» » » » Kemarau Pasokan Waduk Jatiluhur di Bawah Batas Normal


SJO PURWAKARTA - Waduk Djuanda (Danau Jatiluhur) yang terletak di Kabupaten Purwakarta, mengalami penurunan Elevasi Tinggi Muka Air (TMA) meski di bawah batas normal, pasokan air Danau Jatiluhur dalam kondisi aman. Karena Waduk Djuanda Danau Jatiluhur memiliki total daya tampung air sebanyak kurang lebih 3 Milyar Kubik yang kini volume air hanya menampung 1.7 Milyar Meter Kubik, akibat musim kemarau berkepanjang yang menyebabkan volume air menurun.

Dengan menyusutnya volume air di Danau Waduk Jatiluhur, mengakibatkan Elevasi TMA menurun di titik 98.91, dari Elevasi TMA batas normal 107.00.

"Artinya sangat jauh dari kategori kritis, tidak bisa lagi memasok air yang berada di titik TMA 49, sedangkan Elevasi TMA batas minimal untuk turbin pembangkit listrik, harus berada di titik 75"

Maka, Untuk menstabilkan operasional bendungan, pihak pengelola harus bisa mengatur keluar masuk pasokan air, hingga batas terendah TMA mencapai 87,50. Karena Air Danau Jatiluhur sendiri, selain untuk kebutuhan pasokan irigasi pertanian, dan pasokan air baku untuk kebutuhan minum, juga untuk produksi pembangkit listrik, se wilayah Jawa - Bali, melalui PLN.

"Maka dengan produksi listrik yang dihasilkan hanya 4 turbin Dari 6 turbin, hingga mencapai 115 MW atau 3 Juta KWH perhari.

Namun ketika di konfirmasi, Direktur Perum Jasa Tirta (PJT II) Jatiluhur Herman Idrus, di ruang kerjanya Jum'at (31/7) mengakui, bahwa keseluruhan produksi listrik yang di hasilkan hanya 20 persen yang digunakan untuk kebutuhan dan kepentingan oprasional PJT II Jatiluhur.

Jelasnya. "Guna untuk menyuplai listrik untuk bendungan dan pompa irigasi di Curug Kabupaten Karawang. Sementara sisanya di jual ke pihak PLN, untuk kebutuhan suplay listrik wilayah Jawa - Bali".

Sambung Dirut PJT II, untuk mencegah defisitnya volume air di musim kemarau saat ini, pihak pengelola Danau Waduk Jatiluhur, telah mengantisipasinya dengan menampung air sebanyak banyaknya di saat musim hujan lalu.

Juga mengatur keluar masuk air di areal Danau Waduk Jatiluhur, agar bisa mencukupi hingga bulan November di akhir musim kemarau. Pungkasnya. (DeR)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: