» » Depan Ormas Perempuan, Netty Heryawan Beri Pemahaman Kesetaraan Gender

SJO BANDUNG - Istilah Gender pertama kali diperkenalkan oleh Robert Stoller tahun 1968, untuk memisahkan pencirian manusia yang didasarkan pada pendefinisian yang bersifat sosial budaya dengan ciri-ciri fisik biologis. Sedangkan oleh Ann Oakley (1972) diartikan Gender sebagai konstruksi sosial atau atribut yang dikenakan pada manusia yang dibangun oleh kebudayaan.

Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Provinsi Jawa Barat Netty Heryawan mengatakaan kesetaraan gender merupakan kesamaan kondisi bagi laki-laki dan perempuan untuk memperoleh kesempatan serta hak-haknya sebagai manusia. Agar mampu berperan dalam kegiatan politik, hukum, ekonomi, sosial budaya, pendidikan, pertahanan dan keamanan nasional (hankamnas) serta kesamaan dalam menikmati hasil pembagunan.

Namun kenyataannya masih adanya bentu-bentuk ketidakadilan gender yang dialami kaum perempuan seperti adanya marginalisasi, subordinasi, adanya pelabelan, mempunyai peran beban ganda dan mengalami tindak kekerasan. Sejatinya kaum perempuan dapat berperan aktif, berpartisipasi dan menikmati pembangunan bangsa tanpa adanya diskriminasi.

"Kaitannya dengan kesetaraan gender dan ketahanan keluarga maka perempuan itu harus pintar karena mempunyai tugas pertama dari alam sebagai pengasuh dan pendidik utama dalam tumbuh kembang anak," tegasnya pada acara Workshop Penguatan Ketahanan Keluarga dengan Tema "Fungsi Gender dalam Penguatan Ketahanan Keluarga" di Gedung Lecture Hall Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, Jumat (4/9).

Lanjutnya, Ketahanan Keluarga mempunyai tiga aspek yang menudukung yaitu adanya pola komunikasi yang baik antar anggota keluarga, mempunyai visi yang sama dalam membangun keluarga serta pola penguatan dan pengembangan yang berkualitas.

“Dengan mempunyai ketahanan keluarga yang baik dapat meningkatnya sumber daya manusia dari kaum perempuan dan pembentukan karakter yang kuat dengan membangun antibodi sehingga terhindar dari permasalahan sosial yang ada,” tuturnya.(R)


«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: