» » » Langkah Buwas Terhenti Kebuasan Penguasa


Oleh : Peter S Simo Wibowo SH

Pada awal menjabat sebagai Kabareskrim Komjen Budi Waseso yang menggantikan Komjen Suhardi Alius masyarakat sempat menilai apriori terhadap kinerja pak Buwas yang seolah olah memang terkesan terlampau "buas" terutama gebrakan awal menghadapi para komisioner KPK yang sebelumnya telah menyematkan status tersangka kepada Komjen Budi Gunawan yang dalam hal ini adalah senior sekaligus mantan atasan langsung Komjen Buwas semasa menjabat sebagai Kasespim Polri dan Komjen BG menjabat sebagai Kalemdikpol Polri yang membuatnya terjegal dalam rangka menduduki kursi Kapolri, Langkah pak Buwas begitu tersirat jelas seolah - olah Komjen Buwas dengan jabatan Kabareskrim yang diembannya diduga langsung menerapkan "politik Balas Dendam" kepada hampir seluruh Komisoner KPK terutama kepada Ketua KPK nonaktif Abraham Samad dan Bambang Widjajanto yang sampai - sampai mengalami drama penyergapan dan penangkapan didepan anak - anaknya.

Komjen Buwas semasa diangkat untuk menjabat Kabareskrim memang seolah - olah terkesan dipaksakan karena dari segi karier beliau dianggap belum memenuhi kualifikasi untuk menduduki jabatan Kabareskrim, dikarenakan semasa karier dikepolisian Buwas baru satu kali menjabat sebagai Kapolda tipe B dengan pangkat Brigjen dan belum pernah menduduki jabatan Kapolda tipe A dengan pangkat Irjen, sedangkan rekan rekan senior yang sudah lebih dulu berpangkat Inspektur Jendral dianggap lebih pantas menggantikan Komjen Suhardi Alius ternyata bisa disalipnya dengan mudah, hal ini sangat ditentang keras oleh Komjen Purn Oegroseno yang pernah menjabat terakhir sebagai Wakapolri, bahkan pernah menyebutnya Budi Waseso adalah " penyakit " di tubuh Polri.

Namun seiring berjalannya waktu Komjen Buwas semasa menjabat Kabareskrim memang telah menunjukan prestasi yang gemilang, beliau menunjukan kelasnya sebagai aparat penegak hukum dan sebagai orang nomor satu di jajaran Bareskrim dikenal pemberani dan tak kenal takut, satu demi satu kasus - kasus besar diungkap dan di disikat Bareskrim, yang mana tadinya sebelum Buwas menjabat sebagai Kabareskrim kasus - kasus besar tersebut hanya bersifat wacana saja untuk diungkap jajaran penegak hukum tanpa ada action yang pasti, karena patut diduga terlampau banyak oknum - oknum pejabat yang terlibat didalamnya dan turut membackingi, namun Komjen Buwas sesuai koridor dan prosedur hukum yang ada telah memperlihatkan kepada seluruh masyarakat Indonesia bahwa hukum patut untuk ditegakkan dan dijunjung tinggi, dan hingga pada akhirnya stigma masyarakat yang awalnya apriori mulai bergeser dan berbalik menjadi mengapresiasi kinerja Komjen Budi Waseso.

Dengan kewenangan yang begitu besar dan luas Kabareskrim yang membawahi direktorat Kriminal Umum, direktorat Reserse Narkoba dan direktorat kriminal khusus sangatlah leluasa untuk pak Buwas menunjukan "kebuasan" beliau dalam memberangus para koruptor - koruptor yang tadinya belum tersentuh oleh lembaga KPK dan pelaku - pelaku kejahatan narkoba dan cyber crime internasional sekalipun berhasil diungkap oleh jajaran Bareskrim dibawah kepemimpinan Komjen Budi Waseso, kasus korupsi kondensat, kasus raja narkoba Freddy Budiman, kasus penipuan cyber crime internasional yang melibatkan ratusan wna Taiwan dan Tiongkok, kasus korupsi Pertamina Foundation, kasus mafia dwelling time Tanjung Priok, Kasus korupsi pengadaan mobil crane di PT. Pelindo II seluruhnya adalah kasus - kasus besar yang sebelumnya tidak pernah digarap penegak hukum dan tidak mencuat ke publik.

Tetapi ada pepatah lama yang mengatakan " diatas langit masih ada langit " setinggi apapun kekuasaan dan kewenangan Kabareskrim ternyata masih ada kekuasaan dan kewenangan yang lebih tinggi lagi dan sangat disayangkan patut diduga kekuasaan tersebut termasuk golongan yang tidak mendukung marwah Bareskrim untuk menegakkan hukum. Malahan ada rumor miring yang menyebutkan Komjen Budi Waseso dengan kegarangannya memimpin Bareskrim dianggap membuat gaduh negeri dan menghambat pertumbuhan dan pemulihan perekonomian Indonesia ??? Sungguh pernyataan yang sangat naif. Puncaknya adalah kasus korupsi pengadaan mobil crane PT. Pelindo II yang ditangani Bareskrim dan dilakukannya penggeledahan kantor Direktur utama PT. Pelindo II RJ Lino secara demontratif mengungkapkan ketidak sukaan nya dan langsung pada saat penggeledahan berlangsung beliau menghubungi Kepala Bappenas Sofyan Jalil dan memprotes penggeledahan Bareskrim tersebut dan sambil mengancam akan mengundurkan diri dari jabatan Dirut apabila masalah ini tidak segera di clear kan oleh Presiden, sungguh menyedihkan pemerintah yang berkuasa ternyata diduga berpihak kepada golongan koruptor dan pihak yang tidak mendukung penegakkan hukum !!!    

Akhir dari cerita Komjen Buwas karier dan jabatan sebagai Kabareskrim diakhiri begitu saja setelah berupaya mengungkap kasus penyelewengan korupsi pengadaan mobil crane PT. Pelindo II, kewenangan Kabareskrim yang begitu luas akhirnya " disunat " dengan mencopot Komjen Buwas, memang langit diatas Kabareskrim cukup lihai memainkan peranannya Komjen Buwas akhirnya ditempatkan sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional bertukar posisi jabatan dengan Komjen Anang Iskandar yang akhirnya menempati kursi Kabareskrim, dengan dalih prestasi dan keberanian pak Buwas dibutuhkan untuk memimpin pemberantasan narkoba di Indonesia, secara jabatan memang pak Buwas naik kelas menjadi pejabat esselon I tetapi masalah kewenangan kini dengan jabatan yang di amanahkannya pak Buwas hanya dapat berkutat di sektor pemberantasan Narkoba, tidak seperti pada posisi Kabareskrim yang dapat menyentuh seluruh aspek kejahatan termasuk narkoba tentunya.

Sebagai masyarakat yang melek hukum dan mendukung proses penegakkan hukum sangat disayangkan ternyata patut diduga pola - pola penguasa yang pusat - pusat bisnisnya terganggu dengan langkah Komjen Buwas dengan entengnya menggeser jabatan seseorang demi melindungi pundi - pundi korupsinya agar berlangsung langgeng dan tentunya disini mengorbankan hak - hak rakyat, menyedihkan sekali cerminan realita penguasa kita yang selalu tidak berpihak kepada rakyat !!

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: