» » » MoU Kemenpar - AccorHotels, Kembangkan Pariwisata dan Perhotelan di Indonesia

Targetan Kementrian Pariwisata, 20 Juta Wisatawan Mancanegara tercapai.

SJO JAKARTA - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) melakukan penandatanganan Perjanjian Kerjasama atau MoU dengan Accor Group, MoU tersebut dalam upaya pengembangan sektor pariwisata di bidang perhotelan.  Penandatanganan MoU dilakukan oleh Sekretaris Kementerian Pariwisata, Ukus Kuswara dan Chief Operating Officer (COO) AccorHotels untuk Indonesia, Malaysia dan Singapura,  Garth Simmons disaksikan Menteri Pariwisata Arief Yahya. MoU tersebut merupakan penyempurnaan dari pakta yang telah ditandatangani pada 2012 yang lalu.  

Menpar Arief Yahya mengatakan, kemitraan strategis dengan para pemangku kepentingan (stakeholder)  pariwisata, termasuk dengan para pelaku bisnis pariwisata di bidang perhotelan seperti AccorHotels,  harus terus ditingkatkan dalam rangka meningkatkan kinerja pariwisata serta pencapaian target kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) tahun ini sebanyak 10 juta  dan pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) sebanyak 255 juta dan tercapainya target 20 juta wisman dan 275 juta pergerakan wisnus pada lima tahun ke depan.

“Keunggulan dalam price competitiveness dan natural tourism digital demand  tersebut menjadi PR kita bersama agar dapat dijadikan sebagai kekuatan dalam memenangkan persaingan global,” kata Menpar Arief Yahya pada acara penandatangan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Kementerian Pariwisata dengan Accor Hotels di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, Kemenpar, Kamis (15/10).  

Lebih lanjut Menteri Pariwisata Arief Yahya menjelaskan, untuk faktor price competitiveness  terjadi peningkatan 6 poin,  semula di ranking 9 meningkat menjadi ranking 3, sedangkan untuk natural tourism digital demand  khususnya permintaan informasi dan reservasi melalui web semula tidak bisa dinilai kini berada diranking 49 dunia.

“Sampai saat ini kami telah menggalang kemitraan dengan berbagai pihak di antaranya dengan  AccorHotels. Program  kemitraan kami dengan AccorHotels sebelumnya telah memberikan hasil positif,” lanjut Arief.

Beberapa program kolaborasi yang disepakati dalam MoU antara lain program edukasi media dan pameran wisata di Singapura dan Malaysia untuk mempromosikan destinasi wisata Indonesia, promosi “Pesona Indonesia” pada online portal AccorHotels.com maupun sosial media lainnya, serta kerja sama menyelenggarakan serangkaian turnamen Wonderful Indonesia Le Club AccorHotels.com Golf Tournaments 2015-2016 yang tengah berlangsung di Batam, Bali, Surabaya, Semarang, Yogyakarta, Medan dan Bandung.  Turnamen golf tersebut tahun lalu diikuti 600 pemain dari berbagai negara, sedangkan tahun ini diperkirakan akan diikuti 1.000 pemain golf Internasional.  

Pada MoU sebelumnya, program kolaborasi antara lain berupa penyediaan kanal khusus Indonesia di www.accorhotels.com/explore-indonesia, menyelenggarakan gathering agen-agen wisata Eropa di Bali agar menjual destinasi wisata Indonesia di negara mereka masing-masing,  perhelatan akbar merayakan Tahun Baru Imlek 2015 di Solo-Semarang, sertamenggencarkan pameran wisata Indonesia ke negara-negara Timur Tengah.  
Price Competitiveness, Prioritization of Travel & Tourism, dan Natural Resources merupakan tiga pilar penentu terhadap meningkatnya daya saing pariwisata Indonesia di tingkat global. Tahun 2013 dayasaing pariwisata Indonesia berada di ranking 70, tahun kini  berada di ranking 50 dari 141 negara,  dan diproyeksikan lima tahun ke depan berada di ranking 30 dunia.    
Meningkatnya daya saingtersebut karena faktor price competitiveness  antara lain ditunjukkan dengan semakin kompetitifnya tarif kamar hotel  atau  value for money yang dikeluarkan wisatawan mancanegara (wisman)  untuk akomodasi selama di Indonesia semakin tinggi. Begitu pula faktor natural resources untuk natural
tourism digital demand  khususnya dalam permintaan informasi dan reservasi hotel melalui web juga semakin meningkat.  

Menurut Garth Simmons, AccorHotels yang memiliki 100 hotel di seluruh Indonesia, hotel ke-100 di Makassar minggu lalu baru dibuka, siap untuk memberikan dukungan dalam penyediaan akomodasi para wisatawan dan juga penyerapan tenaga kerja.

“Hampir seluruh program kolaborasi AccorHotels dirancang untuk mendukung kemajuan industri pariwisata dan perhotelan di Indonesia. Salah satu kolaborasi yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini adalah perhelatan Indonesia Food Festival di Singapura yang berlangsung 21 Oktober sampai 14 November 2015. Para Chef dari Indonesia didatangkan untuk memberikan cita rasa otentik masakan nusantara di salah satuhotel di Singapura,”katanya.
 
AccorHotels merupakan grup hotel internasional yang memiliki 3.800 hotel dan tersebar di 94 negara, di antaranya di Indonesia. Jaringan hotel ini memiliki 180.000 tenaga kerja. Sebagai chain hotel internasional,  AccorHotels memiliki infrastruktur digital yang kokoh di antaranya berupa AccorHotels.com  yang dikunjungi 170 juta orang per tahun, 1 reservasi setiap 2 detik yang  tersedia dalam 18 bahasa  termasuk  bahasa Indonesia.(Ris/Don)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: