» » Pemkab Bandung Apresiasi Program Eccovillage

SJO, BANDUNG- Pemerintah Kabupaten Bandung sangat mengapresiasi Program Pengembangan Eccovillage (Desa Berbudaya Lingkungan) yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Eccovilage merupakan program yang diinisiasi oleh BPLHD (Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Daerah) Jawa Barat dalam upaya mensukseskan Gerakan Citarum BESTARI (Bersih, Sehat, Indah dan Lestari)

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung Ir.H.Sofian Nataprawira, MP pada Acara Pembukaan Diseminasi Eccovillage Tingkat Pemerintah Kabupaten Bandung Tahun 2015 yang dipusatkan di Gedong Budaya Sabilulungan, Soreang, Kamis (20/08).

Hadir Kepala BPLHD Jabar Dr.Ir.Anang Sudarna, M.Sc, P.Hd, Kepala BPLH Kabupaten Bandung, Ir.Atih Witartih, serta sejumlah perwakilan OPD Jawa Barat dan lingkup Pemerintah Kabupaten Bandung.

Sofian Nataprawira mengakui jika tidak didukung dan dibantu Pemprov Jabar dan masyarakat, Pemkab Bandung akan kesulitan dalam menyikapi kondisi sungai citarum yang saat sudah sangat memperihatinkan. “Kami atas pemerintah daerah sangat berterimakasih kepada Pemprov Jabar yang sudah memfasilitasi kegiatan pengembangan Eccovilage di wilayah Kabupaten Bandung”, ucap Sofian Nataprawira.

Untuk diketahui, pengembangan eccovillage di DAS Citarum Hulu tahun 2014 dilaksanakan di 0-20 KM, meliputi 55 desa, yang tersebar di 5 kecamatan (Kec.Kertasari, Pacet, Paseh, Ibun dan Majalaya) di Kabupaten Bandung.

Sedangkan di tahun 2015 pengembangan eccovillage di wilayah Kabupaten Bandung ini dilanjutkan di 0-20 KM meliputi 33 desa pada 3 kecamatan (Kec.Pangalengan, Cimaung dan Pasirjambu), dan 20-40 KM meliputi 32 desa pada 6 kecamatan (Kec.Ciparay, Baleendah, Bojongsoang, Solokanjeruk, Cicalengka) serta Kecamatan Cimanggung di Kabupaten Sumedang.

Untuk mewujudkan eccovillage mesti dilakukan riungan/rempug warga, yang beranggotakan sedikitnya 20 orang yang peduli lingkungan dan berjiwa sosial tinggi.”Diskusi dan riungan di lapangan ini menurut saya langkah yang cukup tepat dan efektif, karena nantinya akan merujuk lebih jelas apa, siapa dan berbuat apa”, ucap Sofian.

Sementara Anang Sudarna mengatakan sasaran anggota dalam riungan warga untuk mewujudkan eccovillage tersebut, terdiri dari perwakilan aparat desa, kelompok peternak, Ketua RW, kader PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga), pelaku usaha, kelompok tani, karang taruna, dan tokoh agama/masyarakat. “Semuanya harus menyadari peran dan fungsinya masing-masing. Disinilah diperlukan jiwa kebersamaan dalam menguatkan budaya lokal”, ujarnya

Secara gamblang, Anang menjelaskan Proses riungan warga ini menurut Anang Sudarna melalui beberapa tahapan diantaranya bina suasana, pemahaman tentang desa berbudaya lingkungan, pengkajian lingkungan dan penggalian potensi desa, pemetaan swadaya dan survey kampung sendiri, perumusan program, penentuan prioritas masalah serta penentuan rencana aksi dan pendampingan. “Rencana aksi ini merupakan hasil dari kegiatan riungan warga yang dilakukan kader Eccovillage”, jelasnya pula.

Anang menilai setiap kepala desa mempunyai tangggungjawab dan komitment ingin membangun wilayahnya secara berkelanjutan. Dalam prosesnya, kata anang kades perlu bergandengan tangan dengan semua pihak termasuk masyarakat agar persoalan lingkungan yang Dia anggap susah seperti kangker stadium empat ini, bisa membawa perubahan yang lebih baik.

Gerakan Citarum BESTARI, ucap Anang kuncinya adalah adanya gerakan yang artinya melibatkan semua orang. Sebesar apapun anggaran yang dikeluarkan, jika semua pihak tidak ikut bergerak, maka sampai kapanpun usaha kita akan sia-sia.

“Eccovillage sebagai upaya mendukung Gerakan Citarum Bestari ini urgensinya adalah ingin membangkitkan kembali nilai-nilai budaya sunda yang sudah terlindas oleh kondisi masa kini. Jauhkan budaya jorok dari orang sunda”, tegasnya pula.

Lebih jauh Anang melanjutkan, progress pengembangan eccovillage 2014, beberapa desa telah menunjukkan adanya inisiatif swadaya masyarakat dan terjalinnya sinergitas dengan beberapa OPD (Organisasi Perangkat Daerah) Jawa Barat maupun Kabupaten.

“Diantaranya swadaya pengembangan Bank Sampah di Desa Mekarpawitan, Cijagra Kecamatan Paseh. Kemudian penanaman pohon mitra eccovilage oleh perusahaan Indonesia Power, Distanbunhut dan dan Perhutani Kabupaten Bandung di desa Laksana Kecamatan Ibun, Cikembang, Kecamatan Kertasari dan desa Cikawao Kecamatan Pacet, pembangunan MCK Komunal dari Diskimrum Provinsi Jawa Barat dan Dispertasih Kabupaten Bandung di desa Mekarjaya dan Sukarame Kecamatan pacet, pembuatan pupuk organik hasil swadaya di Desa Drawati Kecamatan Paseh dan taruajaya di Kecamatan Kertasari”, jelas Anang.

Tujuan dari kegiatan diseminasi adalah untuk mensosialisasikan kegiatan eccovillage selama tahun 2014-2015 kepada para pemangku kepentingan dalam rangka membahas dan menyepakati pemetaan isu lingkungan, rencana aksi dan solusi serta implementasinya.

Dengan harapan melalui diseminasi ini, dapat menjadi media informasi kepada masyarakat agar timbul kesadaran dalam memperbaiki kondisi lingkungan. Peserta diantaranya merupakan para fasilitator dan pendamping lokal dari tingkat desa di Kabupaten Bandung.(*)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: