» » Buruh KASBI Demo Tolak RPP Pengupahan


SJO GARUT - Ratusan orang yang tergabung dalam Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) menggelar unjuk rasa di halaman depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Bandung, Rabu (28/10) siang.
Massa buruh berjalan kaki dari gedung DPRD Jawa Barat menuju gedung sate, mengenakan seragam warna "MERAH".

Buruh menuntut perbaikan kesejahteraan dan meminta Pemerintah berpihak kepada rakyat kecil. Tolak RPP Pengupahan, Tolak Upah Murah dan Kami butuh jaminan sosial bukan asuransi sosial, Jaminan Pendidikan dan Kesehatan Gratis bagi rakyat.

Dalam Orasinya, Koordinator Aksi Pengurus Pusat Federasi Persatuan Perjuangan Buruh Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (PP FPPB - KASBI) Bandung Raya - Jawa Barat, Sudaryanto Mengatakan, Dalam Situasi sekarang upah menjadi hal pokok dalam pemenuhan kebutuhan hidup kaum buruh dan keluarganya. Dan seperti kita tahu, seputaran industri atau kawasan pabrik buruh menjadi sumber berputarnya perekonomian masyarakat.

Dari kontrakan/rumah, warung, dan transportasi serta kegiatan lainnya yang menjadikan ekonomi bergerak. Maka sesungguhnya persoalan upah buruh juga menjadi persoalan masyarakat, upah buruh rendah akan mengakibatkan mati atau rendahnya perputaran ekonomi di daerah tersebut, Tambah Sudaryanto.

Menurutnya, bahwa pemerintah dan pengusaha tidak mau begitu saja memberikan upah yang layak bagi kaum buruh. Pemerintah membuat batasan upah buruh melalui Peraturan Menteri (Permen) no.17 tahun 2005 tentang standar upah buruh. Dimana dalam Permen 17/05 tersebut sejatinya hanya mengatur upah buruh lajang, standar hidup rendah dengan kualitas hidup yang sangat rendah serta tanpa kajian satu proses uji kajian ilmiah. Dengan kondisi tersebut tentunya Permen 17/05 tidak mampu menjawab kebutuhan hidup layak kaum buruh tetapi sebaliknya membuat buruh “hanya mampu bertahan hidup”. Ungkapnya.

Sementara itu, Aktivis Buruh sekaligus Ketua Umum KASBI, Nining Elitos, menurut survey yang didasarkan atas kebutuhan buruh, keluarga buruh dan masyarakat yang dilakukan oleh anggota KASBI maka untuk bisa dalam garis minimal memenuhi kebutuhan layak adalah upah tahun 2016 di bandung raya yang harus ditetapkan menjadi Rp.3.600.000,-.

Maka kami menuntut : Tolak Peraturan Pemerintah tentang Pengubahan, tetapkan UMK 2016 menjadi 3,6 Juta Rupiah, Rubah Permen 17/05, buat sistem persidangan secara terbuka dewan pengubahan, Hapus sistem kerja kontrak/Outsourcing, berantas korupsi termasuk dalam kasus ketenagakerjaan. Imbuhnya. (MAW)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: