» » » Sidang Perdana Kasus Pembunuhan Tidak Dihadiri Keluarga Korban

SJO PURWAKARTA -Sidang perdana Kasus pembunuhan berencana dalam satu keluarga, dengan menghadirkan terdakwa tunggal Muhamad Very Maulana, di Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Purwakarta Selasa Siang (7/7), berlangsung tanpa dihadiri keluarga korban.

Dengan pengawalan Kepolisian terdakwa tiba di PN, menggunakan mobil tahanan Kejaksaan Negeri (KN) Kabupaten Purwakarta untuk mengikuti sidang perdananya, dengan agenda pembacaan dakwaan oleh Jaksa penuntut umum.

Dalam pantauan Seputar Jabar Online, sidang perdana Very berlangsung kurang lebih 15 menit, yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Febri Purnamavita, dengan dua anggota majelis Hakim Eva Mei ta Theodora Pasaribu dan Cipto Hosari Parsaoran Nababan.

Sidang perdana Kasus Pembunuhan berencana ini, tidak dihadiri oleh keluarga korban. Dalam persidangan Terdakwa Very diberikan pendamping pengacara untuk selama proses persidangan berlangsung.

Untuk mencegah hal yang tidak diharapkan terjadi, maka persidangan tetap dalam pengawasan ketat pihak kepolisian. Sidang perdana Kasus Pembunuhan satu keluarga ini, ketua majelis memutuskan untuk melanjutkan persidangan kedua, pekan depan.

"Dengan agenda memeriksa sejumlah saksi saksi", Terangnya.

Menurut Kartam selaku Jaksa Penuntut Umum, terdakwa di jerat pasal berlapis tentang pembunuhan berencana dan pasal 80 UU RI No.35 Tahun 2014, tentang Perlindungan Anak. "Karena kejadianya sempat menggemparkan warga Kabupaten Purwakarta, akibat rasa dendamnya kepada Widodo selaku atasan terdakwa di sebuah perusahaan Pabrik Ban Di Kawasan Indotaisei Kabupaten Karawang Jawa Barat". Dengan kronologi kejadian, terdakwa tega menghabisi nyawa Sri Rosmawati yang tengah hamil 6 Bulan dan putri sulungnya Amelia (10). "Istri dan anak Widodo, di Kampung Pasir Kihiang Desa Lebak Anyar Kecamatan Pasawahan Kabupaten Purwakarta".

Kejadian tersebut Terjadi tanggal 15 Febuari 2015 lalu, Minggu dini hari. Sedangkan anak bungsunya Alfin (6) mengalami luka tusuk di tubuhnya, meski nyawanya nyaris terancam."Saat terdakwa membantai keluarganya". (DeR)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: