» » Miris Mobil Dengan Nilai Sejarah Bertebaran Di Tangan Pengusaha

Ilustrasi Google.com

Oleh : Peter Simo Wibowo SH*)

Begitu megah dan meriahnya acara Indonesia International Motor show 2015 yang diselenggarakan di Kemayoran Jakarta pada tanggal 19 hingga 30 Agustus 2015, hampir semua merek mobil dan motor keluaran terbaru dan tercanggih dipamerkan disana, bahkan pengunjungpun disuguhkan pameran mobil - mobil kuno antik yang memiliki nilai sejarah yang tak tergantikan yaitu mobil - mobil yang pernah dipakai oleh Bung Karno Presiden pertama Indonesia, sosok pahlawan yang berjuang memerdekakan Indonesia dari penjajahan Jepang, dan bapak proklamator kita, mobil - mobil tersebut yang kita kenal dengan sebutan mobil - mobil ex RI-1.

Tetapi mirisnya mobil - mobil ex RI-1 satu tersebut ternyata sebagian besar kini dimiliki secara pribadi oleh pengusaha - pengusaha kaya ternama Indonesia yang sebagian bernaung dibawah Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia ( PPMKI ). Padahal alangkah bijaksananya menurut hemat penulis mobil - mobil dimaksud yang memiliki nilai historis sangat tinggi itu, pemilikan dan pengelolaannya adalah oleh negara dan bukannya dimiliki oleh beberapa pengusaha yang uangnya tak berseri dan bertujuan hanya demi mendongkrak prestise dan gengsi mereka belaka, tentu secara manusiawi dapat kita bayangkan bagaimana bangganya seseorang yang berhasil memiliki mobil - mobil bersejarah tinggi tersebut, memang pasti rasanya sangatlah membanggakan namun padahal mobil - mobil ex RI-1 tersebut seyogianya adalah milik rakyat Indonesia, yang mempunyai hak untuk sewaktu waktu dapat melihatnya dan menikmatinya dan dapat memperlihatkan kepada anak cucunya demi menghargai dan belajar mengenal tentang sosok pendiri dan pelaku sejarah bangsa Indonesia ini, yang mana sepantasnya mobil - mobil tersebut seluruhnya berada dan dirawat didalam sebuah museum sejarah Indonesia, dan bukannya berada di garasi - garasi sebagian orang saja.

Memang penulis paham bahwasanya perolehan dan pemilikan mobil - mobil ex bung Karno  tersebut dilakukan secara legal dan sah yakni dari proses lelang oleh sekertariat negara pada tahun 1969, yang mana secara politis pada masa itu dikenal dengan istilah "deSukarnoisme", pemerintahan pada Orde Baru bermaksud menghapuskan citra Soekarno secara menyeluruh terhadap benda - benda yang erat berkaitan dengan sosok bapak bangsa tersebut termasuk tentunya kendaraan - kendaraan dinas kenegaraan beliau maupun kendaraan pribadi yang hampir seluruhnya dilelang dengan dalih bahwa pemerintah pada waktu itu tidak memiliki anggaran khusus untuk merawat mobil - mobil ex RI-1, sehingga kendaraan atau mobil - mobil tersebut dilelang oleh Setneg dan jatuh ketangan beberapa pengusaha untuk dimiliki dan dinikmati secara pribadi dan hanya dimunculkan atau dipamerkan pada acara atau pameran tertentu saja.

Padahal banyak sekali cerita sejarah yang tak akan mungkin tergantikan dengan apapun juga terhadap mobil - mobil tersebut yang menjadi saksi bisu terhadap peristiwa - peristiwa besar yang terjadi pada masa pemerintahan presiden Soekarno, salah satunya yang penulis tahu ada sebuah mobil bekas bung Karno dengan merk Chrysler Imperial tahun pembuatan 1938 yang sekarang ber nopol B 9105, adalah mobil yang mengantar Presiden Soekarno dan mengalami upaya pembunuhan pada peristiwa penggranatan di Cikini dan konon hingga kini bekas granat yang merusak spakbor kiri depan mobil tersebut masih dipertahankan oleh pemiliknya, yang tentu karena dianggap mempunyai nilai sejarah yang sangat tinggi namun sangat beribu ribu sayang kita sebagai rakyat tidak bisa melihatnya segala waktu karena mobil tersebut pastilah disimpan oleh sang empunya digarasi khusus miliknya.

Jadi semua itu sangatlah kita sayangkan, karena belum ada satupun dari pengusaha - pengusaha yang bernaung dibawah bendera PPMKI yang kini memiliki dan menguasai mobil- mobil ex RI-1 tersebut yang mempunyai rasa kebangsaan dan patriotisme bela negara dan rasa kenegarawanan untuk menyumbangkan atau lebih tepatnya " mengembalikan " koleksi mobil - mobil ex RI-1 tersebut kepada negara untuk dikelola oleh negara dalam hal ini Sekertariat Negara dan Dinas Sejarah Republik Indonesia sehingga cerita mengenai sejarah mobil - mobil tersebut bisa diketahui dan dinikmati oleh segenap rakyat Indonesia anak cucu bung Karno demi menghargai dan mempelajari sejarah bangsa Indonesia ini yang begitu luhur.

Sekedar illustrasi saja padahal dengan jumlah uang dan kekayaan yang dimiliki oleh para pengusaha - pengusaha yang sekarang menguasai mobil -mobil ex RI-1 tersebut seandainya mereka dapat mengesampingkan egonya dan merelakan mobil ex RI-1 untuk disumbangkan atau lebih tepatnya " dikembalikan " kepada negara yang pada hakikatnya merupakan harta sejarah rakyat Indonesia, tentunya mereka dengan mudah dapat mengusahakan membeli replika atau tiruan mobil tersebut untuk dimiliki sebagai aset pribadi dan tidak hanya mengedepankan ambisi, gengsi serta prestise belaka mereka, bukankan mereka pengusaha yang artinya semua mungkin untuk diusahakan ??! sehingga tidak mengorbankan hak pengetahuan sejarah rakyat Indonesia yang dengan sengaja memiliki dan menguasai mobil - mobil ex RI-1 asli yang mengandung nilai sejarah yang sangat tinggi secara sepihak dan sifatnya hanya untuk dijadikan harta atau aset pribadi, sekedar hanya untuk mengejar kebanggaan pribadi beserta keluarganya saja, dimata teman - teman komunitasnya.

Bukankah bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa menghargai sejarahnya, bukankan pemimpin besar adalah pemimpin yang tidak meninggalkan sejarah bangsanya ??? namun kenyataannya kini aset - aset bangsa tersebut sekarang tercecer kesana kemari sehingga begitu sulitnya untuk dinikmati oleh seluruh rakyat bangsanya sendiri. Mudah - mudahan ada seorang pemimpin yang sadar betul akan masalah ini serta benar - benar bisa menghargai sejarah dan mau mengupayakan memperbaiki keadaan yang salah ini. Merdeka !!!!

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: