» » » Pemda Karawang Akan Adakan Normalisasi Saluran Irigasi Pertanian


SJO KARAWANG - PLT Bupati Karawang dr Cellica Nurachadiana mengatakan ancaman kekeringan dan banjir tahunan masih menjadi permasalahan berat dalam meningkatkan produktivitas pertanian,

"Setiap tahunya Kabupaten  Karawang menjadi daerah langganan banjir. Kondisi tersebut sangat berpengaruh  terhadap  produksi pertanian, karena saat musim hujan banjir sawah yang terendam cukup luas. Selain itu juga , ancaman kekeringan saat kemarau juga menjadi masalah dalam mengembangkan pertanian," katanya kepada Seputarjabar.com (13/8)

Untuk areal pesawahan yang terancam banjir saat musim hujan tersebar di hampir seluruh kecamatan diKarawang. Sedangkan ancaman kemarau, areal sawah yang terancam kekeringan tersebar di sejumlah kecamatan wilayah Karawang timur dan utara.

Ia mencontohkan pada musim banjir awal tahun yang lalu, banjir yang merendam areal sawah tersebar di 25 kecamatan diKarawang.

Kondisi tersebut mengakibatkan 30 ribu hektare areal persawahan mengalami puso. Hal itu dinilai cukup berat dalam mengembangkan sektor pertanian.

Menurutnya  ancaman banjir dan kemarau perlu diatasi dan segera dicari solusinya. Salah satu upaya yang bisa dilakukan oleh pihak Pemerintah Daerah dengan melakukan perbaikan atau normalisasi saluran irigasi. Baik itu saluran irigasi primer, sekunder, maupun tertier.

"Adanya kerusakan saluran irigasi di Karawang itu juga bagian dari permasalahan untuk mengembangkan sektor pertanian. Jadi memang harus segera diperbaiki. Kondisi umum saat ini, saluran irigasi kering saat kemarau dan meluber saat musim hujan,ini harus segera di atasi" terangnya

Ditambahkan Cellica permasalahan lain terbatasnya sumber daya manusia juga menjadi kendala. Padahal teknologi pertanian sangat berpotensi dikembangkan di Karawang, untuk meningkatkan produktivitas pertanian yang ada. Pungkasnya. (Sty)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: