» » DPRD Sahkan APBD Perubahan 2015

SJO BANDUNG - Plh. Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, menandatangani Persetujuan Bersama Perubahan Anggran Pendapatan, Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2015, yang telah dirumuskan dan ditetapkan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Jawa Barat.

Perubahan APBD ini disetujui karena dirasa dapat mencerminkan kebutuhan rill masyarakat Jawa Barat. Kebutuhan-kebutuhan tersebut diantaranya merupakan, dukungan pembukaan dan penutupan PON XIX & Peparnas 2016 yang direncanakan di stadion Si Jalak Harupat, dukungan untuk Pilkada serentak, dukungan terhadap penyelesaian dampak lingkungan dan dampak sosial penggenangan Waduk Jatigede, percepatan pembangunan Bandara Internasional Kertajati Majalengka, pembangunan pra-sarana lain, pemberantasan narkoba dan human trafficking, serta peningkatan kinerja aparatur dan sistim IT Provinsi Jawa Barat.

Pada rapat tersebut, Raperda perubahan APBD 2015 ditetapkan sebagai peraturan daerah. Dengan volume semula Rp. 25.314.485.396.100, berubah menjadi Rp. 3.216.487.242.225. Maka total perubahan menjadi  Rp. 28.530.972.638.325. Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan, atau ditandatanganinya persetujuan ini.

Deddy Mizwar selaku plh. Gubernur Jawa Barat, menunjuk segenap perangkat pemerintahan untuk segera melaksanakan pembangunan yang telah dijadwalkan, sesuai dengan proses yang telah dirumuskan. Dengan tujuan hasil rapat perubahan ini segera dirasakan oleh masyarakat.

“Untuk mewujudkan hasil yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, maka pelaksanaan pekerjaan dan penyerapan anggaran agar dilakukan sesuai dengan jadwal yang sudah dibuat,” ungkapnya.

“Kepada seluruh kepala OPD atau Biro agar terus berupaya, bekerja keras, dan bekerja cerdas, mempertahankan predikat opini warga atas kepercaayaannya kepada pemerintah," terang Deddy kepada forum, di Ruang Rapat Paripurna DPRD Jawa Barat, jl. Diponegoro No.27, kota Bandung, Rabu (16/9).

Sementara itu, Ketua DPRD Jabar Ineu Purwadewi mengatakan, dari hasil rumusan dan pembahasan yang dilakukan Banggar dan Tim Anggaran Pemerindah daerah (TAPD) dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), telah dilakukan dengan mekanisme yang sesuai. Sehingga pada Rapat Paripurna ini, APBD Perubahan di sahkan untuk segera dilaksanakan dalam melanjutkan proses pembangunannya.

Menurutnya, dalam pembahasan RAPBD Perubahan yang diproses dari tanggal 1 sampai dengan 16 Setember. Telah dilakukan pembahasan mengenai KUA-PPAS Perubahan dan kemudian menghasilkan kesepakatan bersama.

"Nah dari hasil pembahasan Banggar dengan TAPD telah disepakati. Beberapa hal, diantaranya disepakati berkaitan dengan perubahan-perubahan pada pendapatan, belanja dan pembiyaan." Jelas Ineu.

Selain itu, rincian pada Perubahan diantaranya, Pendapatan yang pada 23 trilyun dan dari jumlah ini ada peningkatan 67.413 milyar. Jumlah tersebut mengalami kenaikan dari target APBD Murni yang hanya 23.914 Trilyun.

Sedangkan Belanja di APBD perubahan dalah sebesar 27 752 triyun. Dari jumlah tersebut mengalami mengalami peningkatan sebesar 2.998 Trilyun bila dibandingkan APBD murni yang hanya sebesar 24 753 trilyun.

Pada pembiayaan daerah juga mengalami peningkatan sebesar 3,889 trilyun terdapat peingkatan 2,989 trilyun bila dibandingkan pada APBD murni sebesar 900 milyar dan untuk penyertaan modal untuk BUMD dialokasikan 160 milyar.

Hadir pada rapat tersebut, plt. Sekda Provinsi Jawa Barat, Pimpinan DPRD, OPD dan unsur Muspida, serta para Pejabat Daerah Provinsi Jawa Barat.(R)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: