» » » » » Dua Wartawan Cetak Harian Lokal Karawang Jadi Korban Pembegalan

SJO-KARAWANG - Dua Wartawan cetak harian lokal dianiaya dan ditodong sekelompok pemuda yang diduga geng motor. Peristiwa berlangsung saat korban santap nasi goreng di bilangan taman Gedung Veteran, GOR Panatayudha, sekitar pukul 04.00 Wib, Sabtu (1/8). Akibatnya, selain kehilangan sejumlah uang dan helm, kepala salah seorang wartawan tersebut benjol setelah mendapat hantaman keras dengan menggunakan botol.

Korban, Gusti, wartawan harian Spirit Karawang, dan Ega wartawan harian Radar Karawang, tak menyangka niat mengisi perut di Gor Panatayudha malah dihadapkan dengan peristiwa tak terduga. Keduanya tak sanggup berbuat banyak saat segerombolan pemuda pengendara sepeda motor menghampiri secara tiba-tiba dan menganiaya serta mengancamnya, Sabtu (1/8) sekitar pukul 04.00 WIB.“Saya pikir pelaku ada masalah dengan Gusti, soalnya datang tiga orang langsung mencekik dia dari belakang dan memukul dengan botol sambil memaksa menyerahkan sejumlah uang. Katanya, sini minta uang buat tambahan beli minuman,” kata Ega kepada SJO (3/8/15)

Ega yang saat itu bersama teman wanitanya, mengaku tak berani menolong Gusti lantaran para pelaku terlihat membawa sejumlah botol dan senjata tajam berupa pisau. Selain itu, para pelaku pun sempat melayangkan pukulan kepada teman wanitanya hingga panik dan sesak nafas.

“Saya fokus selametin cewek saya, soalnya dia kan punya asma. Jadi pas dipukul pelaku,  dia (teman wanitanya) langsung sesak nafas,” ujarnya.

Ia pun terpaksa memilih jalan aman dengan menyerahkan uang di sakunya sebesar Rp 230 ribu. Nyaris pelaku menggasak tas berisi kamera dan barang berharga lain miliknya andai ia tak mempertahankannya. Bahkan, saat berusaha mengejar pelaku, Ega pun sempat menyaksikan dengan mata kepala sendiri, para pelaku lain yang diduga gerombolan para pelaku tengah melakukan aksi serupa kepada warga yang tengah nongkrong di seputaran GOR Panatayudha.

“Ternyata korbannya bukan saya dan Gusti saja. Di tempat lain para pelaku melakukan aksi yang sama. Sepertinya para pelaku ini terorganisir,” papar Ega.

Sementara, Gusti, korban yang paling teraniaya, menuturkan, ia secara tiba-tiba didatangi tiga pemotor yang langsung mencekiknya dari belakang sembari memaksanya untuk menyerahkan uang dan HP. Sempat menolak, kata dia, tapi ia pasrah saat melihat pelaku lain terlihat membawa pisau lipat, serta menghantamkan botol bir kosong ke kepalanya.

“Daripada saya celaka, saya kasih uang Rp10 ribu. Taunya malah maksa saya menguras uang yang ada di saku. Dompet saya juga digeledah pelaku tapi karena gak ada uangnya jadi ga diambil,” kata Gusti.

Korban pun terpaksa menuruti permintaan para pelaku, dan uang sekitar Rp110 ribu di sakunya melayang sia-sia ke tangan pelaku. Tak cukup merampas uangnya, salah seorang pelaku pun menggasak helm merk INK miliknya yang disimpan di atas motornya. Sambil bergegas meninggalkan lokasi, lanjut Gusti, para pelaku menendang satu persatu sepeda motor yang parkir hingga terguling termasuk sepeda motor miliknya dan Ega.

“Saya ingat, pelaku ada yang berkacamata, bertato di lengannya, sepeda motornya honda beat warna pink. Plat nomornya juga saya ingat banget,” ungkapnya.

Buntut dari peristiwa itu, keduanya memilih untuk melaporkan apa yang dialaminya kepada pihak Kepolisian Polres Karawang. Kendati, secara emosional keduanya merasa dongkol dan merasa terpukul atas kejadian tersebut.

Pada kesempatan berbeda, Kapolres Karawang, AKBP Daddy Hartadi melalui Kasat Reskrim Polres Karawang, AKP Doni Satria Wicaksono menambahkan, laporan atas peristiwa yang menimpa kedua wartawan media cetak tersebut sudah ia terima. Ia berjanji akan segera menindaklanjuti kasus tersebut sesegera mungkin.

“Keterangan saksi dan korban sudah kami tuangkan dalam berita acara perkara (BAP). Laporan sementara  plat nomor yang dilaporkan terpasang di motor salah satu pelaku ternyata setelah di cek palsu,” kata Doni, saat ditemui di Mapolres Karawang.

Ia pun menghimbau, agar masyarakat senantiasa selalu waspada saat tengah berada di jalan. Pasalnya, para pelaku street crime (kejahatan jalanan) dapat beraksi kapan saja dan dimana saja dimana mereka ada kesempatan. Selanjutnya, pihak Kepolisian akan terus berupaya memberantas para pelaku semaksimal mungkin.

“Kami harap dukungan dari warga masyarakat, agar segera melapor bilamana melihat atau menemukan sekecil apapun aksi kejahatan, kepada kepolisian terdekat. Sebab, saya sudah menegaskan kepada anggota untuk bertindak cepat apabila mendapati laporan warga. Bilamana ada anggota yang leha-leha, maka akan saya tindak tegas,” imbaunya.(sty)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

1 komentar:

  1. AJO_QQ poker
    kami dari agen poker terpercaya dan terbaik di tahun ini
    Deposit dan Withdraw hanya 15.000 anda sudah dapat bermain
    di sini kami menyediakan 7 permainan dalam 1 aplikasi
    - play aduQ
    - bandar poker
    - play bandarQ
    - capsa sunsun
    - play domino
    - play poker
    - sakong
    di sini tempat nya Player Vs Player ( 100% No Robot) Anda Menang berapapun Kami

    Bayar tanpa Maksimal Withdraw dan Tidak ada batas maksimal
    withdraw dalam 1 hari.Bisa bermain di Android dan IOS,Sistem pembagian Kartu

    menggunakan teknologi yang mutakhir dengan sistem Random
    Permanent (acak) | pin bb : 58cd292c.

    BalasHapus