» » » » Sekretaris Presidium Kesal, Terkait Sebaran SMS Deklarasi Mendukung JIHAD


SJO PANGANDARAN – Sekretaris Presidium Pemekaran Kabupaten Pangandaran Andis Sose berang dengan sebaran sms yang mengatasnamakan Presidium. sms tersebut berisi undangan deklarasi Presidium untuk mendukung pasangan calon bupati dan calon wakil bupati Jeje Wiradinata - Adang Hadari (JIHAD).

“Kami secara organisasi Presidium tidak ada kesepakatan untuk menggelar acara deklarasi mendukung JIHAD,” kata Andis Sose.

Andis Sose menambahkan, isi sms yang disebar sebagai berikut : Aslmkm, dalam rangka deklarasi presedium pembentukan kabupaten pangandaran dukungan JIHAD kami mengundang ke datangannya jam 8 pagi besok jumat di hotel mustika ratu. Disediakan amplop dan senek. Igra, ipsi, apsi,mui,bkprmi, mahasiswa. Hmi. Nu, bkmm. Muslimat, patayat, ipnu, Kirim masing2 10 orang.

“Ketua Presidium masih Pak Supratman, dan Sekretarisnya masih saya, kenapa terjadi sebaran sms atas nama Presidium. Saya tegaskan, sms tersebut bukan dari Presidium,” tambah Andis Sose.

Salah satu anggota Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Persiapan Pangandaran Dede Ihsan Rifa’i merasa tidak nyaman dengan adanya sebaran sms tersebut.

“Paling menyakitkan saat membaca kalimat Di sediakan amplop dan snack seolah harga diri organisasi yang diundang murahan dengan iming-iming dikasih amplop dan snack untuk menyaksikan acara deklarasi dukungan ke salah satu paslon cabu-cawabup,” kata Dede.

Hal ini seharusnya menjadi perhatian Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten Pangandaran, karena diindikasikan ada unsur penggiringan ke salah satu paslon dengan iming-iming akan dibagi amplop dan snack.

“Panwaslu harus melacak pemilik nomor 081 323 921 161 yang menyebar sms dan memberi peringatan karena sudah menodai hak demokrasi dan meremehkan yang di undang dengan iming-iming amplop dan snack,” tambah Dede.

Sementara Ketua Kelompok Kerja Bidang Penindakan Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten Pangandaran Uri Juwaeni mengatakan, pihaknya akan segera melakukan pemantauan ke acara tersebut.

“Kalau isi amplopnya lebih dari Rp20 ribu masuk pada indikasi money politik, kita akan lakukan monitoring kelapangan,” singkatnya.(iwn)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: