» » » » Tegar Saat Kekeringan, Pangdam Siliwangi Semangati Petani Tidak Terlena dan Tetap berupaya


SJO CIANJUR - Musim kemarau memang sedang melanda beberapa tempat di wilayah Indonesia, termasuk Jawa Barat. Nemun demikian Pangdam III/Siliwangi, Mayor Jenderal TNI Dedi Kusnadi Thamim mengimbau agar masyarakat tegar dan tidak panik dengan pemberitaan kekeringan tersebut. TNI senantiasa berupaya melakukan pendampingan dan berbagai inisiatif agar swasembada pangan bisa tercapai.

“Buktinya, meski benar ada kekeringan, tetapi panen raya masih bisa dilakukan,”ungkap Dedi.

Panen Raya yang digelar di lahan pesawahan di Desa Hegarmanah, Kecamatan Bojong Picung, Kabupaten Cianjur, Kamis lalu (13/8), kata Dedi menepis banyak pernyataan yang menyebutkan kekeringan menyebabkan gagal panen.

Dalam satu hektare padi yang dipanen di lahan tersebut, dihasilkan 7,2 ton padi.

"Ya, masyarakat jangan terlena dengan berita kekeringan itu," ujar Dedi.

Bukan hanya itu, Dedi menyebutkan selama ini Militer berada disini merupakan perintah dari UU RI dan merupakan perintah pimpinan negara untuk membantu peningkatan ketahanan pangan.  Selain itu kami bisa seperti ini tidak lain karena berasal dari masyarakat, maka sudah kewajiban kami utk membantu dan mengawal peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Hal tersebut menurut Dedi dilakukan, karena dalam konteks penyelenggaraan pertahanan negara, pertanian dan ketahanan pangan merupakan satu kesatuan integral, yang ditinjau dari aspek strategis dan taktis, menjadi bagian dari pember-dayaan wilayah pertahanan dalam rangka penyiapan ruang, alat dan kondisi juang sebagai modal guna membangun ke-sejahteraan masyarakat dan membangkitkan semangat bela negara serta nasionalisme.

 "Kami percepat lah, semoga dalam 2 tahun ini, swasembada pangan bisa tercapai," ujarnya.

Pada kesempatan tersebut PLT Sekda Jabar  Iwa Sutiwa  mengapresiasi atas fasilitasi kerjasama TNI dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam mendukung Ketahanan Pangan Nasional dan berharap kegiatan tersebut menjadi momentum  dalam meningkatkan semangat para petani dalam bertani.

Sedangkan  Ketua Upsus Pertanian Jabar   Ir Bande  mengatakan  seyogyanya petani  tetap bersyukur karena dalam masa kekeringan masih tetap melaksanakan panen, khususnya jabar. Menurut catatn dari bulan februari hingga juli terdapat peningkatan dibanding periode yang sama tahun 2014 lalu.

Menurutnya kemarau bukanlah suatu halangan, akan tetapi suatu anungrah karena dgn adanya musim kemarau maka salah satu upaya panen dalam hal ini utk mengeringkan padi kita tidak perlu melaksanakannya karena telah kering.

“Untuk kedepan nanti, kita tidak perlu khawatir karena kami telah siapkan dan akan laksanakan pembuatan hujan buatan” ujar Bande.

Lebih lanjut Ketua Upsus Pertanian Jabar   mengatakan bahwa untuk hasil panen nanti, pihaknya sudah berkordinaasi dengan Bulog untuk menyerap setiap hasil panen yang ada, dan dapat menjamin bahwa harga beli utk petani nantinya sesuai dengan harga pasar dan kualitas padi.(PIII/Dn)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: