» » UPP HMCH UPI Selenggarakan Diklat Jurnalistik 2015 – “Modalnya Suka Membaca dan Berniat Mempublikasikan Karyanya”

SJO BANDUNG - Kemampuan menulis itu alangkah baiknya bila lebih intensif dipupuk kala menjadi mahasiswa. Pesan tersebut disampaikan Karim Suryadi, narasumber pada acara Diklat Jurnalistik Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Dulu saya sering ikut lomba penulisan tingkat nasional. Bersyukur, beberapa kali menang. Sampai hari ini, hobi ini, sangat bermanfaat, terutama  bagi karir saya”, kata Prof. Dr. H. Karim Suryadi, M.Si. Hari itu (14/8/2015)

Karim Suryadi  yang karya tulisnya sering dimuat pada banyak media nasional maupun regional, adalah salah satu nara sumber pada Pendidikan dan Latihan Jurnalistik 2015 di Gedung PKM UPI Jl. Dr, Setiabudhi 229 Bandung. Penyelenggaranya Unit Pers Penerbitan (UPP) Himpunan Mahasiswa Civics Hukum - Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).

“Pesertanya ada 83 mahasiswa dan pelajar,  22 diantaranya mahasiswa HMCH UPI. Kami tak menyangka, begitu besar antusiasme dari para peserta. Kegiatan sejenis akan dilakukan dengan lebih lengkap dalam waktu dekat”, kata Anwar Hidayat, Ketua Pelaksana, yang  diamini rekannya Didi Rosadi, Direktur UPP, dan Santika Fujasari, Reporter Eksternal

Sementara itu jurnalis senior di Bandung Adi Raksanagara dan Harri Safiari, yang merupakan “duo” narasumber hari itu, memberikan dedaran ilmu dan pengalamannya dibidangnya. Keduanya membekali peserta, bagimana menyiasati kegiatan jurnalisme warga (citizen journalism) yang kini marak.

“Terjun ke dunia ini, modalnya cukup simpel. Haruslah suka membaca, apa pun materinya. Serta punya minat besar mempublikasikannya. Lainnya akan berkembang seiring intenstas kita berkarya” jelas Adi yang pada era 1982-an sempat berguru kepada tokoh pers nasional Ashadi Siregar di Yogyakarta.

Menurut Dr. Prayoga Bestari, M. S.i., Sekertaris Departemen PKN FPIPS UPI yang sempat menghadiri kegiatan para mahasiswanya, Ia mengapresiasi kegiatan ini. “Kami support kegiatan ini. Bila dilakukan secara rutin oleh para mahasiswa, bukan tak mungkin akan memperkaya wasasan para lulusan UPI dan mahasiswa lainnya”.

Menarik pula apa kata Adrian Nanditya, Hasna Fauziah, keduanya mahasiswa Polman: ”Makanya kami ikutan kegiatan ini. Yang jelas pasti bermanfaat, terutama bila berkegiatan pada kehumasan di lingkungan kampus, misalnya”. Lain halnya, Yohanida Elwafa, dan Indri Januari, masing-masing mahasiswa Polman dan UNPAD:”Pemaparan dari para nara sumber walaupun hanya singkat karena keterbatasan waktu, sangat bermanfaat . Setidaknya sebagai bekal untuk memperlancar penulisan skripsi kelak. Belajar jurnalistik disini, banyak manfaatnya”.

Bagi Harri Safiari dan Adi Raksanagara, dua jurnalis senior yang banyak mengupas fenomena jurnalisme warga, hari itu memberikan kiat dan bekal yang sederhana.”Selain harus rajin membaca, kita pun dituntut untuk mempublikasikannya. Beruntung, kini bertebaran sarana media massa yang bisa menampung karya para pegiatnya. Manfaatkanlah itu semua”, jelas Adi yang pada era 1982-an telah berguru jurnalistik ke salah satu tokoh pers nasional, Ashadi Siregar di Yogyakarta.

Menurut penyelengara, kegiatan sejenis dengan variasi materi yang lebih lengkap dalam waktu dekat akan dilakukan lagi:”Tinggal perencanaannya saja yang sekarang ini sedang dimatangkan”, pungkas Anwar yang hari itu tampak sibuk mengatur jalannya acara yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB hingga berakhir pada sore harinya.(R/Dn)





«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: