» » » Kemarau Panjang, Desa Babakan Pangandaran Malah Panen Raya


SJO Pangandaran - Padi kuning menghampar sejauh mata memandang. Di antara batang-batang berbulir lebat itu, para petani berkumpul memanen padi milik Supar (50). Pemilik lahan, yang tampak  berseri-seri meski panas teramat terik.

Hasil ini menggembirakan petani Desa Babakan, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. ”Luas padi saya hanya setengah hektar. Hasil yang saya peroleh 35 karung gabah basah atau sekitar 6,3 ton per hektar,” ujar Supar, kepada seputarjabar.com, Sabtu (08/08).

Itulah secuplik potret keberhasilan pertanian di desa Babakan yang  berbatasan dengan Desa Pangandaran tempat objek wisata Pantai Pangandaran berada.Tahun ini, petani sudah dua kali panen dengan hasil optimal.
Ketika begitu banyak daerah di Kecamatan lain yang gagal panen akibat kekeringan di pengujung kemarau tahun ini, sawah-sawah di desa ini tak mengalami kondisi tersebut.

Pasokan air yang menghidupi persawahan Desa Babakan berasal dari saluran irigasi yang melintas sepanjang 4 kilometer. Sumber air berasal dari sungai  yang terletak di Desa Sukahurip, Kecamatan Pangandaran. Secara keseluruhan, saluran ini telah mengaliri  lebih dari 241  hektar sawah.

Suzakir, petani lain mengatakan, mereka menerapkan sistem irigasi bergilir untuk menghindari sawah kering akibat rebutan air. Petani secara mandiri mengatur penjadwalan tanam padi.
Petani hanya membuat kesepakatan bahwa penanaman paling awal dilakukan di sawah yang terletak di kawasan hulu. Ketika penanaman di hulu mulai, petani di bagian yang lebih hilir menggarap lahan dan baru dapat menanam sekitar dua pekan kemudian.

Penerapan pola tanam ini, lanjut Suzakir, paling memungkinkan untuk menjaga kestabilan asupan air irigasi ke persawahan. Ketika air mengalir ke sawah di wilayah hulu, bukan berarti petani di hilir akan mengalami kekeringan. Genangan dari atas mengalir ke sawah yang lebih rendah sehingga petani di hilir bisa memanfaatkannya juga.

”Kuncinya adalah komunikasi antarpetani. Kalau satu kelompok mulai menanam, mereka harus memberi tahu kelompok berikutnya agar bersiap menggarap lahan,” ujarnya. (Iwn)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: