» » PARASITISME METHODE PERILAKU POLITIK KOMUNIS DI INDONESIA Tinjaun dari Perfektif Sejarah Dan Perkembangannya

Oleh Eko Ismadi

Tulisan ini memenuhi permintaan berbagai Kalangan baik dari Generasi Pendahulu Dan Generasi Penerus Sekarang ini. Saya berusaha untuk mengutarakan kembali tentang kehidupan kebangsaan Indonesia melalui pemahaman sejarah Nasionalisme Bangsa Indonesia. Koridor Penulisan ini saya tetapkan untuk membatasi pola pikir dan luasnya bidang pokok Pembahasan. Dimasa Politik Pemerintahan sekarang ini dihiasi dengan munculnya Isu akan Kebangkitan Komunisme di Indonesia. Pendapat yang bermunculan itu adalah akibat dari berbagai kegiatan yang masuk dalam pemberitaan media tentang adanya wacana kebijaksanaan pemerintah yang akan mencabut Tap MPRS tentang pelarangan paham komunisme di Indonesia, permintaan maaf Presiden Jokowi kepada PKI dalam peristiwa G 30 S PKI, dan pemberian abolisi, rehabilitasi, serta kompensasi kepada PKI. Pemikiran inilah yang menimbulkan polemik dan pro kontra dimasyarakat.
Sikap Pemerintah seperti ini tidak hanya terjadi dimasa Pemerintahan Jokowi saja, namun semenjak Pemerintahan Habibie, Gus Dur, Megawati, SBY, dan sekarang ini Bapak Jokowi. Maka dari itu polemik seperti sekarang ini tidak mengherankan bagi kita semua namun untuk menyikapinya diperlukan kewaspadaan Nasional, dikarenakan apa yang akan dilakukan Bapak Presiden Jokowi sudah diprediksi oleh sebagian warga negara dan komponen bangsa beserta upaya untuk mengatasinya. Yang Dimaksud adalah apabila Bapak Presiden Jokowi berpihak kepada sejarah PKI dan Paham Komunisnya di Indonesia.

Saya sebagai penulis bukanlah seorang ahli sejarah, bukan ahli hukum tata Negara, dan bukan pula ahli politik, serta negarawan atau tokoh masyarakat yang memiliki segudang gelar dan pengalaman profesi yang cemerlang. Tetapi hanya sebenarnya sudah mulai terlihat lah seorang pejabat rendah yang memiliki jabatan juga sederhana. Namun yang perlu diketahui oleh seluruh bangsa Indonesia saya adalah orang yang sedikit mengerti dan paham sejarah serta peduli sejarah Nasional Indonesia dan kelestariannya. Harapan saya semoga tulisan ini bermanfaat bagi kepentingan Nasional Indonesia dibidang pertahanan dan keamanan serta kelangsungan hidup bangsa Indonesia berdasarkan Idiologi Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945 Serta Kebhinekaan Dalam Persatuan dan Kesatuan Indonesia.

Pengertian Parasitime.
Bila kita berbicara kata parasit yang ada dalam benak kita adalah tumbuhan benalu. Karena tumbuhan ini yang mudah diketemukan dan dapat dilihat dalam kondisi dan situasi apapun. Oleh karena itu setiap orang yang memiliki sikap hidup bersandar pada oprang lain atau numpang dengan keberadaan orang disebut benalu atau parasit. Lain Namun dalam kamus bahasa Indonesia didefinisikan dengan hewan atau tumbuhan yang hidupnya mengisap makanan dari organisme lain yg ditempelinya. Demikian pula dalam kehidupan manusia orang yg hidupnya menjadi beban atau membebani orang lain.

Korelasi pemahaman parasit dalam penulisan ini adalah sikap perilaku Komunisme Indonesia dalam pemahaman dan idiologinya untuk mempertahankan kehidupannya melalui methode parasit dalam bidang politik, kegiatan, dan penyelenggaraannya Politik di Indonesia. Karena Komunisme, Idiologi, dan Gerakan Politiknya yang tercatat dalam perjalanan sejarah Nasional Bangsa Indonesia.

Sejarah Komunis di Indonesia.
Komunisme di Indonesia dibawa oleh seorang warga Negara Belanda yang bernama Sneeveliet pada tahun 1913, sebagai pekerja disebuah perusahaan Belanda. Dia ahli marxis karena memang mantan anggota partai sosialis Belanda. Yang menjadi media pertama untuk menyebarkan pengaruhnya adalah organisasi buruh Kereta Api di Masa Pemerintahan Hindia Belanda. Sebuah organiasi Buruh yang banyak mempergunakan Putera Bumi Putera maka tak heran bila mereka ini kemudian mudah kena hasutan Sneeveliet yang membawa kemiskinan dan penjajahan.

Korban kedua yang menjadi, ya adalah Partai Sarikat Islam atau lebih dikenal dengan SI. Akibat dari propaganda Sneevliet tersebut. Yang pertama kali kena hasutan adalah Semaun yang pada saat itu menjabat sebagai ketua Pengurus SI Cabang Semarang. Akibatnya kehidupan Partai Syarikat Islam menjadi terpecah belah dan terbagi menjadi beberapa Kelompok.
Partai Komunis Indonesia didirikan pada tahun 1920 di Semarang dengan ide keadilan sosial. Yang dipimpin oleh Semaun. Guna memperkuat tujuan politiknya maka Semaun membawa PKI tergabung dalam komunisme Internasional yang kala itu dipimpin oleh Uni Soviet dan berpusat di Moskow yang sekarang negaranya sudah runtuh dan terpecah menjadi beberapa bagian. Kemudian Semaun dan Darsono melakukan kunjungan keluar negeri dan pimpinan sementara diserahkan kepada TAN MALAKA. Seorang pemuda yang militant karena demikian militannya maka tindakannya terkesan cepat dan tanpa pertimbangan.

Komunis melakukan gerakan bawah tanah. Setelah melakukan pemberontakan gagal kepada pemerintah Belanda maka Komunisme menjadi partai terlarang dan diberi status illegal. Kemudian Tan Malaka melakukan pengembaraan di luar negeri, pada tahun 1942 dimasa penjajahan jepang berhasil menyamar dan menjadi pegawai pertambangan di Daerah Banten. Selanjutnya gerakan illegal yang dilakukan di masa pemerintahan Jepang ini berlangsung hingga Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Parasitisme Komunis Dalam Perilaku Politik.

Hadir di Indonesia pada tahun 1813 menempel dengan organisasi buruh Kereta Api di Semarang yang kala itu masih masih di jajah Belanda. Ide Komunisme yaitu kesejahteraan dan pemerataan sudah menjadi ide partai sebelumnya yang sudah lama lahir. Namun sejarah mencatat PKI tidak berhasil mempengaruhi Partai Budi Utomo yang menyadari akan perbedaan dan tidak sesuain kepribadian dan idologi partainya sehingga terhindar dari pengaruh PKI. Setalah menjadi Partai pada tahun 1920 PKI memberontak kepada pemerintah Belanda pada tahun 1926 namun gagal, menurut para tokoh komunis pada saat itu kurang persiapan. Akibat pemberontakan ini PKI dilarang oleh pemerintah Hindia Belanda. Namun pada Tahun 1932 PKI kembali melakukan aksi Pemberontakan yang disebut pemeberontakan Kapal Tuju,”Zeven Provincien” pemberontakan ini dapat dilumpuhkan.

Ketika Belanda menentang kehadiran dan fasisme Jepang, Tokoh PKIpun ikut membantu Belanda menentang Jepang. Ini salah satu bentuk sikap parasitisme yang dilakukan PKI dan menandai adanya perbedaan kepribadian antara Nasionalis dan komunis dalam kehidupan bangsa.

Mengatakan anti imperialis dan anti kapitalis pada kenyataannya bersedia bekerjasama dengan Belanda. Ini terjadi pada tahun 1942, namun semenjak itu bangsa Indonesia sadar mana kala komunis memberikan dukungan bagi kelompok lain sebenarnya ada,”Udang Dibalik Batu” yaitu kerjasama itu adalah media untuk medukung perjuangannya bukan tulus menjalin kerjsama yang saling menguntungkan. Inilah sikap parasitisme politik PKI di masa penajjahan Belanda dan
Jepang di Indonesia.

Ketika Perang Kemerdekaan PKI berani melegalkan diri kembali namun bukan membantu perjuangan Indonesia tetapi justru menambah permasalah yang dihadapi bangsa Indonesia. PKI menggunakan Identitas perjuangan namun melakukan aksi pelucutan senjata Polisi Tentara Di Cirebon. Rakyat Indonesia melakukan Pekikan MERDEKA PKI justru meneriakan HIDUP SOVYET peristiwa ini terjadi pada tahun 1946. Peristiwa pemberontakan Tiga Daerah, Dewan Cek Mamat Di Serang, Dan Revolusi Mental di Sumatera Utara (Apakah Revolusi Mental Yang Dicanangkan oleh Bapak Presiden Jokowi sekarang ada hubungannya dengan peristiwa tersebut? Nanti waktu yang akan menjawabnya). Inilah sikap parasit PKI atau Komunisme yang sungguh mengecewakan bangsa Indonesia. Demikian Juga Tan Malaka justru menghasut rakyat Keraton Surakarta untuk memberontak kepada Bung Karno yang mengakibatkan dicabutnya HAK istimewa Daerah Surakarta. Inilah sikap parasitisme yang dilakukan oleh PKI yang menyebabkan Surakarta harus berkonflik dengan rakyat dan memiliki status seperti sekarang ini.

Kemudian di tahun 1948. Mengatasnamakan kesejahteraan rakyat memproklamasikan Negara Komunis di Madiun. Peristiwa ini dipimpin oleh Muso yang pada akhirnya dipatahkan oleh Soekarno pada masa itu. Gerakan PKI berhasil dipatahkan namun perilaku mereka tidak berhenti alih alih mau bergabung membangun kebersamaan dengan Nasionalisme Bangsa Indonesia justru sebalik menggali lubang bagi bangsa sendiri. itulah sifat hidup parasitisme Di Era pemerintahan Soekarno PKI kembali berparasitisme melalui Program Pemerintahan Soekarno Memajukan Bangsa Indonesia Melalui Progresif Revolusioner Dengan Semboyan Revolusi Dan Perjuangan Belum Selesai. PKI berada dibalik ketenaran Soekarno memuji Soekarno sebagai keturunan Dewa, menyebut dengan istilah Paduka Yang Mulia dan Panglima Tinggi ABRI, serta menjadikan Presiden seumur Hidup. Soekarno mabuk kepayang oleh PKI Dasar Negara yang semula Pancasila diubah menjadi NASAKOM. Tidak perduli terhadap persatuan dan kesatuan bangsanya. Soekarno tidar sadar bahwa dirinya telah masuk perangkap yang kelak akan membuat dirinya SUSAH DAN Menderita. Yang ada dalam benak Soekarno PKI bisa menghargainya, bisa menyanjungnya, dan komunis bias menghormati. Akibatnya dapat kita lihat akhir Bapak Soekarno yang diAgungkan Sebagai Proklamator harus mengakhiri hidup dengan sangat memprihatinkan karena ketidak sadarannya terhadap kebijaksanaan politiknya sendiri. Inilah sikap politik parasitisme PKI yang kesekian kali bagi bangsa Indonesia yang ditandai dengan Peristiwa Pemberontakan G 30 S PKI yang menyebabkan gurunya pahlawan kusuma bangsa.

Diera Pemerintahan sekarang ini di balik ketenaran Bapak Jokowi menyanjungnya sebagai TITISAN GUSTI ALLAH, DISETARAKAN DENGAN NABI, dan tidak boleh dikritik. Bapak jokowi ditempat sebagai orang yang paling suci apakah ada sikap parasitisme politik PKI sekarang ini ? Berdasarkan analisa dan catatan sejarah diatas apa artinya Bapak Jokowi meminta maaf kepada PKI ? Akan didirikannya Rumah Sakit Tanpa Kelas ? Membiarkan beredarnya Simbol dan Lambang PKI dimasyarakat sekarang ini ? Merubah Undang Undang Persyaratan PILKADA yang pernah menjadi NAPI ? Dan Munculnya TRIPARTI DAN REVOLUSI MENTAL, termasuk pemberian konpensasi kepada keluarga PKI. Semoga saja Bapak Jokowi sadar akan sejarah Nasional Indonesia sehingga apa yang dialami dan dilakukan oleh Soekarno tidak Terulang oleh Bapak Jokowi yang terhormat dan kami mulyakan. Menganggap TAN MALAKA sebagai pejuang Indonesia ini adalah indikasi adanya pemikiran komunisme dipemerintahan dan lingkungan Bapak Jokowi sekarang ini.

Komponen Bangsa.
Belajar ajaran Karl Marx dan Lennin tidak dilarang menjadi warga hak warga Negara Indonesia namun menjadikan ajaran itu menjadi paham dan idiologi dalam politik kebangsaan Indonesia itu yang harus ditentang. Karena Komunisme dan gerakan politiknya bertolak belakang denga aspirasi bangsa Indonesia. Dalam Tap MPRS No. XXV/MPRS Tahun 1966 telah dinyatakan dengan jelas bahwa PKI adalah terkarang dan dilarang melakukan gerakan dan kegiatan apapun.

Kita himbau kepada mereka yang menggemari komunisme dan sosialisme jangan melakukan pelegalan terhadap keberadaan idiologi Komunis, kalau kita semua mencintai Indonesia dan rakyatnya. Kalau tidak rasa sayang dan cinta itu peroalan lain namun harapkan kami jangan ada lagi pertikaian dalam kehidupan yang sudah mapan seperti sekarang ini. Kalau ingin diakui sebagai KOMPONEN BANGSA marilah hilangkan identitas komunis dalam diri anda dan membangun kebersamaan dalam kebhinekaan dan persatuan serta kesatuan Indonesia yang berdasarkan Pancasila Dan UUD 1945 tidak berdasarkan Komunisme dan PKI.

Bulan September bulan yang tepat untuk interopeksi diri masing masing bukan mencari siapa yang salah dan siapa yang benar namun Nasionalismelah yang menjadi junjungan dan pedoman kita dalam hidup kebangsaan. Menyelesaikan masalah masa lalu terutama Peristiwa G 30 S PKI bukan masalah maaf memaafkan bukan pula larang melarang tetapi marilah kita sadar akan kebenaran Pancasila Dan Undang Undang Dasar 1945. Kalau anda yang merasa gemar dengan komunisme atau pernah terlibat politik PKI dimasa lalu. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang baik hati dan manusiawi, karena untuk menyelesaiakan perbedangan paham politik tidak harus berakhir dengan pembunuhan dan pembantaian seperti di negara lain Kamboja, Vietnam, China, Laos, Dan Negara lain di dunia. Tindakan Indonesia adalah membangun kesadaran untuk hidup bersama melalui pembinaan. Kalau ada rakyat yang menjadi korban dalam menyelesaikan konflik politik di tahun 1965 itu biasa dalam kehidupan yang sedang Konflik dimanapun didunia ini.

Semoga Tulisan ini bermanfaat bagi membangun kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia yang adil makmur berdasarkan Pancasila dan undang undang Dasar 1945 dan kebhinekaan dalam persatuan dan kesatuan Indonesia. Tak ada gading yang yang tak retak dan tak ada manusia yang sempurna. Maka tulisan inipun dapat dikatakan jauh dari sempurna. Harapan kami para Sejarawan, dan analis politik dapat menambahkan pada tulisan ini sebagai kritik yang membangun dan kesempurnaan Tulisan ini.

Kita merdeka Atas Berkat Rahmat Allah dan Kita Sejahtera juga atas berkat Tuhan Yang Maha Esa. Tuhan selalu menyertai dan rahmati kita dengan kasih setianya AMin. NKRI HARGA MATI !!!!

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: