» » Siapa Bilang Seniman Tidak Bela Negara ?


Oleh : Ruly Rahadian *)

Bukan hal yang aneh jika pada beberapa dasawarna ke belakang, sebagian besar orang tua di negeri ini banyak yang kebaratan ketika anaknya memilih jalur kesenimanan atau pekerjaan seni sebagai jalan hidupnya. Stempel bahwa seniman adalah profesi yang tidak jelas atau seperti orang yang hidup dengan lamunan masih mendominasi pola pikir para orang tua. Harapan sebagian besar dari mereka adalah bekerja dengan aturan yang jelas, jam kerjaý teratur, dan mendapat pensiun. Tapi secara perlahan dan pasti, keadaan berubah. Pekerjaan bidang kreatif menjadi lahan yang menjanjikan, walau secara kasat mata, pelaku seni atau pekerja kreatif terlihat seperti orang-orang yang anti kemapanan dengan kehidupan yang tidak teratur. Maraknya industri kreatif yang semakin berkembang akhirnya merubah pola pikir masyarakat kita, sehingga semakin banyak orang tua yang bahkan ingin anaknya menjadi penyanyi, penari, mempunyai grup band, dalang, dan lain sebagainya.

Begitupula dengan para pelaku seni tradisi, semakin bisa diterima masyarakat, karena media massa semakin akomodatif, dan bentuk kreativitas dalam pengemasannyapun begitu menarik dan beragam, sehingga masyarakat awam yang semula tidak paham dan tidak pedulipun bisa menikmati dengan mudah dan merasa terhibur. 

Masih banyak masyarakat kita yang tidak menyadari bahwa pekerja seni atau seniman juga melakukan kegiatan Bela Negara di dalam koridor keprofesiannya. Seni yang merupakan bagian dari budaya di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara merupakan kegiatan yang sangat penting, karena secara langsung maupun tidak langsung, kegiatan seni merupakan salah satu media dalam memperhalus karsa anak bangsa, sehingga mempunyai sikap-sikap yang simpatik dan empatik dalam mengapresiasi segala bentuk aspek kehidupan. Seni dapat membangun sensitivitas jiwa manusia dalam kehidupan berkebangsaan, baik ke dalam maupun ke luar.

Seorang seniman adalah sosok pejuang rasa. Rasa yang dibangun untuk mampu mengolah fenomena alam, lingkungan, dan manusia itu sendiri, melalui karyanya yang tentunya harus bersifat konstruktif, sehingga karya seni tersebut mampu membangun kehalusan serta kepekaan budi seseorang, bukannya membentuk rasa dan pola pikir yang destruktif sehingga merusak pola dan tatanan ideal bagi masyarakat bangsa ini. Jika seniman sudah berkarya dengan nilai-nilai ideal, maka seniman tersebut sudah melakukan Bela Negara.

*) Penulis adalah Pakar Bela Negara Kemhan RI

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: