» » Untuk PON, DPRD Dukung Anggaran Renovasi Si Jalak Harupat

SJO BANDUNG - DPRD Jawa Barat mendukung pengalokasian APBD untuk renovasi Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung. Perbaikan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan upacara pembukaan dan penutupan PON XIX dan Peparnas XV 2016 Jabar, yang sebelumnya direncanakan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Gedebage, Kota bandung.

Ketua Komisi V DPRD Jabar Agus Welianto Santoso mengatakan renovasi Stadion Si Jalak Harupat dibutuhkan guna memenuhi standar yang dibutuhkan untuk ajang olahraga multi even terbesar di Indonesia itu.

"Itu perlu biaya kan. Tentu kami dukung. Yang tidak mendukung penganggarannya sama dengan tidak mendukung Jabar Kahiji (juara umum)," kata Agus di Gedung DPRD Jabar, Kota Bandung, Rabu (2/9).

Bahkan, tandas Agus, DPRD Jabar meminta agar perbaikan digelar secepatnya sebab jadwal pelaksanaan PON yang semakin dekat. "Harus sekarang juga. Kami akan dukung di (APBD) perubahan (Jabar 2015)," ujarnya.

Agus menambahkan tim Komisi V DPRD Jabar memantau kondisi stadion yang berlokasi di Soreang itu pada Selasa kemarin (1/9). Berdasarkan pantauannya itu, kata Agus, seluruh bagian Stadion Si Jalak Harupat perlu perbaikan.

"Perlu rehab bangunan, lapangan parkir, kamar-kamar kecil, dan lainnya. Ini harus betul-betul penganggarannya. Dilaksanakan sebaik mungkin, tidak hanya wacana," papar Agus lagi.

Selain itu, masih menurut Ketua Komisi V, arena pertandingan lain di kawasan Stadion Si Jalak Harupat perlu mendapat perbaikan. Sedikitnya terdapat tujuh arena pertandingan lain yang berada di kawasan Stadion Si Jalak Harupat.

Karena perbaikan yang menyeluruh, agar nantinya Si Jalak Harupat benar-benar siap dipergunakan untuk PON XIX dan Peparnas XV, dana yang memadai harus disiapkan. Selain itu, pengerjaannya juga sesegera mungkin. "Harus ada tim percepatan yang dibentuk PB PON," Agus mengusulkan.

Agus mengutarakan penggunaan Stadion Si Jalak Harupat untuk upacara pembukaan dan penutupan PON dan Peparnas bersifat darurat. Keputusan pemindahan lokasi sehubungan penilaian Bareskrim Polri yang menilai GBLA tidak layak digunakan. Penilaian ini sehubungan penyidikjan kasus korupsi pada proyek GBLA yang ditangani Pemkot Bandung.

"Untuk pembukaan dan penutupan tentu terpaksa di Si Jalak Harupat. Daripada ribet, berisiko secara hukum, ya sudah di situ saja," tutur Agus.

Pemprov Jabar menganggarkan Rp60 miliar untuk pembenahan kawasan Stadion Si Jalak Harupat. Selain ini, pemprov juga membenahi akses jalan dari Tol Soreang menuju stadion. Jalan yang sebelumnya rata-rata lebarnya enam meter dilebarkan menjadi antara 9-12 meter.


«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: