» » » Lokalisasi PSK Kali Asin Kotabaru Karawang Meresahkan Warga Masyarakat


SJO KARAWANG - Warung remang-remang yang terdapat di wilayah Kali Asin Kecamatan Kotabaru Kabupaten Karawang di sepanjang perbatasan dengan Kecamatan Jatisari  kini muncul kembali setelah pada bulan  Ramadhan ditutup, sekarang kini ramai tanpa adanya upaya  penertiban kembali dari dinas terkait.

Pantauan seputarjabar.com ,warung remang-remang yang dijadikan tempat mesum itu  mulai ramai kembali oleh PSK,  misalnya pada sore dan malam hari tampak ramai dikunjungi para lelaki dan wanita penghibur.

Beberapa PSK  saat  dimintai keterangan mengaku berasal dari luar daerah ,TI(30) misalnya dia mengaku datang dari Indramayu dia membenarkan bahwa dirinya baru menjadi penghuni warem di warem Kali Asin. Alasannya sangat klise yakni faktor ekonomi dan sulitnya mencari pekerjaan. " Saya memang baru satu minggu berada diwarung ini dikarenakan tidak ada yang membiayai anak-anak setelah dicerai oleh suami."katanya kepada seputarjabar.com, Rabu (19/8)

Hal senada juga diungkapkan YN (21) PSK  asal Patok Beusi  Subang dia mengaku baru saja tiba 6 hari dia terpaksa terjun ke tempat maksiat karena rumah tangganya hancur,  dimana menurut pengakuannya bahwa YN sebelumnya "beroperasi" di Kobak Biru Karawang kini menjadi pelayan diwarem Kali Asin.”Kalau saya magkal disini merasa nyaman,kalau dulu diKobak Biru terlalu banyak saingan susah cari duitnya " jelas YN sambil tersenyum

Dirinya mengakui terjun kedunia maksiat ini sangatlah terpaksa tidak ada pekerjaan lain karena sekolahnya SD tidak lanjut selain itu dikarenakan faktor ekonomi keluarga yang tidak punya.

Sementara Tokoh Agama Kecamatan Jatisari Ustad Imron Rosadi SAg meminta kepada pihak penegak Perda untuk menertibkan  para PSK tersebut  dimana sangat dikhawatirkan akan meluas menjamur di Kabupaten Karawang umumnya khususnya di wilayah Kecamatan Jatisari maupun Kecamatan Kotabaru.” Kami meminta kepada Pemda Karawang agar segera untuk menertibkan para PSK di lokasi Kali asin tersebut yang saat ini meresahkan masyarakat, terkecuali apabila Pemda tidak mampu menertibkan kemungkinan masyarakat sendiri yang akan menertibkan atau melakukan tindakan,”pungkasnya (Sty)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: