» » Wagub : Jabar Perlu Replikasi Cara Australia Kembangkan Industri Kreatif

ADELAIDE, AUSTRALIA SELATAN - Festival OzAsia 2015 di Adelaide, Australia Selatan, bertema utama Indonesia. Sementara kesenian Jawa Barat menjadi sajian utama mewakili persembahan Indonesia, di samping penampilan duta seni-budaya negara lain se-Asia. Even ini semakin memperkenalkan seni-budaya Jabar di mancanegara.

Selain itu, pertemuan Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar dengan jajaran pemerintah Australia Selatan dan rektorat Universitas Flinders menghasil komitmen kuat masing-masing pihak untuk menjalin kerja sama bidang industri kreatif.

Pertemuan dimaksud, antara lain, dengan Premier Australia Selatan Jay Wetherill, Menteri Kesenian Jack Snelling, dan Gubernur Australia Selatan Hieu Van Le. Bersama Wagub Deddy beberapa anggota DPRD Jabar, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Jabar, serta Kepala Biro Otonomi Daerah dan Kerja Sama Setda Jabar.

Pertemuan dalam kerangka mempererat kerja sama "Provinsi Bersaudara" antara Jabar dengan Australia Selatan itu juga dihadiri Konjen RI di Sidney, Australia. Tak ketinggalan perwakilan Kedutaan Besar RI untuk Australia.

Penegasan tersebut diutarakan Wagub Jabar menjawab wartawan saat dalam perjalanan menuju teater Adelaide Festival Centre, Jumat malam (25/9/2015). "Beberapa konsep dan langkah-langkah disiapkan untuk kerja sama ekonomi. Positif, pokoknya. Termasuk rencana bidang seni-budaya, hasil pertemuan dengan Menteri Kesenian Australia Selatan," ungkap Deddy.

Menjelaskan detail pertemuan dengan Menteri Kesenian Australia Selatan Jack Snelling, Deddy yang juga budayawan mengatakan delegasi yang dipimpinnya memaparkan kekayaan seni-budaya Jabar. Potensi ini, kata Deddy, merupakan modal dasar pengembangan industri kreatif, yang nilai ekonominya tak terbatas.

"Saya katakan kepada Mr. Snelling bahwa Jabar memiliki 391 jenis seni-budaya. Jabar juga memiliki 1.739 cagar budaya. Salah satu yang sudah mendunia adalah angklung," uhar Deddy.

Industri kreatif di Jabar, lanjut Deddy, yang mulai berkembang seperti animasi, fashion. Sementara di Australia Selatan, kemajuan seni kontemporernya tak terbantahkan. Negara bagian ini juga, menurut Wagub lagi, berhasil memasarkan produk seni-budayanya sehingga menjadi andalan devisa.

Ditambahkan, atas keunggulan tersebut, jajaran Kementerian Kesenian Australia Selatan membuka kesempatan bagi pihak terkait di Jabar mengikuti serangkaian pelatihan manajemen seni, teknis kepegawaian, dan pertukaran tenaga profesional.

"Kita harus mereplikasi industri kreatif Australia Selatan yang sudah berjalan sangat baik. Dengan cara inilah kita upayakan agar kekayaan seni-budaya yang ada berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat Jabar," papar Deddy.

Wagub juga mengungkapkan sambutan baik Menteri Snelling. Kementerian Kesenian Australia Selatan siap bekerja sama memperkenalkan keragaman seni-budaya Jabar sehingga mendunia, seperti halnya angklung atau Bali. "Mr. Snelling sangat terbuka karena kerja sama ini juga menguntungkan mereka," ujar Wagub.

Pada Festival OzAsia 2015 yang digelar 24 September-4 Oktober 2014, Jabar mementaskan tari topeng dan samba sunda gamelan. Pergelaran ini, aku Deddy, mendapat apresiasi dari sekitar 350 penonton yang terdiri atas elit pemerintah dan warga Adelaide, Australia Selatan.(R)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: