» » Persoalan Lingkungan, Masalah Edukasi


SJO KAB. BANDUNG -- Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar bersama dengan Bupati Kabupaten Bandung Dadang M Naser, Direktur Jenderal Pengendalian Daerah Aliran Sungai (DAS) dan Hutan Lindung Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLKH) Hilman Nugroho, serta Rektor Universitas Padjajaran Tri Hanggono Achmad, melaksanakan Kegiatan Penanaman 1 Milyar Pohon dan Launching Sumur Resapan, di DAS Citarum Hulu, desa Lebak Muncang, kecamatan Ciwidey, kabupaten Bandung, pada Sabtu (12/9).

Sebanyak 1 milyar pohon berbagai jenis akan ditanam oleh sekitar 2000 ribu Mahasiswa baru UNPAD angkatan 2015, beserta para Mahasiswa dari Universitas lain, juga para pelajar mulai dari tingkatan SD, SMP, SMA se-Jawa Barat, di kawasan rehabilitasi hutan dan lahan DAS Citarum Hulu.

Kunci penting dari program yang merupakan wujud peduli terhadap lingkungan ini, adalah manfaat yang bukan hanya dirasakan langsung bagi kehidupan sekerang, tetapi juga untuk generasi yang akan datang.

Wagub Deddy Mizwar pun memaparkan bahwa persoalan lingkungan adalah persoalan edukasi. Maka yang harus terjun kedalamnya adalah para kaum terpelajar. Karena, kaum terpelajar paham ilmu, manfaat, dan aplikasi apa yang harus diterapkan pada lingkungan yang diterjuninya.

“Kegiatan ini diinisiasi bekerjasama dengan Mahasiswa, karna Mahasiswa salah satu simbol generasi muda yang terpelajar. Persoalan lingkungan sebenarnya adalah masalah edukasi, masalah pendidikan. Kalau generasi muda seperti kalian sebagai mahasiswa sudah melakukan hal yang betul tentang lingkungan, kita harapkan generasi yang akan datangnya akan lebih baik.”paparnya.

“persoalan-persoalan lingkungan pertama adalah persoalan edukasi pendidikan tentang apa manfaatnya, menanam pohon manfaatnya menjaga air, karna faktor pendidikan.” Tegasnya.

Rektor Unpad Tri Hanggono mengatakan, para peserta penanam pohon diharapkan tidak hanya giat dalam acara ceremonial penanaman pohon saja, tapi juga bertanggung jawab dalam pertumbuhan dan perkembangan pohon yang ditanamnya, sebagai Wali Pohon. Hal tersebut ditujukan untuk menanamkan Komitmen sikap menjaga sumber daya untuk keberlangsungan hidup dalam jangka panjang.

Sejalan dengan Wagub Deddy Mizwar, dirinya pun bangga, pemikiran tentang pelestarian lingkungan ini tumbuh sejak Mahasiswa. Sehingga kaum akademisi tidak hanya berkomitmen di bidang akademis saja. Karena, kehadiran kaum terpelajar di tengah masyarakat, untuk mengaplikasikan ilmu yang dimilikinyalah yang akan mendatangkan kemaslahatan.

“Kami semakin berbangga, karna pemikiran ini sudah tumbuh sejak Mahasiswa. Jadi gerakan-gerakan ini penting sekali, bukan hanya berkomitmen dari aspek akademisnya, tapi harus diimplementasikan juga kepada masyarakat. kehadiran akademisi di masyarakat itulah yang betul-betul kami harapkan, sehingga aspek kemaslahatan lebih cepat terasa.” Ungkap Tri Hanggono.

Sementara itu, Sumur Serapan Air yang dipercontohkan pada kesempatan tersebut mempunyai spesifikasi sebagai berikut: Ukuran panjang 1,3 m - lebar 1,3 meter, kedalaman 3 m. Efektif melewatkan air 3-10 m3/jam atau setara dengan 1,67 ltr/det/200 m2 atau 83,3 ltr/ha.

Rencananya Sumur Serapan itu akan dilokasikan di pemukiman warga, garasi, taman kota, sekolah, mesjid, dan tempat atau sarana public lainnya. Dan akan berfungsi untuk mengurangi limpasan dan meresapkan air, serta tentunya memelihara tanah.

Turut hadir pada acara, Kepala Dinas Perhutanan Jawa Barat, Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, OPD terkait, Kapolda Provinsi Jawa Barat, Pangdam III Siliwangi, perwakilan Kejaksaan Tinggi Negeri Jawa Barat, jajaran pimpinan Fakultas Pertanian UNPAD, Ketua DAS Citarum, Camat Ciwidey, Kapolsek, Kades Lebak Mungcang, serta Mahasiswa baru Unpad Angkatan 2015, dan para pelajar tingkat SD, SMP, SMA setempat, sebagai peserta penanaman pohon.(R)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: