» » » Membangun Semangat Bela Negara Dengan Memahami Kearifan Lokal


Oleh : Ruly Rahadian

Bela Negara merupakan hak dan kewajiban semua warga negara Indonesia tanpa terkecuali. Meskipun sudah jelas tercantum di Undang undang dasar 45 dan undang-undang pendukungnya, Bela Negara ini masih belum dimaknai secara maksimal oleh masyarakat Indonesia secara umum, karena masih sangat kurangnya sosialisasi mengenai Bela Negara. Memang sudah menjadi tugas pemerintah khususnya Kementerian Pertahanan RI, Direktorat Bela Negara.

Mengingat keterbatasan personal dalam eksekusinya, pihak kementerian Pertahanan masih membatasi program sosialisasinya ke beberapa titik-titik sasaran strategis, sehingga dengan strategi itu, diseminasi Bela Negara dapat dilakukan dengan pola kerja getok tular, yaitu memberi pembekalan wawasan Bela Negara kepada kader-kader Bela Negara yang mewakili wilayah, instansi, komunitas dan lain sebagainya, kemudian dengan kemampuan yang ada, kader-kader tersebut diharapkan akan menjadi perpanjangan tangan sosialisasi Bela Negara dari Kementeria Pertahanan RI.

Seperti yang kita ketahui bersama, budaya kita yang merupakan khazanah bangsa adalah benteng terakhir dalam sistem ketahanan kita. Sekali budaya kita hancur, maka hancurlah ketahanan kita sebagai bangsa Indonesia. Setiap detiknya, pengaruh dari luar merangsek masuk ke dalam benak masyarakat kita tanpa dapat dibendung lagi.

Sedangkan teknologi informasi yang berkembang begitu pesatnya merupakan pemegang andil terbesar dalam penetrasi pengaruh global yang masuk ke wacana bangsa kita. Kita bersyukur di era sekarang degan mudahnya kita dapat mengakses informasi dunia dengan gadget yang kompleks namun semakin mudah penggunaanya. Dari anak-anak hingga dewasa kini sangat luwes dalam mengoperasikan gadget yang semakin hari semakin canggih, cepat, dan relatif murah.

Namun dibalik kompleksitas teknologi tersebut, tersimpan kompleksitas dampak dari penggunaan teknologi informasi tersebut, yang dapat merusak moral serta mental anak bangsa.

Disinilah perlu kerja simultan yang berjalan secara paralel, yaitu berlomba dalam mengikuti kemajuan global, namun harus diimbangi dengan kemajuan dan konsistensi pemahaman serta pengamalan budaya yang lokal, yang mampu berjalan sebagai nilai pelestarian aset bangsa, sekaligus sebagai filter masuknya budaya global.

Pelestarian dan pengembangan budaya daerah sebagai satu asset bangsa, perlu dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan budaya masyarakat, sehingga budaya bangsa tidak terlindas oleh derasnya arus globalisasi yang membawa berbagai macam pengaruh dan dampak bagi kehidupan masyarakat. Disamping itu, pelestarian dan pengembangan budaya lokal yang dilaksanakan untuk bergabai macam sektor salah satunya adalah pariwisata, yang dapat meningkatkan citra daerah maupun taraf hidup masyarakatnya yang dapat menikmati hasil dari potensi wisata tersebut untuk kehidupannya. Untuk itu perlu adanya kesadaran dan komitmen bersama dari seluruh komponen bangsa untuk tetap melaksanakan pembangunan kebudayaan ini dalam rangka memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa. Ingat! pembangunan budaya lokal masing-masing daerah bukan untuk mempertajam jurang perbedaannya, tapi sebagai modal pengikat dan penguat iaktan persatuan dan kesatuan antar budaya lokal dari masing-masing daerah.

Kesadaran kebangsaan Indonesia adalah kesadaran multikultural yang menyatakan bahwa bangsa Indonesia adalah satu bangsa yang terdiri dari berbagai macam budaya, baik yang berlatar belakang agama, suku maupun keturunan. Keberagaman budaya itu adalah ciri bangsa Indonesia. Keberagaman budaya yang ada tidak akan dilebur menjadi satu karakter tunggal yang baru sebagaimana konsep melting pot.

Konsep kebudayaan Indonesia adalah konsep cultural pluralism.
Dalam konsep ini kelompok-kelompok yang berbeda bahkan harus didorong untuk menumbuh-kembangkan sistem budayanya masing-masing dalam kebersamaan, agar dengan demikian dapat memperkaya kehidupan masyarakat majemuk yang bersangkutan. Oleh sebab itu, wajar bila satu kelompok, apakah etnik, agama, atau ras mempunyai kebanggaan dan solidaritas kelompoknya masing-masing. Justru dari kebanggaan masing-masing etnik inilah yang akan membangun rasa kepemilikan atas budayanya sendiri, dan kebanggaan inilah yang akan menggugah rasa dan sikap empati antar etnik, sehingga masing-masing akan merasa Indonesia banget, dan dengan tumbuhnya rasa tersebut, empati ini akan muncul dalam upaya penyamaan visi kebangsaan ayng memiliki budaya beragam, dan sadar akan khazanah milik bangsanya yang kaya akan ragam budaya.

Solidaritas atau kepentingan kelompok bahkan tetap dihormati dan dihargai. Akan tetapi, apabila sudah menyangkut solidaritas dan kepentingan bangsa, solidaritas dan kepentingan kelompok harus ditinggalkan. Apabila sudah menyangkut kepentingan bangsa, maka komitmen solidaritasnya harus terangkat dari tingkat lokal primordial ke tingkat nasional yang terbalut bingkai kebangsaan.
Keberadaan bangsa Indonesia didasarkan pada kesamaan tekad, semangat dan cita-cita. Yakni, kesamaan tekad dan semangat untuk bersatu menjadi satu bangsa merdeka dalam wadah Negara Indonesia. Jadi, keinginan bersatu itulah yang menjadi roh keberadaan bangsa Indonesia. Inilah yang harus kita bangun dalam konteks pembangunan moral dan mental kebangsaan yang akan mengerucut kepada satu titik, yaitu nilai dan sikap Bela Negara.

Kesamaan tekad dan semangat untuk bersatu tumbuh ketika setiap warga bangsa Indonesia merasa senasib sepenanggungan dalam cengkraman penjajah. Terutama dikalangan warga bagsa yang sudah terdidik tumbuh pemahaman dan kesadaran bahwa tanpa persatuan sebagai suatu bangsa kita tidak akan dapat mengusir kaum penjajah, dan memang terbukti, dengan kesamaan tekad dan semangat itu, penjajah akhirnya terusir dari tanah merdeka milik bangsa kita, dan kita tinggal melanjutkan dan memelihara kemerdekaan bangsa ini dengan kegiatan yang positif, serta selalu waspada terhadap penjajahan bentuk lain yang sifatnya soft, yang bergerak secara rapi dan tidak terlihat seperti gerak virus dalam aliran darah.

Pemahaman, kesadaran, dan kehendak untuk bersama itu diharapkan dapat menyebar dan disepakati oleh seluruh warga bangsa Indonesia. Itulah semangat kebangsaan yang berdasarkan pada cipta, rasa dan karsa bangsa dalam memandang dirinya dan lingkungannya, membangun diri untuk melanjutkan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara bersama bangsa-bangsa lainnya ditengah peradaban dunia, namun selalu waspada dan SIAP BELA NEGARA!

*) Penulis adalah Pakar Bela Negara pada Dirpothan Kemhan RI

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: