» » » » Kampanye Pilkada Di Banten Berjalan Damai


SJO BANTEN - Masa kampanye Pilkada Serentak 2015 di Kabupaten Serang dan Kabupaten Pandeglang ditandai dengan deklarasi kampanye damai yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU), Kamis (27/8/2015). Dalam deklarasi itu, para pasangan calon berikrar dan menandatangani kesepakatan melaksanakan kampanye damai dan menghindari pelanggaran termasuk kampanye hitam.

Dalam kampanye damai Pilkada Kabupaten Serang yang di gelar di Lapangan Ambon Kecamatan Cikande, pasangan calon diberi waktu 101 hari hingga 5 Desember untuk berkampanye menyosialisasikan visi misi dan programnya kepada masyarakat.

Berdasarkan pantauan, sejumlah undangan terlihat datang ke lokasi deklarasi sekitar pukul 09.00. Namun, acara baru dimulai sekitar pukul 10.00, setelah suguhan kesenian tradisional. Dalam kesempatan tersebut, hadir Ketua DPRD Kabupaten Serang Muhsinin, Kapolres Serang Nunung Syaifuddin, perwakilan anggota KPU Provinsi Banten Saeful Bahri. Selain itu, juga hadir pasangan calon nomor 1 Ratu Tatu Chasanah-Pandji Tirtayasa dan pasangan nomor urut 2 Syarif Madzkurullah-Aep Syaefullah.

KPU juga mengundang Penjabat Bupati Serang, Sekretaris Daerah dan Asda I Pemkab Serang. Namun, ketiganya tidak menghadiri acara tersebut. Dalam prosesi deklarasi kampanye damai yang dipandu anggota KPU Kabupaten Serang dan diikuti pasangan calon, dilanjutkan dengan penandatangan oleh kedua pasang calon dan tim kampanye.

Ketua KPU Kabupaten Serang Muhamad Nasehudin mengatakan, sesuai peraturan KPU nomor 2 tahun 2015 tentang tahapan, program dan jadwal penyelenggaraan pemilihan gubernur, wakil gubernur, bupati dan wakil bupati dan atau wali kota dan wakil wali kota, 27 Agustus 2015 dimulainya masa kampanye yang akan berakhir 5 Desember 2015.

Sementara, Calon Bupati nomor urut 1 Ratu Tatu Chasanah mengatakan, pihaknya akan mengikuti semua aturandalam kampanye.

“Sudah disampaikan aturan main dalam pilkada, dan kami sepakat tentang larangan dalam kampanye. Salah satunya memprovokasi itu tidak boleh, karena bagaimana pun dua pasangan calon ini harus memberikan pendidikan demokrasi yang baik pada masyarakat,” katanya.

Calon Bupati nomor urut 2 A Syarif Madzkurullah mengatakan, pilkada menjadi momentum memberikan pendidikan politik yang baik untuk masyarakat, oleh paprol dan penyelenggara.

“Kami mengajak bersama-sama menyukseskan pilkada. Kami akan sampaikan ke masyarakat agar pilkada serentak benar-benar sukses dan berhasil,” ujarnya

Sementara di Kabupaten Pandeglang, ketiga pasangan calon juga berikrar dan menandatangani kesepakatan kampanye damai, yang diselenggarakan di gedung budaya. Kesepakatan itu disampaikan para calon bupati dan wakil bupati Pandeglang, sebagai awal dari kegiatan dimulainya kampanye yang akan berlangsung hingga 5 Desember 2015.

Ada beberapa poin ikrar kampanye damai yang diucapkan secara bersama-sama ketiga pasangan calon yakni Aap Aptadi-Dodo Djuada, Irna Narulita-Tanto Warsono Arban dan Ratu Siti Romlah-Yan Riyadi. Di antaranya, siap menang dan kalah, mewujudkan pendidikan politik pada masyarakat, menunjung tinggi nilai demokrasi langsung, umum, bebas, rahasia dan adil.

Calon Bupati Pandeglang nomor urut 1 Aap Aptadi menyatakan siap mewujdukan kampanye damai. Oleh akrena itu, dia melarang semua tim pemenangannya melakukan tindakan yang bertentangan dengan norma dan aturan.

Calon bupati nomor urut 2 Irna Narulita juga menyatakan tekadnya untuk melaksanakan kampanye secara santun dan menunjung tinggi demokrasi serta senantiasa mengutamakan kepentingan masyarakat.

”Mari kita sama-sama kenjaga kemanan dan kondusifitas Pandeglang, yang sama-sama kita cintai,” kata Irna.

Hal hampir senada dikatakan calon bupati nomor urut 3 Ratu Siti Romlah, yang mengimbau seluruh pemenangannya mengedepankan etika dan mematuhi aturan selama masa kampanye. Dalam pemaparannya, dia bahkan memuji keberhasilan pemerintah daerah saat ini meski masih terdapat kekurangan.

“Kekurangan pasti ada, karena Pak Bupati itu manusia. Manusia pasti ada kekurangan, tidak sempurna. Tapi apa yang sudah baik, mari perbaiki agar lebih baik lagi,” ujarnya.

Ketua KPU Pandeglang Ahmad Suja'i menyatakan ada beberapa norma yang harus dilaksanakan pasangan calon dan tim pemenangannya dalam melaksanakan kampanye, diantaranya pemasangan alat peraga tidak boleh sembarangan.

"Sepertinya masih ada tim pemenangan yang memasang alat peraga kampanye pada tempat yang tidak diperbolehkan, kita berharap nanti para calon dapat mengingatkannya," ujarnya.

Suja'i juga mengharapkan agar para calon atau tim pemenangan melapor ke pihak keamanan ketika akan melaksanakan kampanye dann tembusannya disampaikan pada KPU serta Panwas Pilkada.

"Kami juga mengingatkan agar para calon melaporkan dana yang digunakan untuk kegiatan kempanye secara terakumulasi, mulai dari awal hingga akhir," ujarnya. (And/Jpr)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: