» » » » » » Terindikasi Ilegal, Pemprov Jabar Akan Kaji Galian Tanah Ranggawulung Subang

SJO, SUBANG -- Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar mengatakan pihaknya akan mempelajari kembali semua hal yang berkaitan dengan penambangan atau penggalian tanah di kawasan Ranggawulung Hutan Kota Subang. Termasuk mengecek kembali izin penggaliannya.

"Kita akan pelajari dulu semuanya. Yang penting ada aturan yang harus ditaati. Kita cari solusinya nanti seperti apa," ucapnya usai meninjau galian C di Hutan Ranggawulung, Kabupaten Subang, Kamis (2/7).

Deddy menjelaskan, siapapun boleh menjadi pengusaha di Jawa Barat, seperti usaha pertambangan tanah. Akan tetapi setiap orang atau pengusaha perlu mentaati aturan yang ada. Jadi jika aturannya ada, lalu jelas dilanggar dan kemudian itu didiamkan, itu jelas tidak boleh.

"Kita lakukan peninjauan ini karena PAD juga engga ada disini, alam rusak dan juga melanggar aturan-aturan," jelasnya.

Deddy juga menghimbau kepada seluruh masyarakat yang mencari nafkah disekitar kawasan tersebut, untuk tidak mudah terprovokasi oleh oknum-oknum tertentu. Jika memang tidak diperbolehkan kembali untuk menggali tanah di kawasan Hutan Ranggawulung Kota Subang, pasti masih ada tempat lainnya yang bisa.

"Kalau disini tidak diperbolehkan secara tata ruang, di tempat lain kan ada yang bisa digunakan untuk hal seperti ini," himbaunya.

Deddy juga menambahkan, masyarakat jangan pernah sekali-kali mengatakan 'tanpa bekerja disini, kita tidak dapat rejeki', "Itu musyrik. "Engga boleh. Yah, nanti akan ada azab dari Allah. Yah, memangnya tanah yang bikin kamu makan. Bukan kan?" tambahnya.

Salah seorang warga yang merasa dirugikan akibat dari diberhentikannya Galian Hutan Ranggawulung Kota Subang, Ujang, berharap Pempriv Jabar mampu membantu penyelesaian dari kawasan tersebut.

"Kita cari makan disitu, semua dari situ. Kita ingin kebijaksanaannya dari Pemprov. Gimanapun solusinya," katanya.

Setelah melakukan peninjauan, pihak Pemprov Jabar rencananya akan mencoba untuk mempelajari kembali dan mencari solusi dengan dinas terkait soal masalah yang terjadi di lahan galian Ranggawulung Subang.

"Yang jelas jangan sampai nantinya ada merugikan salah satu pihak, win-win solution, tanpa melanggar aturan," papar Deddy Mizwar.(*)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: