» » Gubernur Jabar Raih Penghargaan Pembina K3 Nasional 2015

SJO JAKARTA -- Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mendapatkan penghargaan Pembina K3 Nasional Tahun 2015, di ruang Birawa Hotel Bidakara, jl. Jend. Gatot Subroto Kav.71-73, Jakarta Selatan, pada Kamis (10/9) malam. Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Hanif Dhakiri kepada Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar.

Penghargaan Pembina K3 ini diberikan kepada para kepala daerah yang berhasil menekan angka kecelakaan kerja (zero accident) di daerahnya masing-masing. Penghargaan tersebut  diperoleh berdasarkan hasil evaluasi tingkat pusat dengan mempertimbangkan pelaksanaan uji petik berdasarkan laporan lembaga audit SMK3 (Sistim Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja).

Selain hak dasar bagi setiap pekerja, dan kewajiban utama bagi para pelaku industri, K3 juga ditujukan untuk menjamin kesehatan dan keselamatan warga di sekitar lokasi kerja industri. Berdasarkan hal tersebut, Kemnaker mengangkat tag line baru dalam rangka sosialisasi K3, yaitu 'Safety is my life' selain 'Saya pilih selamat' yang telah dicanangkan tahun sebelumnya. Dengan harapan, K3 akan menjadi budaya, perilaku selamat yang senantiasa tercermin di kehidupan sehari-hari.

Dengan demikian, Wagub Deddy Mizwar pun menilai dunia industri, para pekerja, termasuk pemerintah, harus membangun koordinasi dan integrasi yang baik, layaknya membangun sebuah mitra. SMK3 juga merupakan investasi untuk meningkatkan produktifitas. Maka Sistem Manajemen ini diperlukan untuk mencegah dan mengurangi terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja, untuk menjamin setiap sumber produksi dapat dipergunakan secara aman, sehingga proses produksi pun dapat berjalan lancar.

“yah jadi, para dunia usaha, industri, dan juga para pekerja atau buruh itu mitra, bahkan kalau dalam kaitan SMK3 ini, justru merupakan investasi, Keselamatan dan kesehatan kerja, jadi investasi dunia usaha untuk meningkatkan produktifitas, aaya kira ini sangat penting.” Ungkap Wagub.

“Dan satu lagi tadi, yang buat saya tersentuh, bagaimana juga mencegah HIV/AIDS di kalangan pekerja, dalam konteks kesehatan dan keselamatan kerja. saya kira ini sudah terdeteksi potensi itu ada, maka bagai mana mencegah itu lebih lanjut, ya kalau tidak ada satu sistim manajmen baginya, jadi bukan sekedar hanya asuransi, atau perlindungan, keselamatan, tapi juga sebuah sistim manajemen yang bisa mengawasi keselamatan dan kesehatan termasuk tadi HIV/AIDS, kalau itu sudah masuk, itu jelas-jelas produktifitas yang sangat parah. Bukan saja keselamatan kesehatan, ada ketakutan kerja nanti. Saya bilang K4, tambah ketakutan kerja.” Papar wagub.

Senada dengan Deddy, Menaker Hanif pun mengatakan bahwa, hadirnya K3 sebagai salah satu aspek normatif di bidang usaha, jangan dianggap sebagai beban. Karna keselamatan memang untuk bersama.

"K3 jangan dianggap sebagai beban, ini merupakan investasi penting bagi kegiatan usaha kita, ini harus dilakukan oleh semua pelaku usaha." Kata Hanif.

Menurutnya, K3 harus menjadi komponen penting perusahaan dalam bidang Manajemen Resiko. Agar dapat menjadi salah satu indikator dalam pembangunan ketenagakerjaan, dan peningkatan perlindungan keselamatan serta kesehatan kerja. Sehingga dapat menjamin kesempurnaan jasmani dan rohani tenaga kerja serta hasil karya dan budayanya.

Penganugerahan K3 pada tahun 2015 ini meliputi penghargaan untuk pencapaian 3 tahun berturut-turut Kecelakaan Nihil (zero Acident), yang diraih oleh 956 Perusahaan. Penghargaan SMK3, untuk 635 perusahaan yang telah diaudit lembaga independen. Serta penghargaan Program Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS di tempat kerja, yang telah dijalankan oleh 75 perusahaan.

Adapun 14 Gubernur lain yang mendapatkan penghargaan serupa untuk Pembina K3 tingkat Provinsi. Seperti Gubernur Jawa Timur, DKI Jakarta, Kalimantan Timur, Sumatera Utara, Riau, Banten, Jawa Tengah, Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, Jambi, lampung, Nanggroe Aceh Darussalam, Sulawesi Selatan, Kalimantan Tengah.

Serta untuk Pembina K3 tingkat Kabupaten/Kota, ada 29 Bupati/Walikota yang mendapatkan Penghargaan. Untuk  Jawa Barat sendiri, penghargaan diraih oleh Wali Kota Bandung, Bupati Indramayu, Bupati Cirebon, Wali Kota Bekasi, dan Bupati Subang.

Hadiri pula pada Malam Penganugerahan tersebut DPN Apindo, Pimpinan Serikat Pekerja, Pimpinan Lembaga Audit Independen, Jajaran Direksi BUMN, serta para Pimpinan Perusahaan pelaku industri lainnya.

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: