» » » Gepeng Di Cikampek Semakin Marak

SJO KARAWANG - Keberadaan gelandangan dan pengemis (Gepeng) di sejumlah lampu lalu lintas di bawah Ply Over Cikampek Karawang  saat ini kian marak. Banyaknya gepeng menjadi pemandangan yang biasa.

Meningkatnya jumlah gepeng  diakibatkan banyak masyarakat pengguna jalan memberikan sedekah di jalan kepada para gepeng yang biasa mangkal di perempatan traffic light. Kondisi inilah yang menjadikan sejumlah Gepeng merasa nyaman dengan ‘pekerjaan’ ini untuk bertahan.

Seperti diungkapkan Kasietrantib Pemerintah Desa Cikampek Kota Dendy yang mengungkapkan jika jumlah gepeng semakin banyak di titik jantung kota Cikampek apalagi menjelang Hari raya.

“Keberadaan gepeng ini pasca pembongkaran PKL, semakin banyak begitupun dengan orang gila,”katanya kepada seputarjabar.com (14/9)

Sementara pengendara motor Arif (36) warga Cikampek mengungkapkan jika disetiap lampu lalu lintas di masing-masing ruas jalan selalu dipenuhi gepeng, namun hingga kini belum ada tindakan dari petugas ketertiban untuk menertibkan.

“jika kita lihat, setiap ruas jalan yang ada di perempatan lampu merah itu pasti ada gepeng , tapi dia pasang mata kalau mereka dipantau petugas,” ungkapnya Pemandangan itu sepertinya sudah biasa dilakukan sejumlah gepeng.

“Memang tidak begitu mengganggu, tetapi biasanya gepeng ini kan selalu ditertibkan oleh petugas ketertiban, tetapi sekarang justru tambah banyak apa memang keberadaannya memang dibiarkan,” tambahnya lagi

Maraknya gepeng selama ini disesalkan oleh Pengamat Sosial yang juga Ketua Pembina Ormas Pemuda Harapan Bangsa H Anton Herman, menuturkan jika keberadaan gepeng memang menjadi kewajiban pemerintah untuk menertibkan.

Dirinya menuturkan, jika gepeng ini memang tidak mengganggu pengguna jalan, namun jika ditarik kesimpulan gepeng itu saat ini justru sudah menjadi mata pencaharian menjanjikan, lantaran pendapat per hari yang dianggap lumayan besar.

“Yang kita sikapi bukan lantaran jumlahnya yang banyak, akan tetapi modus yang digunakan itu yang kami minta ditindak tegas,” ujarnya.

 Informasi yang diperoleh, keberadaan gepeng sepertinya ada komunitas yang memang memilih bekerja sebagai pengemis, sehingga menjadi masalah tersendiri dalam mengatasinya.

“Sekali lagi Instansi Pemerintah Khusunya Dinsos Karawang agar secepatnya menertibkan masalah maraknya gepeng ini sesuai dengan peraturan yang ada,”pungkasnya (Sty)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: