» » Jadi siapa pembunuh Akseyna ??

Oleh : Peter S Simo Wibowo SH

Sudah hampir tujuh bulan misteri pembunuhan Akseyna Ahad Dori belum juga terungkap, Mahasiswa cerdas Universitas Indonesia yang jenazahnya ditemukan mengambang dikolam Kenanga komplek kampus UI pada 26 Maret 2015 masih menjadi pertanyaan besar bagi publik siapakah gerangan yang telah tega menghabisi nyawa Akseyna putra seorang Kolonel Angkatan Udara Mardoto.

Dengan berbagai petunjuk yang ada Polisi masih terus mendalami kasus pembunuhan mahasiswa tersebut, karena diyakini bahwa alibi yang tadinya sempat beredar bahwa Akseyna melakukan bunuh diri ternyata hal tersebut dibantah oleh pihak Kepolisian setelah memeriksa sejumlah saksi dan alat bukti yang ada. Namun demikian pembunuhan Akseyna hingga kini masih juga menjadi misteri siapa kah pelakunya masih belum juga bisa diamankan oleh pihak Kepolisian, tak seperti kasus - kasus pembunuhan lainnya seperti kasus pembunuhan contohnya Tata Chubby hanya berselang empat hari pihak resmob jatanras Polda Metro Jaya telah berhasil menangkap pelaku dan mengungkap motif pembunuhnya atau kasus pembunuhan warga negara Jepang Yoshimi Nishimura di apartemen Casagrande dengan sigap Kepolisian mengamankan para terduga pembunuhnya, namun khusus cerita pembunuhan Akseyna Kepolisian seolah kesulitan untuk mengungkap motif dan pelaku pembunuh Akseyna secara pasti.

Biasanya kejahatan pembunuhan atau penghilangan nyawa orang secara paksa karena tergolong kejahatan yang serius dan juga tergolong kejahatan yang melanggar HAM pihak Kepolisian khususnya Direktorat Reserse akan bertindak cepat dan berupaya semaksimal mungkin untuk mengungkapnya, apalagi kasusnya sudah ditangani oleh tingkat Polda Metro Jaya yang mana para penyidik - penyidik senior dan handal ada didalamnya, biasanya dapat dipastikan pelaku akan tertangkap dalam waktu yang relatif cepat, tetapi hingga saat ini faktanya pelaku pembunuh Akseyna masih melenggang menghirup udara bebas belum tersentuh hukum untuk mempertangung jawabkan perbuatannya.

Sepintas melihat kondisi keadaan jenazah Akseyna hampir dipastikan Akseyna dibunuh dengan sangat terencana dan tergolong rapi hampir tidak meninggalkan petunjuk untuk digali oleh penyidik, yang mana pelaku sudah sepantasnya apabila tertangkap kelak patut dikenakan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan jo. 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman maksimal yaitu hukuman mati. Kecuali apabila memang diduga pembunuhan Akseyna adalah hasil dari suatu cipta kondisi oleh pihak - pihak yang kurang berkenan dengan kecerdasan korban ?? yang dianggap suatu saat akan menimbulkan suatu potensi ancaman bagi pihak - pihak tertentu, seperti contoh kasus Mahasiswa jenius asal Indonesia yang berkuliah di Singapore David Hartanto pada 2009, seolah olah kasus kematian David adalah bunuh diri namun ternyata David dibunuh gara - gara teknologi nirkabel penghantar listrik penemuannya, siapa yang membunuh david konon katanya adalah dosen pembimbingnya sendiri yakni Prof. Chan, memang agak sedikit janggal namun itulah mungkin yang diduga yang dinamakan sebuah cipta kondisi, wallahuallam.

Namun saat ini masyarakat hanya bisa berharap pembunuh Akseyna dapat segera tertangkap dan pihak Kepolisian dalam hal ini Polda Metro Jaya dapat segera melacak dan mengamankan pelakunya untuk bertanggung jawab dimuka hukum, yang mana ini menjadi pekerjaan rumah yang cukup berat untuk diungkap Direktorat Kriminal Umum Metro Jaya sehingga tidak menjadi bola liar dan tidak menimbulkan spekulasi - spekulasi seperti terpapar diatas, mudah - mudahan pelaku pembunuh Akseyna segera sadar atas perbuatannya, insyaf bertobat dan segera menyerahkan diri kepada pihak berwajib. Untuk Akseyna semoga arwahnya diterima dengan tenang disisiNya.

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: