» » » » Satelit Maritim Indonesia Lapan A2/ Orari Diluncurkan


SJO BOGOR - Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mendampingi Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) bersama  serta Menristek Dikti Muhammad Nasir dan Kepala Lembaga Penerbangan & Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin menekan tombol sirine, sebagai tanda diluncurkannya satelit ekuatorial pertama Indonesia, yaitu Lapan-A2/Lapan-Orari di Pusat Teknologi Satelit Lapan, Jl. Cagak Satelit Km. 4, Rancabungur, Bogor pada Kamis (3/9). Satelit ini merupakan pemantau kemaritiman Indonesia yang nantinya akan diberangkatkan ke India dengan pesawat kargo dan diluncurkan ke orbitnya dengan roket India.

“Satelit ini untuk pemantauan dalam hal apapun, untuk pertanian kita, cuaca maritime, semuanya akan sangat bermanfaat kalau dilihat dari atas. Seperti kapal masuk, kapal keluar bisa dilihat. Pertanian juga, berapa yang hidup, berapa yang mati bisa dilihat,” ungkap Jokowi usai acara.

Lapan-A2 merupakan satelit ekuatorial pertama di Indonesia yang sepenuhnya hasil pengembangan para peneliti dan perekayasa Lapan. Seluruh kegiatan perancangan pembuatan, dan pengujiannya selesai pada Agustus 2012 di dalam negeri. Keberhasilan pembangunan satelit ini telah membangkitkan kepercayaan diri dan kemandirian bangsa. Pencapaian kemandirian penguasaan teknologi satelit mikro ini juga merupakan langkah maju setelah sebelumnya berhasil melaksanakan program pembangunan satelit Lapan-A1/Lapan-Tubsat, hasil kerja sama dengan TU Berlin, Jerman. Lapan-A1 telah diluncurkan pada 2007 yang saat ini masih berada di orbit pada ketinggian 630 km, namun masa operasionalnya telah berakhir pada 2013.

Lapan-A2 akan diorbitkan dekat ekuator dengan inklinasi 6 derajat pada ketinggian 650 km dari permukaan bumi. Satelit berbobot 78 kg ini membawa misi pemantauan permukaan bumi, identifikasi kapal laut, dan komunikasi radio amatir. Untuk pemantauan wilayah RI, satelit Lapan-A2 membawa kamera analog dengan resolusi 5 m dan kamera digital dengan resolusi 4 m. Dengan orbit ekuatorial, Lapan-A2 akan melintasi wilayah Indonesia 14 kali setiap hari.

Sementara untuk melakukan pemantauan lalu lintas kapal, operasi keamanan laut, perikanan, dan eksplorasi sumber daya kelautan Indonesia, akan menggunakan Spaceborne Receiver Automatic Identification System. Dengan demikian cakupan area pengamatan dapat mencapai ribuan kilometer. Sementara itu, misi komunikasi amatir pada Lapan-A2 bertujuan untuk komunikasi pada kondisi darurat bencana dan kegiatan radio amatir dalam mendukung kepentingan nasional.

Dengan sistem satelit pemantauan maritim Indonesia berbasis pengambilan citra dan identifikasi automatis yang yang disiapkan Lapan, maka satelit Lapan-A2 akan mendukung program dan misi presiden untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara maritim yang mandiri, maju, kuat, dan berbasiskan kepentingan nasional. Satelit ini juga akan menukung keamanan nasional demi menjaga kedaulatan wilayah Indonesia dan meningkatkan kemandirian nasional sesuai dengan Nawacita pertama, yaitu untuk memperkuat jati diri sebagai negara maritim.

Lapan-A2 merupakan langkah kecil, namun beharap dengan dukungan Presiden, akan menjadi langkah awal untuk melompat menuju kemandirian bangsa, khususnya dalam bidang teknologi antariksa. Apalagi, saat ini teknologi antariksa sudah menjadi kebutuhan mutlak dalam kehidupan bangsa yang modern.

“Kedepan yang namanya penelitian, pengembangan akan kita berikan porsi yang lebih besar. Tetapi sekali lagi untuk penelitian-penelitian yang konkrit, yang memang diperlukan oleh negara ini, oleh masyarakat dan untuk visi kita kedepan-baik untuk pengembangan energi, maritim, khususnya kesana,” tutup Jokowi di hadapan awak media yang hadir.

Turut hadir pada kesempatan ini, jajaran Menteri di Kabinet Kerja lainnya, seperti Menko Kemaritiman Rizal Ramli, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, serta para pejabat terkait lainnya dan para tamu undangan.

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: