» » » » Sidang Kasus Pembantaian Berakhir Ricuh

SJO PURWAKARTA - Sidang ketiga kasus pembunuhan satu keluarga, di Pengadilan Negeri (PN) Purwakarta, Selasa (4/8) berakhir Ricuh. Kericuhan terjadi usai sidang di gelar, ketika terdakwa hendak di bawa kembali ke Lembaga pemasyarakatan (LP) Purwakarta, menggunakan mobil tahanan kejaksaan, "keluarga korban emosi lalu menyerang terdakwa yang di kawal ketat pihak kepolisian."

Hingga kericuhan tidak terelakan, usai Ketua Majelis Hakim Febri Purnamavita, dengan dua anggota majelis Hakim, Eva Meita Theodora Pasaribu, dan Cipto Hosari Parsaoran Nababan, dengan Agenda pemeriksaan 3 orang Saksi, di akhir sidang Hakim mengetuk palu.

Sementara terdakwa di jerat pasal berlapis, tentang pembunuhan berencana, dan Pasal 80 Undang-Undang Republik Indonesia Nomer 35 Tahun 2014, tentang perlindungan anak yang sempat menggemparkan warga Kabupaten Purwakarta.

"Karena akibat Rasa dendamnya, kepada Suami korban Widodo selaku atasan terdakwa di tempat kerjanya di sebuah pabrik ban."

Sehingga Terdakwa dengan tega menghabisi nyawa sri Rosmawati yang sedang hamil 6 bulan, dan putri sulungnya Amelia (10), istri dan anak Widodo, di Kampung Pasir Kihiang Desa Lebak Anyar Kecamatan Pasawahan Kabupaten Purwakarta. Terjadi pada Minggu dini hari (15/2) lalu.

Sedangkan anak bungsunya Alfin (6), mengalami luka tusuk di tubuhnya, meski nyawanya nyaris terancam, saat terdakwa membantai keluarganya. "Rencananya, sidang ke empat akan dilanjutkan Selasa Depan." (DeR)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: