» » » Polsek Cikampek Tangkap DPO Residivis Begal


SJO KARAWANG - Jajaran tim buser Reskrim Polsek Cikampek hadiahi timah panas pada kaki bagian kiri salah seorang residivis yang diketahui sebagai salah satu kawanan begal motor yang kerap beraksi di sekitaran wilayah Kecamatan Cikampek, Kotabaru dan Kecamatan Jatisari, sekitar pukul 15.00 Wib, Jumat (21/8)
Hendi alias Ompong alias Pentil (23) asal warga Kampung Babakan Serang, Desa Karangjaya, Kecamatan Tirtamulya, mengaku sering melakukan aksinya bersama dua kawanan begal lainnya.

Kapolsek Cikampek Kompol Yudi Kusyadi melalui Kanit Reskrim Polsek Cikampek AKP Eddy Sunardi menerangkan, penangkapan pelaku tersebut berdasalkan hasil dari pengembangan salah seorang pelaku begal lainnya yang sudah tertangkap terlebih dahulu.

“Pelaku ini sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) jajaran saya. Pelaku diberikan hadiah timah panas karena pada saat dilakukan penangkapan, pelaku sempat melakukan perlawanan untuk meloloskan diri dari kepungan anggota saya,” terang Eddy kepada seputarjabar.com di Mapolsek Cikampek (24/8)

Selain itu, dari hasil keterangan yang diraih olehnya, pelaku sudah berulang kali melakukan aksinya. Pelaku juga tak segan-segan melakukan kekerasan terhadap korbannya bila aksinya ketahuan oleh korban.

“Ompong alias Pentil selalu berperan sebagai pemetik (ngambil motor), sedangkan rekan lainnya, berperan sebagai jokinya. Pelaku juga mengakui sudah belasan kali menjalankan aksinya. Pelaku sering melakukan aksi pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) dengan menguntit calon korbannya,” jelasnya.
Sebelumnya, sambung Eddy, pelaku yang berhasil diamankan terlebih dahulu adalah Agung Riyadi alias Jawa (17) yang tertangkap saat menjalankan aksinya di Perum Mahkota, Desa Cikampek Barat, Kecamatan Cikampek pada beberapa waktu lalu.

Dihadapan  petugas, Ompong  mengaku jika ia kerap melakukan aksi pencurian di sekitar perumahan pada malam hari dengan menggunakan motor lalu mengambil sepeda moor milik korban dengan menggunakan kunci leter T.

“Saya yang sering melakukan pencurian, kalau si Jawa baru pertama kali saya ajak gabung untuk mencuri motor. Saya lebih sering sama Tile (pelaku lainnya yang masih buron). Tile yang lebih senior dari saya dalam hal curanmor ini pak,” ungkap Ompong.

Ketika ditelusuri lebih dalam keterangan pelaku oleh penyidik, Ompong sering menjual hasil curiannya ke daerah Cilempung (Kampung Begal) Desa Pasir Jaya, Kecamatan Cilamaya bersama Tile.

“Saya sering mendapatkan upah Rp500 ribu dari hasil menjual satu unit R2 yang saya curi bersama Tile. Kalau sama Jawa, belum sempat di jual karena terlebih dahulu ketahuan sama warga yang sedang ronda pak,” tuturnya.
Sementara itu, ditambahkan Kanit Reskrim Polsek Cikampek, Eddy Sunardi menambahkan, pihaknya akan terus melakukan pengembangan terhadap keterangan yang didapat anggotanya guna meringkus kawanan begal utamanya Curanmor, Curat, dan Curas (3C) di wilayah hukumnya.

“Tile kami tetapkan sebagai DPO kami. Di wilayah hukum kami, pelaku membeberkan sudah melakukan aksinya sebanyak 5 kali dan ketika kami check ke tempat kejadian perkara (TKP) sesuai pengakuannya, rupanya benar korban pernah kehilangan R2 nya. Sedangkan di wilayah hukum Polsek Kotabaru, pelaku mengaku sudah 3 kali melakukan aksinya bersama Tile,” tambah Eddy mengungkapkan.

Akibatnya, aksi pelaku kini harus mendekam di Rutan Mapolsek Cikampek bersama rekan lainnya yang sudah terlebih dahulu ditangkap untuk mempertanggung jawabkan tindak aksi kriminalitasnya itu. Atas perbuatan pelaku, maka pelaku dapat dijerat pasal 363 KUHPidana, dengan ancaman hukuman kurungan pidana maksimal 7 tahun penjara. (Sty)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: