» » Kepala Kejati Banten Dinilai Minim Prestasi

SJO, BANTEN - Kinerja Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten, M. Suhardy, dinilai minim prestasi khususnya dalam kasus pemberantasan korupsi. Pendapat itu disampaikan Direktur Eksekutif Aliansi Independen Peduli Publik Banten (AIP2B), Uday Syuhada, Selasa (18/8).

“Sampai saat ini, kami belum melihat hasil kerja maksimal, terutama mengenai penanganan persoalan korupsi,” kata Uday.

Ia mencontohkan, penanganan kasus korupsi dana Hibah Provinsi Banten tahun 2013 yang hingga kini belum tuntas.

“Kejati baru menyelesaikan berkas Zainal Muttaqin dan kawan-kawan. Sementara lebih dari 200 penerima hibah belum tersentuh. Termasuk anggota keluarga besar Bu Atut, yang mengepalai sejumlah lembaga penerima hibah sampai miliaran rupiah,” ucapnya.

Uday berharap, Kepala Kejati yang baru memiliki konsen dan punya nyali dalam memberantas tindak pidana korupsi di Banten. Khususnya, dalam penuntasan kasus korupsi dana hibah tahun 2013.

“Persoalan korupsi tidak boleh diabaikan. Akar persoalan korupsi di Banten terletak pada penegakkan hukum. Kalau itu dituntaskan, kedepan Banten akan lebih bersih dan bisa bersaing dengan daerah lain di Indonesia,” ujarnya.

Sebelumnya dikabarkan, Kepala Kejati Banten, M. Suhardy, dalam waktu dekat akan ditarik ke Kejaksaan Agung, untuk menduduki jabatan baru sebagai Direktur II Jaksa Muda Intelijen (Jamintel).
Sedangkan, jabatan Kajati Banten, kelak akan ditempati Elly Syahputra, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala Kejati Kepulauan Riau (Kepri).

Tak hanya itu, Koordinator Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Banten, Alek Sumarna, yang merupakan anak buah M. Suhardy, juga turut mendapat jatah promosi menjadi Kepala Kejaksaan Negeri Timika, Papua.

“Saya dapat informasi, Bapak ditarik ke gedung bundar. Dan, Alhamdulillah saya sendiri dipercaya jadi Kajari Timika, Papua,” ungkap Alek,(Jefri)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: