi selain gerakan kepanduan. Sedangkan Ramelan mengemukakan, gerakan kepanduan tidak bisa dipisahkan dari pergerakan nasional. Gerakan kepanduan sejak dini mendidik anak-anak disiplin dan mandiri, hal-hal yang dibutuhkan dalam perjuangan.

VISI DAN MISI
Lahir Sebuah Setelah memiliki pengetahuan dan wawasan barulah pemuda Indonesia mengerti bahwa dirinya punya Negara, dirinya punya bangsa, dan dirinya juga punya kemampuan. dirinya juga punya derajat, harkat, dan martabat sama dengan bangsa Belanda. Yang setelah membandingkan dengan bangsa lain baru mereka mengerti bahwa dirinya sebagai bangsa yang terjajah. Setelah membaca barulah mengetahui bahwa leluhurnya dulu adalah bangsa yang hebat.

Dari membaca itu kemudian ada rasa ingin mencontoh, meniru, dan melakukan hal yang sama seperti apa yang telah dilakukan oleh leluhurnya. Maka timbulah semangat kebangsaan untuk lepas dari penjajahan. VISI INGIN MERDEKA ITULAH SEBENARNYA YANG MENDORONG PEMUDA INDONESIA MELAKUKAN SUMPAH SETIA. Bertanah Air Yang Satu Tanah Air Indonesia, Berbangsa Yang Satu Bangsa Indonesia, Dan Berbahasa Yang Satu Bahasa Indonesia.
Visi dan kenginginan itu diwujudkan dalam bentuk aksi yang dinamakan perjuangan. Perjuangan itu harus ada wadah dan bentuknya maka disepakatilah Nasionalisme sebagai perjuangan Indonesia, NKRI sebagai Negaranya, dan Sebagai alat pemersatu dalam perbedaan digunakan bahasa Indonesia. Tidak hanya itu diperlukan juga symbol warna sebagai semboyan perjuangan maka dipilihlah Warna merah Putih dan Kebhinekaan sebagai persatuan dan kesatuan.
Politik untuk mewujudkan visi. Maka muncullah partai politik di Indonesia yakni Budi Utomo berdiri sebagai organisasi pertama di Indonesia, muncul pula banyak organisasi lain seperti Organisasi Sarekat Islam yang berdiri pada tahun 1911 di kota Solo didirikan oleh Haji Samanhudi, Indische Party oleh Tiga Serangkai yaitu Douwes Dekker atau Dokter Setia Budi, Dr, Tjipto Mengunkusoemo, dan Soewardi Surjaningrat pada tahun 25 Desember 1912. Kemudian pada tahun 1914, berdirilah Indische Democratische Verenegning atau ISDV yang kemudian berganti nama Partai Komunis Indinesia atau PKI.

IMPLEMENTASI
Implementasi adalah wujud nyata dari ada sebuah pemikiran dari membandingkan dan mempelajari dari masa lalu dirinya atau pengalaman orang lain. Sumpah Pemuda akan menjadi sumber pemikiran yang Positif bagi menatap hari depan bangsa yang lebih baik. Melalui kedamaian keadilan dan persatuan dan kesatuan. Bukan hujat menghujat atau menyanjung tanpa ada pertimbangan baik dan buruk serta pembelajarannya.

Memberikan pujian yang tidak masuk akal sehat karena terlalu berlebihan. Implementasi juga memerlukan pemikiran yang tepat untuk menerapkannya dalam pelajaran sejarah, tidak mungkin generasi sekarang berpikir untuk memilih Pemimpin Indonesia seperti pada masa zaman kerajaan Majapahit. Generasi muda sekarang ingin menerapakan kepemimpinan seperti pada masa Soeharto, lebih-lebih ingin menerpakan kpemimpinan zaman Soekarno, tentu dudah tidakan akan bias.
Hikmah Dan Pelajaran Kehidupan. Hikmah dan pelajaran kehidupan yang dapat kita ambil dari masa lalu tidak semua salah dan tidak semua benar, tetapi tergantung dari diri kita sendiri menyikapinya kalau mengambil nilai positif maka akan menghasilkan pemikiran yang positif bagi kita, namun hanya berpikir negatif maka yang terjadi adalah permasalahan negative bagi kita. Dari penjajah Belanda kita bisa belajar tentang bernegara, dari penjajah kita mengerti tentanbg hukum tata Negara, dan dari penjajah juga kita mengerti cara berpolitik. Dari penjajah pula kita paham nasionalisme dan menolak komunisme. Dan dari penjajah kita jadi mengerti bagaimana membangun komunikasi dengan Negara lain di luar Indonesia.
Melalui Penjajahan Jepang kita mengerti arti membela dan mencintai Negara, dari penjajah Jepang kita mengerti mempertahankan tanah air, patriotisme dan rela berkorban. Dari Penjajah Jepang kita mengerti arti penting peranan rakyat bagi pertahanan dan keamanan Negara. Dari penjajah Jepang kita mengerti arti militer dan ilmu kemiliteran, disiplin, patuh, dan taat kepada Negara.
Nilai Spiritual Yang Terkandung. Kata,”Indonesia” dapat membangkitkan semangat untuk membangun kebersamaan. Mengapa kata itu bias tepat? Ini kenapa bias terjadi? Apakah terjadi diskusi panjang untuk menentukan bentuk perjuangan itu dengan nama Indonesia? Kalau saja kata Indonesia tidak memiliki nilai spiritual tidak akan mungkin mampu menggerakkan dan menggelorakan nasionalisme perjuangan bagi pembebasan waktu itu.

Spiritual tidak memiliki hubungan dengan pemahaman klenik atau gaib tetapi spiritual adalah sesuatu semobyan yang memberikan keyakinan, tekad, semangat, dan impian dapat diraih dan mendapatkan kesuksesan. Kita bias lihat banyak semboyan dalam kehidupan dlingkungan kita apakah semuanya dapat mampu menggerakan dan menciptkan semangat? Tentu saja tidak hanya tertentu saja yang mampu melakukan hal itu. Dan inipun tidak lepas dari tuntunan Tuhan Yang Maha Kuasa, dan sebagai insane hamba Tuhan Ciptaannnya kita wajib bersyukur dan berterima kasih kpeda Sang Pencipta Dan Maha Adil pencipta Langit dan Bumi.

Politik Juga Penting. Peranan Politik sangatlah penting bagi kehidupan manusia, terutama berbangsa dan bernegara. Pada tahun 1928 sikap politik seperti ini yang masih diperlukan pada masa itu. Sumpah Pemuda lahir dalam tahun 1928, telah menyatukan diri dalam bentuk perlawanan Indonesia. Dan perlulah juga kita catat, bahwa Sumpah Pemuda dicetuskan oleh kalangan muda, juga merupakan kontrak-politik berbagai suku bangsa Indonesia, yang diwujudkan secara kongkrit oleh wakil-wakil angkatan muda mereka. Sumpah Pemuda adalah fondasi penting kebangkitan bangsa Indonesia dan landasan utama bagi pembentukan negara Republik Indonesia.

Paham Arti Pentingnya Sebuah Identitas. Tanpa identitas kita tidakan mengenal satu dengan yang lain. Dari ciri khas ke Indonesiaan maka kita akan berhubungan satu dengan yang lain. Tentu mencari dan menetukan identitas tidaklah mudah sehinggga Sumpah Pemuda merupakan penyematan dan penggunaan Identitas Indonesia yang pertama kalinya. Dengan begitu bangsa Indonesia tidak ragu lagi akan adanya perbedaan dan dominasi satu dengan yang lain. Tetapi menyatu berpadu dalam perbedaan Indonesia. Yang berdasarkan Pancasila.

Landasan Kemerdekaan. Ketika diproklamasikan kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945, kenapa bangsa Indonesia tidak lagi bertanya Indonesia yang mana? Kemerdekaan yang bagaimana? Negara yang bagimana? Mengapa pertanyaan itu tidak pernah ada karena bangsa Indonesia sudah memiliki landasan untuk memahami akan Indonesia yang diproklamasikan tersebut, sehingga keseragaman berpikir melahirkan satu kata satu perbuatan untuk kemerdekaan dan perjuangan Indonesia.

Bagaimana Melestarikan dan apa ancamannya ? Sejarah ini harus terus dilestarikan siapapun Presidennya dan Partai pelitik pendukungnya. Ketika pemahaman itu dapat diturunkan dari generasi ke generasi maka kan tercipta siklus dan dinamika sejarah yang tidak gaduh tapi berkesinambungan dan berkelanjut. Yang perlu dihindari adalah ada rotasi sejarah dalam kehidupan kebangsaan karena dengan adanya rotasi maka aka nada pergantian akibatnya akan terjadi suasan kompeti p[olitik yang saling balas membalas.
Seperti sekarang yang dilakukan sebagian bangsa Indonesia yang mantan anggota PKI dan penggemarnya, dengan mendompleng poluraitas Bapak Jokowi dan berlindung dibalik ketokohan Soekarno ingin membangun kembali sikap kebangsaan yang memberi kesempatan kepada PKI dan komunisme untuk berperan dalam politik Indonesia. Inilah yang merupakan bahaya laten dan ancaman keamana dan ketahanan Negara juga kelestariannya. Maka dari itu kewaspadaan itu sangat penting dan itu bias dilakukan kalau kita memahami dan mengerti sejarah Nasionalisme Indonesi dengan baik dan benar sesuai dengan Pancasila Dan Undang Undang Dasar 1945.

PENUTUP
Ketika beraneka-ragam kecenderungan permusuhan atau perpecahan mulai nampak membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa kita, maka mengisi Hari Sumpah Pemuda dengan jiwa aslinya adalah amat penting. Suara-suara negatif sebagai akibat interpretasi yang salah tentang otonomi daerah sudah mengkhianati jiwa Sumpah Pemuda. Maka perlu kita ingat bersama bahwa Sumpah Pemuda, yang dilahirkan sebagai hasil Kongres Pemuda II yang diselenggarakan tanggal 27-28 Oktober 1928 di Jakarta adalah manifestasi yang sangat membanggakan bagi kita bangsa Indonesia dari hasrat kuat kalangan muda Indonesia, yang terdiri dari berbagai suku dan agama, untuk menggalang persatuan bangsa dalam perjuangan melawan kolonialisme Belanda.

Dalam sejarah bangsa Indonesia, Sumpah Pemuda adalah perjuangan bangsa Indonesia bentuk baru dari perpaduan apa yang pernah dilakukan dari masa lalu yakni oleh berbagai suku di berbagai daerah, baik di Sumatera, Jawa, Sulawesi, Maluku dan pulau-pulau lainnya. Hanya yang membedakan kalau dulu masih perjuangan itu sebagian besar bersifat lokal dan kesukuan, Sumpah Pemuda lahir dalam tahun 1928, telah menyatukan diri dalam bentuk perlawanan Indonesia. Dan perlulah juga kita catat, bahwa Sumpah Pemuda dicetuskan oleh kalangan muda, juga merupakan kontrak-politik berbagai suku bangsa Indonesia, yang diwujudkan secara kongkrit oleh wakil-wakil angkatan muda mereka. Sumpah Pemuda adalah fondasi penting kebangkitan bangsa Indonesia dan landasan utama bagi pembentukan negara Republik Indonesia.

Sumpah Pemuda adalah Cermin Bhineka Tunggal Ika. Sumpah Pemuda adalah tonggak sejarah yang amat penting bagi perjalanan bersama bangsa kita. Dalam perjalanan perjuangan ini telah ikut serta banyak tokoh lokal dan nasional, dan menunjukkan betapa kuat Nasionalisem Indonesia bagi kemerdekaan Indonesia.Jadi, keagungan Sumpah Pemuda adalah adanya kenyataan bahwa ia merupakan produk bersama yang diciptakan oleh bangsa Indonesia.

Sumpah Pemuda mengingatkan kita semua bahwa Indonesia ini adalah milik kita bersama, dengan semangat dan jiwa asli Sumpah Pemuda yang dicetuskan dalam tahun 1928, kita perlu berusaha bersama-sama untuk menjadikan Indonesia yang berpenduduk 210 juta orang ini sebagai milik kita bersama. Indonesia adalah untuk semua golongan, yang merupakan berbagai komponen bangsa. Dengan mengibarkan panjji-panji Sumpah Pemuda, Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila kita perlu berjuang terus bersama-sama demi kepentingan seluruh rakyat, demi kesejahteraan dan kedamaian berbagai golongan suku, keturunan, agama, dan aliran politik.

NKRI HARGA MATI !!!!!!

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: