» » » » PPDP Bubar, Honor Belum Dibayar


SJO PANGANDARAN – Pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih oleh petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) berakhir. Mereka bekerja sejak 15 Juni hingga 19 Agustus lalu. Namun, ribuan personel itu belum bisa menikmati honor  karena hingga kini belum juga dibayarkan pihak KPU. Total uang yang belum dicairkan KPU sebesar Rp 960 juta.

Yatiman (45) seorang PPDP di Kecamatan Pangandaran, belum menikmati uang hasil kerjanya sebagai petugas pemutakhiran data pemilih. Padahal, pekerjaannya sudah selesai. Seharusnya, KPU menyiapkan honor sebelum coklit selesai.
Dengan demikian, pekerjaan petugas selesai, honor mestinya bisa langsung dicairkan. Dia mengakui upah tiap PPDP terbilang kecil. Namun, petugas tetap berharap uang tersebut segera dibayar.

”Apalagi pekerjaannya sudah selesai, ya segera lah dicairkan,” katanya kemarin.

Bapak dua anak itu menambahkan, pekerjaan petugas pemutakhiran data tergolong berat. Mereka harus mendatangi satu per satu rumah penduduk. Tujuannya, memastikan jumlah keluarga yang sudah bisa memilih.
Selain butuh tenaga, PPDP butuh biaya transportasi. Karena itu, Hadi berharap, honor tersebut segera dibayar.

”Yang jelas, biaya transportasi itu ditanggung sendiri,” ujarnya.

Saat dikonfirmasi, Kasubag Program KPUD Pangandaran Imam Mustofa S.Sos tidak menampik bahwa honor PPDP belum dibayar. Menurut dia, masih ada persoalan administrasi yang belum selesai.

”Insya Allah minggu depan. Kalau uangnya sudah ada, tinggal menunggu proses itu. Kalau selesai bisa langsung dicairkan,” terang Imam.

Untuk diketahui, jumlah keseluruhan honor untuk PPDP di Pangandaran mencapai Rp 304,8 juta. Perinciannya, tiap petugas mendapat Rp 300 ribu dan total PPDP berjumlah 1016   orang.(iwn)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: