» » » PEMIMPIN DAN DARK SIDE NYA


Oleh : Ruly Rahadian

Di dunia ini selalu ada "lawan" dalam keseimbangannya.. gelap terang, besar kecil, hitam putih, siang malam dan masih banyak lagi. Manusia sebagai mahluk yang dianugerahi pikiran dan rasa, juga memiliki kontradiksi dalam dirinya. Banyak orang terlihat baik dengan segala hal ideal, namun dibalik itu mempunyai sisi gelap yang seakan tidak mungkin dilakukan oleh manusia dengan casing seperti yang ditunjukkan atau dicitrakannya selama ini.

Ada seorang ulama yang terlihat alim, santun, agamis, tiba-tiba berbuat hal yang sangat tidak pantas di muka publik dengan kasarnya memaki bahkan menampar santrinya.
Seorang artis yang cantik, lemah lembut, terlihat begitu anggun, ternyata terbongkar oleh media massa sebagai pengguna narkoba dan mempunyai sisi kehidupan yang liar.
Seorang penegak hukum yang terlihat begitu bijak dan lungguh, ternyata seorang koruptor yang mempermainkan kekuasaannya di ranah hukum sehingga mengeruk uang dengan melanggar sumpah jabatannya sendiri.

Begitu pula dengan sosok pemimpin yang rentan dengan hal-hal kontradiktif dalam dirinya, sering duji dengan hal-hal yang bersifat emosional, sehingga tidak jarang seorang pemimpin apalagi seorang pejabat publik yang diuji dengan pengendalian sisi gelap yang ada dalam diri mereka.
Seorang pemimpin mau tidak mau, suka tidak suka, harus menjaga citra dirinya. Artinya, seorang pemimpin harus memberikan citra baik di muka publik. Bukan hal yang munafik jika sampai pada batas kewajaran, seorang pemimpin harus memberikan keyakinan kepada masyarakat bahwa ia adalah sosok yang dapat diandalkan masyarakatnya. Celakanya, jika citra yang dibangun secara berlebihan justru akan menekan batas kewajaran dan toleransi sifat dasar pemimpin tersebut.

Toleransi yang dimiliki setiap seorang pemimpin tentunya tidak sama. Ada yang mampu mengatur emosinya dengan baik, ada pula yang sangat kurang dalam kepiawaian mengelola emosinya. Pencitraan yang dibangun pemimpin tersebut, seyogyanya harus disesuaikan dengan karakter dasarnya, sehingga ketika gelas penampung emosi dalam menghadapi segala permasalahan yang muncul, akan tetap stabil, karena tidak ada yang dipaksakan dalam mencitrakan hal ideal yang harus ia tunjukkan sebagai kinerjanya di muka publik. Jika pencitraan yang dibuat ternyata melampaui kapasitas dirinya, maka gelas penampung emosi akan pecah berantakan, dan muncullah sikap-sikap yang tak terkendali sehingga hal-hal buruk dari sisi gelapnya akan bangkit mendominasi sisi ideal yang dibangunnya.

Kita sebagai manusia yang sadar akan sisi gelap kita sendiri, sebaiknya mulai berusaha mengelola sisi buruk atau sisi gelap yang sering disebut dengan istilah Dark Side. Dark Side dari diri kita jika dikelola atau dimanage dengan baik, sebenarnya merupakan sebuah energi luar biasa dalam langkah kita dalam meniti kehidupan kita. Banyak yang bisa kita ambil dari dark side kita untuk menjadi Bright Side bahkan bisa menjadi Brighter Side dalam kehidupan kita yang akan menjadi sikap dan sifat positif seperti sikap berani, sikap militan, sikap cerdik, sikap tegas dan banyak lagi yang bisa kita transformasikan sebagai sikap yang terkandung dalam nilai-nilai BELA NEGARA.

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: