» » » » Sipil Tewas dalam Pesawat TNI AU yang Bukan Peruntukannya

 Oleh : Peter S Simo Wibowo SH *)
Foto: Ilustrasi, liputan6.com/google.co.id

Pesawat Hercules C130 yang sudah uzur yang menjadi alutsista TNI AU hasil hibah dari Amerika Serikat, telah nyata - nyata kembali memakan ratusan korban jiwa, baik dari anggota TNI AU itu sendiri sebanyak 12 anggota bahkan yang lebih banyak justru penumpangnya sejumlah 101 sipil orang tewas dilokasi kejadian jatuhnya pesawat di Medan Jl. Djamin Ginting pada 30 Juni 2015 siang.

Sungguh menyayat hati atas kejadian itu, dikala negeri kita damai tentram justru banyak yang harus kehilangan nyawanya oleh alutsista TNI AU yang seyogianya apabila dimanfaatkan dengan patut dan pada tempatnya alutsista tersebutlah yang sewajarnya melindungi rakyat dan membantu hajat rakyat banyak, bukan malah berbalik menjadi mesin pembunuh rakyat..???

Memang untuk urusan musibah terhadap siapapun mutlak hanya Tuhan Yang Maha Esa yang tahu, namun kita selaku umatnya yang telah diberikan akal budi serta ilmu pengetahuan seyogianya dapat meminimalisir atau bahkan menghindari musibah mengerikan macam begitu.

Dugaan awal penyebab jatuhnya sang Hercules C 130 disebabkan kelebihan muatan, menurut data spesisikasi Hercules C 130 tersebut termasuk Tipe B yang mempunyai empat mesin, padahal sesungguhnya pesawat yang tangguh dalam segala kondisi medan cuaca kurang bersahabat sekalipun, dan mempunyai daya angkut 8,5 ton untuk total logistik dan penumpang.

Sedangkan model " omprengan " terbang pakai Hercules macam begini apakah barang bawaaan bagasi penumpang ditimbang ??? Kemungkinan besar tidak sehingga sangat logis kalau pesawat dikatakan oleh saksi mata yang melihat take off sangat rendah tidak seperti biasanya, yang artinya menandakan sang Hercules kapasitas bebannya maksimalnya diduga terlampaui.

Hal ini tentunya merupakan tamparan keras bagi pemerintah dan TNI AU khususnya, bahwasanya alutsista yang katanya untuk membela NKRI harga mati, masih teramat jauh dari sebutan ideal dan memadai. Padahal dulu pada era kepemimpinan presiden Soekarno Angkatan perang Indonesia terutama angkatan laut dan angkatan udara sangat ditakuti dan dihormati pada masanya termasuk Amerika sangat gentar kepada angkatan perang bung Karno,

Kuncinya hanyalah satu, aset - aset TNI dikelola dan dipelihara dengan sebaik baiknya dan dimanfaatkan sesuai kepentingannya yaitu kepentingan negara, bukannya justru dijadikan seolah - olah maskapai penerbangan " siluman " yang sudah dapat diduga faktor keselamatan penumpang bukanlah menjadi prioritas, asal penumpang mau bayar langsung terbang. Mengingat pula kondisi pesawat apakah rutin diperiksa laik terbang atau tidak, tentu hal itu tidaklah menjadi concern oknum - oknum yang dengan sengaja mengkomersilkan asset TNI AU sang Hercules, yang ada uang masuk yang patut diduga adalah " pungli " lalu totalnya dibagikan jumlahnya berdasarkan tingkatan kepangkatan tertinggi hingga yang terendah, kira kira demikianlah...

Sekarang petinggi TNI AU mau berkilah membela diri maupun korps sudah percuma alias mubazir dilakukan selain praktek - praktek "ngomprengi " pesawat TNI AU sudah menjadi rahasia umum, Ditambah  dengan tragedi jatuhnya Hercules kemarin adalah fakta nyata yang tak terbantahkan bahwasanya kondisi bobroknya mental oknum prajurit - prajurit terpapar jelas dengan menyalah gunakan fasilitas TNI untuk sebuah bisnis ilegal yang sangat beresiko terutama kepada penumpangnya, Karena yang benar apabila pesawat dalam kondisi baik dan laik terbang sang Hercules C 130 sendiri hanya diperuntukkan untuk mengangkut logistik dan penumpang prajurit TNI maupun keluarganya saja, bukan untuk sengaja disewa - sewakan untuk meraup keuntungan seperti layaknya maskapai penerbangan.

Sudah saatnya diadakan perombakan besar - besaran di tubuh TNI di semua matra baik itu manajerial sklill mengelola suatu angkatan dan terutama membenahi mental para oknum - oknum prajurit yang sudah terkontaminasi kultur - kultur yang kurang baik di dalam kesatuan maupun terhadap atasan atau komandan.  Bahwa sekarang mari bermimpilah kita bangsa Indonesia harus memiliki armada, alutsista dan angkatan perang yang disegani kembali oleh negara - negara lain, karena kekuatan militer adalah wibawa bangsa, karena bangsa yang berwibawa pastilah bangsa yang kuat, sehingga negara dimanapun dibelahan dunia ini tak akan berani mengganggu kedaulatan bangsa Indonesia tercinta, apalagi coba coba menyerobot batas wilayah teritorial Indonesia.

*) Penulis adalah Konsultan pada Kantor Hukum Swaha

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: