» » » Sejumlah Anggota DPRD Banten Sering Bolos


SJO SERANG - Kehadiran anggota DPRD Banten kerap jadi sorotan karena sangat jarang terlihat dalam setiap rapat, baik rapat komisi maupun paripurna, seluruh anggota dewan hadir. Badan Kehormatan DPRD Banten tak menampik hal tersebut. Oleh karenanya, Badan Kehormatan (BK) akan menyampaikan surat teguran kepada pimpinan dewan dan pimpinan fraksi.

Hal tersebut disampaikan Ketua BK DPRD Banten, Sri Hartati, seusai rapat paripurna istimewa mendengarkan pidato kenegaraan Presiden RI dalam rangka memperingati HUT ke-70 Kemerdekaan RI, di DPRD Banten, KP3B, Kec. Curug, Kota Serang, waktu lalu, Jumat (14/8). Dalam rapat tersebut, beberapa anggota dewan juga tidak hadir, salah satunya pimpinan DPRD Ali Zamroni.

“Kami akan sampaikan surat peringatan mengingatkan kepada seluruh pimpinan dan anggota dewan agar kembali sadar diri. Semestinya hati yang berbicara bagi anggota dewan yang masih sering mangkir, bahwa ini adalah tanggungjawabnya atas amanah yang diberikan rakyat,” ujar Sri, kepada wartawan.

Selama ini, kata Sri, BK memang masih melakukan upaya persuasif kepada anggota dewan yang tidak hadir rapat. Namun, menurutnya kali ini BK merasa perlu memberikan surat peringatan dan memintai klarifikasi atas ketidakhadiran dewan.

“Kalau kawan-kawan (sebutan untuk anggota DPRD), sampai hari ini tidak merasa keberaaannya di DPRD ini adalah perintah rakyat, pastinya malu untuk tidak menghadiri rapat paripurna, apapun alasannya. Saya akan sampaikan surat meminta agar dewan mendisiplinkan diri, sebelum mendisiplinkan masyarkat,” ujarnya.

Ia menuturkan dalam kegiatan bimbingan teknik (bimtek) beberapa waktu lalu juga sangat minim anggota dewan yang mengikuti sampai akhir kegiatan. Sejauh ini BK juga mengamati ada beberapa anggota dewean yang memang sering mangkir.

“Saya sampai ngomong, bimtek nanti akan hadirkan media, karena dari 85 anggota dewan yang hadir, hanya 26 anggota yang tersisa. Saya tegaskan kepada fraksi untuk berikan sanksi. Saya sekali lagi tidak bisa menutup-nutupi, saya sampaikan kepada pimpinan fraksi,” ucapnya.

Terpisah, Ketua DPRD Banten, Asep Rahmatullah, mengatakan, ketidakhadiran Wakil Ketua DPRD Ali Zamroni dalam rapat paripurna istimewa tersebut karena sedang kurang enak badan.

“Kebetulan Pak Ali agak kurang sehat, dan sudah dikomunikasikan dengan pimpinan dewan. Namanya sakit tidak bisa dipaksanakan. Hanya memang dalam paripurna istimewa kami tidak umumkan dan tidak ada kewajiban dalam rapat istimewa untuk memenuhi kuorum,” ujarnya.

Meski begitu, mengenai kehadiran anggota DPRD Banten menjadi catatan untuk segera diambil tindakan tegas melalui BK. “Ya, sah-sah saja untuk klarifikasi. Tentu kami mendukung BK, kami persilahkan untuk mengklarifikasi anggota dewan yang tidak hadir, salah satunya Ali Zamroni yang sakit,” ujarnya. (Andi/Jepri)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: