» » » Hari Ini 70 Tahun Lalu Pancasila Ditetapkan Sebagai Idiologi Dan UUD 1945 Sebagai Dasar Negara

Oleh Eko Ismadi *)

Baru saja kita sebagai bangsa Indonesia memperingati hari kemerdekaan 70 Tahun lalu dimana kita memproklamirkan kemerdekaan, pada 17 Agustus 1945. Semua itu wajib kita syukuri sesuai dengan apa yang tertulis dalam Pembukaan UUD 1945, ” Atas berkat Rahmat Allah dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur maka bangsa Indonesia dengan ini menyatakan KEMERDEKAANNYA” Dengan demikian kita seluruh bangsa Indonesia diwajibkan untuk mengakui bahwa kemerdekaan yang dimiliki sekarang ini adalah anugerah dari Tuhan Yang Maha Kuasa bukan dari karya Manusia.

Hari ini 70 Tahun yang sama pentingnya peristiwa itu dengan Proklamasi. Karena Proklamasi bisa dinikmati seperti sekarang ini karena ada dan ditetapkannya Pancasila dan Undang Undang Dasar. Banyak negara yang dapat memproklamasikan kemerdekaan namun membutuhkan waktu lama untuk memiliki sebuah Negara, demikian pula dapat memproklamasikan dan memiliki aturan hukum Tata Negara namun belum juga memiliki negara, dan sebaliknya. Bangsa Indonesia demikian sempurna Hari itu memproklamirkan hari itu juga memiliki Negara, dan selang satu hari memiliki hukum Tata Negara, dan memiliki rakyat sebagai penghuni dan yang memilikinya. INI SUNGGUH ANUGERAH DAN MUKJIZAT TUHAN yang luar biasa yang dapat dijangkau dengan akal pikiran manusia.

Untuk itu mari kita pelihara pemahaman dan pemikiran tentang Idiologi Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945 dalam kehidupan setiap kita Warga Negara tidak terkecuali identitas, profesi dan peranan kita.
Sejarah Mencatat Soekarno dapat memimpin Indonesia selama 20 Tahun karena memegang teguh Pancasila dan Soeharto dapat memimpin Indonesia selama 32 Tahun karena memegang teguh Pancasila. Generasi yang menjadi penerusnya berhasil memimpin juga karena berdasarkan Pancasila.

Hari ini Momentum.
Selama kehidupan masih ada maka perjuangan hidup tidak pernah berhenti. Kalau kehidupan masih ada permasalahan hidup akan tetap ada. Untuk itu hari ini dapat kita jadikan momentum perjuangan yang telah digariskan dalam pancasila dan Undang Undang Dasar 1945 sebagai sebuah ketetapan untuk kita pegang dan kita bawa hingga dikemudian hari. Hari ini juga dapat kita jadikan alat untuk memajukan bangsa dan mengisi kemerdekaan guna membangun kehidupan yang berkesinambungan serasi dan harmonis, tidak silih berganti dan hanya menimbulkan permasalahan.

Peristiwa tersebut juga menjadi landasan berpikir demi keberlangungan kehidupan generasi. Maka dari itu diperlukan konsistensi dari kita semua untuk tetap setia dan menghargai karya leluhur ini. Saya yakin sepenuhnya tanpa ada Pancasila Dan Undang Undang Dasar 1945 belum tentu kita akan memiliki perasaan yang sama tentang Indonesia dan juga belum tentu bisa merasakan seperti sekarang ini yang kita rasakan. Komitmen kita terhadap ketetapan pada Tanggal 18 Agustus 1945 wujud tanggung jawab kita sebagai generasi penerus. Bagaimana kita bisa memelihara hanya dengan belajar sejarah, maka kita akan bisa mengahadapi kehidupan dan persolan hidup bangsa.

Hari ini Sebagai Momentum Hidup Dalam kebhinekaan.
Yang ditetapkan pada tanggal 18 Agustus 1945 adalah Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945. Kita mengerti dan paham bahwa bangsa Indonesia terdiri dari kemajemukan dan kebhinekaan, dimana semua perbedaan itu terlebih dahulu masuk dalam sebuah filter yaitu ketetapan yang ditetapkan hari ini. Kita sebagai manusia tidak dibatasi untuk berpikir dan belajar tidak terbatas belajar apapun juga, namun yang perlu kita perhatikan mana kala kita ingin memaksakan hasil pelajaran yang kita pelajari untuk menggantikan Pancasila Dan Undang Undang Dasar 1945 atau menambahkannya dalam ketatanegaraan kita, ini yang harus dihindari. Karena sudah dapat dipastikan akan tidak terjadi kesesuaian. Pengalaman sejarah sudah membuktikan berbagai upaya untuk mengganti Pancasila yang dikarena orang tersebut belajar dari idiologi lain selain Pancasila.

Kebhinekaan yang kita miliki adalah sebuah ketaatan dan kepatuhan kita kepada Pancasila. Presiden Soekarno tahun 1959 ketika menyatakan kembali ke Undang Undang Dasar 1945 masalah selesai dan beliau bisa mempertahankan kekuasaannnya, kemudian Soeharto menghadapi gejolak di tahun 1965 dalam peristiwa G 30 S PKI, kembali kepada Pancasila juga dapat dengan tegar melanjutkan perjuangan bagi bangsanya dan hasilnya dapat kita nikmati seperti sekarang ini. SBY ketika menghadapi permasalah politik dalam kepemimpinannya beliau memutuskan untuk kembali ke NKRI dan Pancasila serta UUD 1945 bisa bertahan selama 10 Tahun.

Hari ini Sebagai Pertimbangan Bagi Kepemimpinan nasional.
Isu isu yang berkembang sekarang ini tentang akan adanya pemikiran dan legalitas tentang sebuah Idiologi dimasa lalu terutama selain Pancasila dalam kepemimpinan Nasional seyogyanya dapat di hindari.

Karena kita berpikir lain maka kita akan berpikir diluar dari perjalanan sejarah. Ketika kita berpikir diluar sejarah maka permasalahan akan muncul. Sejarah yang dimaksud adalah sejarah Nasional Indonesia sebuah sejarah yang telah mempersatukan bangsa Indonesia dan Pahlawannya pun adalah seorang yang berjuang dan berkorban untuk persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia seperti Jenderal Achmad Yani dan Jenderal Besar AH Nasutuion (Maaf tidak semu disebutkan ini hanya contoh).

Kebijaksanaan dalam kepemimpinan nasional haruslah berpijak pada Pancasila dan pelestariannya bukan memunculkan hal yang baru terlebih sekalipun hal baru namun mengambil dari cara lama. Ini sungguh sangat bertentangan dengan sikap membangun kehidupan bangsa yang berkesinambungan. Merubah tatanan yang sudah ada dan mapan tetapi tidak bisa menjamin hidup dalam kebersamaan.

Interospeksi guna menyadari bahwa sikap nasionalisme dan Pancasila adalah sikap tetap bagi kehidupan bangsa Indonesia. Tindakan yang nyata adalah meningkatkan keimanan dan ketaqwaan, pantang menyerah, membangun ide yang cerdas, dan memelihara sikap saling pengertian tidak memaksakan kehendak, disertai rasa syukur karena semua bila disertai rasa syukur akan terlihat indah dan nikmat.

Ketetapan yang ditetapkan bukan untuk menghalangi kita untuk berkarya dan melahirkan ide yang cerdas tetapi justru memberikan kebebasan kita untuk berkarya demi bangsa. Persoalannya pada kita sendiri masihkah ada dalam pemikiran Pancasila atau bergulat dengan permasalahan. Semoga itu tidak terjadi dimasa sekarang ini tetapi yang terjadi adalah adanya semangat untuk menegakkan Pancasila dan melanjutkan perjuanggnya demi keJayaan bangsa Indonesia melalui Kebhinekaan dan kebersaman hidup rukun aman tentram dan damai bersama Pancasila dan UUD 1945 yang ditetapkan pada hari ini yang kita peringati. NKRI HARGA MATI !!!!

Semoga Tuhan yang Maha Esa selalu melimpahi rahmat dan karunianya kepada bangsa indonesia atercinta ! Amin !

*)Penulis adalah pengamat Sejarah.

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: