» » » Inilah Bantahan KPU Jabar, Terkait Tudingan HMI dan PMII


SJO PANGANDARAN - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Barat membantah tudingan HMI dan PMII terkait mekanisme dan rekruitmen pembentukan Panitia Seleksi (Pansel) pembentukan KPU Pangandaran tidak transparan.

Divisi Sosialisasi dan Sumber Daya Manusia (SDM) KPU Jawa Barat Nina Yuningsih mengatakan, seleksi pansel yang dilakukan KPU Jabar sudah sesuai dengan mekanisme yang berlaku.

“Terkait kekhawatiran yang dilontarkan oleh HMI dan PMII hal yang wajar, karena mereka ingin menunjukan eksistensinya sebagai kontrol sosial,” kata Nina.

Namun, alangkah baiknya kawan-kawan HMI dan PMII memahami terlebih dahulu Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 2/2013. Terlebih dari itu, KPU Jabar tidak mempunyai kepentingan politis dalam pembentukan Pansel.

“Kami pun melakukan tahapan pembentukan Pansel melalui pemeriksaan dokumen terlebih dahulu dan menetapkannya melalui rapat pleno,” tambah Nina.

Nina menambahkan, Pansel yang terbentuk merupakan keterwakilan tokoh, akademisi, profesi dan perempuan. Sehingga, dari sekian kandidat yang masuk diputuskan lima orang dengan berbagai pertimbangan.

“Untuk pansel tidak ada tes dan pengumuman secara terbuka. Secara teknis KPU Jabar mengirim surat ke perguruan tinggi, pemda dan lembaga yang dianggap kredibel untuk mengirim nama yang layak dipertimbangkan jadi pansel,” pungkas Nina.

Sementara Ketua HMI Cabang Ciamis-Pangandaran Adad Muslim Aziz menyayangkan, dalam pembentukan Pansel tidak ada hak sanggah dari masyarakat terkait formulasi Pansel.

“Pelaksanaan penetapan Pansel diduga tidak demokrasi, karena masyarakat tidak mempunyai hak sanggah,” kata Adad.

Pansel merupakan posisi yang sangat strategis untuk merekomendasikan 10 nama calon komisioner ke KPU Jabar untuk dijadikan KPU Pangandaran, untuk itu Pansel harus steril dari kepentingan politik praktis dan bersih dari Korupsi Kolusi Nepotisme (KKN).

“Bila hal ini tidak dipantau secara ketat, tidak menutup kemungkinan terjadi kongkalingkong, bahkan kemungkinan besar Pansel meloloskan calon komisioner KPU Pangandaran dari titipan orang politik atau bahkan terjadi praktek trensaksional,” pungkas Adad.(iwn)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: