» » Aher: Islam & Nasionalis Seperti Gula dengan Manisnya

SJO, BANDUNG – Usai membuka Pra Kongres Persatuan Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dalam seminar nasional di Ballroom Hotel Savoy Homan, Jl. Asia-Afrika Bandung pada Minggu siang (2/8), Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) mengatakan bahwa Islam dan Nasionalis merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.

Ia pun mengungkapkan hal tersebut dengan istilah, bahwa Islam dan Nasionalis seperti gula dengan rasa manisnya yang tidak dapat dipisahkan.

“Dalam istilah sejarah yang ditulis yang sejarawan kita, ternyata memang antara Islam dengan Nasionalisme itu seperti gula dengan manisnya, ga ada bedanya. Jadi satu kesatuan,” terang Aher di hadapan awak media yang hadir.

Untuk itu, Aher pun berharap istilah Islam-Nasionalis harus dikembangkan lagi kedepannya. Hal ini untuk menghilangkan perbedaan ataupun pemisahan diantara keduanya, dengan Pancasila sebagai dasar negara dan NKRI sebagai bentuk negaranya.

“Nilai kebangsaan tersebut harus hadir sebagai spirit, sebagai semangat untuk membangun masa depan Indonesia sebagaimana yang dicita-citakan oleh Soekarno-Hatta dan kita bersama,” tambah Aher.

Seminar Nasional bertajuk “Jalan Trisakti Menuju Tatanan Masyarakat Pancasila” ini, dalam rangka Pra Kongres III PA GMNI. Kongres PA GMNI sendiri akan digelar di Jakarta pada 7-9 Agustus 2015 mendatang yang rencananya akan dibuka langsung oleh Presiden Joko Widodo.

Aher pun menyambut baik atas diselenggarakannya seminar tersebut, sebagai upaya untuk menyatukan pikiran dan hati kita dalam membangun masa depan bangsa dan negara yang lebih baik.

Sementara menurut Sekjen Pengurus Pusat PA GMNI Achmad Basarah, pembukaan Pra Kongres GMNI yang dilakukan oleh Aher merupakan cermin kebersamaan antara kaum Islam dan Nasionalis.

“Saya kira ini (pembukaan Pra Kongres oleh Aher) cerminan dari kebersamaan antara kaum Nasionalis dengan kalangan Islam di Indonesia,” ujar Achmad.

Achmad pun berharap melalui Pra Kongres tersebut dapat melahirkan pokok-pokok pikiran, yang akan dibahas pada kongres di Jakarta dan menjadi sumbangsih dari para Alumni GMNI kepada bangsa.

Acara pembukaan juga turut dihadiri Plt. Sekda Jawa Barat, Ketua DPRD Jawa Barat, jajaran Pengurus Pusat PA GMNI, para Pengurus Daerah GMNI se-Indonesia, serta para Pengurus Cabang GMNI se-Jawa Barat.

Hadir pula sebagai pembicara dalam seminar tersebut Ketua Umum PA GMNI Soekarwo, Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristtyanto, Ketua Watimpres Sri Adiningsih, Hakim MK Dewa Gede Palguna, ekonom Revrisond Basir, Andreas Hugo Pareire, serta Harjoko Sangganagara.(rls)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: