» » » Pangdam III/Siliwangi Berangkatkan Satgas Pamtas RI - PNG



SJO JAKARTA - Untuk menunjang keberhasilan dalam tugas, penting   memperhatikan pemahaman terhadap sistem sosial, budaya dan tradisi masyarakat setempat secara baik dan mendalam. Dengan penguasaan sosio-kultural masyarakat di daerah operasi, mempermudah untuk melakukan komunikasi dengan masyarakat dan beradaptasi di  lingkungan tempat bertugas. Selain itu, tidak kalah pentingnya adalah para prajurit agar selalu memelihara kelestarian lingkungan sekitar penugasan, baik flora maupun fauna setempat.

Demikian dikatakan Pangdam III/Silwangi Mayjen TNI Dedi Kusnadi Thamim saat memberangkatan Satgas Kosektor Selatan Brigif 15 Kujang II dan Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 301/Prabu Kian Santang ke Papua di Kolinlamil lapangan Kolinlamil Tanjung Priok, Jakarta Selasa lalu (11/8).

Satuan Tugas Yonif 301/Prabu Kian Santang dan  Brigif 15 Kujang II Kodam III/Siliwangi berkekuatan 650 personel melaksanakan operasi pengamanan perbatasan RI - PNG di Papua untuk menggantikan Satgas brigif-22 dan yonif 711/raksatama kodam VII/ Wirabuana.

Pangdam III/Siliwangi mengungkapkan melaksanakan tugas ke daerah operasi merupakan kewajiban yang harus diemban dengan sepenuh hati. Apalagi tugas operasi tersebut merupakan tugas besar negara dalam rangka menjaga keamanan dan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dijelaskan Pangdam, keberhasilan dalam mengemban tugas pengamanan perbatasan RI-PNG, tidak saja akan berdampak positif terhadap upaya  menjaga keutuhan wilayah NKRI, tetapi juga menumbuhkan kepercayaan rakyat terhadap kredibilitas TNI sebagai alat pertahanan negara, serta secara langsung akan meningkatkan citra Siliwangi sebagai salah satu satuan terpercaya di jajaran TNI Angkatan Darat.

“Mereka akan bertugas selama enam bulan. Seluruh ptajurit akan ditempatkan dibeberapa pos perbatasan dengan negara lainnya. Terutama pengamaan dari orang-orang separatis yang kerap mengganggu negara kita,” tegasnya.

Menurut Pangdam kemampuan beradaptasi dengan lingkungan juga akan memudahkan melaksanakan tugas pengamanan maupun Binter secara terbatas guna menarik simpati masyarakat, sehingga kehadiran Satgas di daerah dalam menjaga perbatasan RI-PNG dapat diterima dengan baik serta mendapat dukungan dari rakyat setempat.

"Tunjukkan jati diri kalian, bahwa kalian adalah prajurit-prajurit Siliwangi yang handal dan profesional. Berusahalah untuk selalu dekat di hati rakyat, demi kelancaran dan keberhasilan tugas kalian. Hindari sikap-sikap arogan, over acting dan penampilan yang berlebihan di tengah-tengah masyarakat," tekan Pangdam.(PIII/Dn)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: