» » » Miris, 70 persen Cendramata di Pangandaran Bukan Produk Lokal


SJO PANGANDARAN – Anda pernah membeli tirai dari kerang atau asbak berbahan kerang dari objek wisata Pantai Pangandaran? Tentu anda akan menyangka bahwa cendramata tersebut produk asli Pangandaran. Anda salah, sebab ternyata produk tersebut kiriman dari Jawa Timur.

“Hampir sebagian besar cendramata di Pantai Pangandaran kiriman dari daerah lain. Baik dari Tasikmalaya, Jawa Tengah bahkan dari Madura Jawa Timur,”kata Undang, grosir cendramata yang ada di Pasar Wisata Pangandaran, kepada seputarjabar.com, Jumat (03/09)

Undang menuturkan, cendramata seperti gantungan kunci, asbak, gelang serta kalung berasal dari Jawa Tengah. Sedangkan tirai kerang, kap lampu, dan bahan kerang berasal dari Madura Jawa Timur. Sementara kerajinan anyaman baik tas, sandal, maupun topi tradisional berbahan mendong berasal dari Tasikmalaya.

“Hampir 70 persen bukan produk asli Pangandaran,”tegasnya.

Hal tersebut dibenarkan Diding pengrajin hiasan kerang asli Pangandaran. Menurutnya produk asli Pangandaran, jenisnya sangat terbatas.

“Kalau hiasan dinding dari kerang berbentuk pigura hampir dipastikan produk asli Pangandaran. Ada lagi seperti lampu hias, jam pasir, cermin itu juga produk sini. Tapi kalau yang lainnya sebagian besar kiriman dari daerah lain,”jelasn Diding yang juga membuka kios di Pantai barat Pangandaran.

Diding menambahkan, pengrajin Pangandaran bukannya tidak mampu membuat sendiri, namun bahan bakunya seperti kerang dan pasir sudah dilarang pemerintah.

“Padahal untuk  jenis cendramata yang laku di Pangandaran, harus berbahan baku pasir laut dan kerang. Jika tidak mengandung bahan tersebut, tidak diminati wisatawan,”ujar Diding. (iwn)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: